Produsen semikonduktor asal Rusia, Mikron, kini menjual wafer uji silikon berdiameter 200mm yang dibingkai sebagai suvenir koleksi. Dengan harga sekitar $170 (sekitar Rp 2.762.500), produk ini hadir dalam 12 desain berbeda dan menyimpan hingga 120.000 chip di dalamnya — termasuk chip RISC-V buatan dalam negeri Rusia.

Wafer Silikon Berbingkai: Dari Lantai Produksi ke Dinding Ruang Tamu

Mikron menawarkan wafer uji 200mm yang telah dibingkai dalam bingkai berukuran 270×270×15 mm dengan bobot 365 gram. Produk ini dirancang untuk dipajang di dinding dan tersedia dalam 12 desain, masing-masing dibedakan melalui variasi latar belakang bingkai serta teks peringatan yang tercetak.

Harga seluruh desain disamakan, yakni 12.500 rubel atau setara $170 (sekitar Rp 2.762.500). Pasokan produk ini disebut terbatas.

Jumlah chip yang terdapat pada setiap wafer bervariasi cukup signifikan, mulai dari 30 hingga 120.000 chip. Salah satu desain diketahui memuat chip yang digunakan pada kartu transportasi kereta bawah tanah Moskow. Perlu dicatat, pembeli tidak dapat memilih wafer mana yang akan diterima — Mikron sendiri menyebutnya sebagai "pot luck" atau untung-untungan, sehingga menambah unsur koleksi pada produk ini.

Chip RISC-V "AMUR MIK32" Turut Hadir dalam Koleksi

Sebagian wafer yang dijual memuat chip AMUR MIK32, sebuah mikrokontroler 32-bit berbasis RISC-V yang telah diproduksi di dalam negeri Rusia sejak 2022. Informasi ini pertama kali tersebar luas melalui unggahan Dmitrii Kuznetsov (@torgeek) di platform X (sebelumnya Twitter).

MIK32 AMUR merupakan mikrokontroler pertama yang sepenuhnya dirancang dan dikemas oleh Mikron sendiri. Beberapa spesifikasi utamanya:

  • Inti prosesor: RV32IMC (RISC-V), desain oleh Syntacore (open-source SCR1 core)
  • Kecepatan clock: 32 MHz
  • Antarmuka: I2C, UART, SPI, ADC, DAC, timer, dan interrupt controller
  • Target penggunaan: meteran gas dan air, sensor industri, perangkat kesehatan

Chip ini disebut sebagai mikrokontroler RISC-V pertama yang sepenuhnya buatan dalam negeri Rusia, dengan desain yang dikerjakan oleh pusat desain NIIMA "Progress". Kuznetsov juga menyebut bahwa Mikron tengah mempersiapkan peluncuran generasi berikutnya, yakni MIK32-2 — meski informasi ini masih berdasarkan terjemahan mesin dan belum dikonfirmasi secara resmi.

Sebagai catatan, wafer yang dijual merupakan satellite plate — lempengan kontrol kualitas yang digunakan dalam proses manufaktur, bukan chip produksi akhir yang siap digunakan. Artinya, ini adalah produk pajangan, bukan komponen fungsional.

Udara Ruang Bersih Seharga $2 dan Suvenir Lainnya

Selain wafer berbingkai, toko suvenir Mikron juga menawarkan produk yang tak kalah unik: botol kecil berisi udara dari ruang bersih (cleanroom) fasilitas NWP milik Mikron di Zelenograd, dijual seharga sekitar $2 (sekitar Rp 32.500).

Ruang bersih adalah lingkungan produksi dengan tingkat kontaminasi partikel yang sangat ketat — menjadi jantung dari setiap fasilitas semikonduktor modern. Mengemas udara dari ruangan tersebut sebagai produk komersial merupakan langkah pemasaran yang tidak lazim, namun cukup menarik perhatian komunitas teknologi global.

Toko tersebut juga menjual berbagai suvenir konvensional seperti boneka, mug, magnet, dan puzzle.

Mikron dan Ambisi Semikonduktor Mandiri Rusia

Wafer berbingkai ini bukan sekadar produk suvenir biasa — ia mencerminkan strategi besar Rusia untuk membangun industri semikonduktor yang mandiri di tengah tekanan sanksi internasional.

Mikron beroperasi di Zelenograd, pinggiran Moskow, dengan kapasitas produksi sekitar 6.000 wafer per bulan. Saat ini perusahaan menguasai proses produksi 90nm dan telah mendapatkan sertifikasi untuk 65nm, meski kapasitas produksi pada node tersebut belum sepenuhnya jelas.

ParameterKeterangan
Proses produksi aktif90nm (65nm tersertifikasi)
Diameter wafer200mm
Target 28nm2027
Target 14nm2030

Pemerintah Rusia dikabarkan mengalokasikan lebih dari 240 miliar rubel (sekitar $2,54 miliar atau sekitar Rp 41.275.000.000.000) untuk program penggantian peralatan manufaktur semikonduktor buatan luar negeri, dengan 110 proyek riset dan pengembangan yang sedang berjalan. Target jangka panjangnya adalah mencapai proses 14nm pada 2030.

Bagi pengamat industri semikonduktor global, perkembangan ini menarik untuk dipantau — terutama seberapa jauh Rusia mampu merealisasikan target-target ambisius tersebut tanpa akses ke ekosistem peralatan dan material dari Barat.

Relevansi bagi Pembaca di Indonesia

Dari sisi pasar konsumen, produk suvenir wafer Mikron ini hampir dipastikan tidak tersedia secara resmi di Indonesia. Informasi rilis untuk pasar Indonesia maupun kawasan Asia Tenggara belum diumumkan, dan mengingat kondisi geopolitik saat ini, distribusi internasional kemungkinan sangat terbatas.

Namun, perkembangan chip RISC-V buatan Rusia ini relevan dalam konteks yang lebih luas: arsitektur RISC-V kini semakin diminati oleh berbagai negara — termasuk negara-negara berkembang — sebagai alternatif bebas lisensi terhadap arsitektur ARM dan x86. Indonesia sendiri, melalui berbagai inisiatif riset di perguruan tinggi dan lembaga seperti BRIN, mulai menaruh perhatian pada ekosistem RISC-V sebagai fondasi pengembangan chip lokal di masa depan.

Sumber