Microsoft secara resmi akan menghentikan layanan SMS Organizer, aplikasi manajemen SMS Android yang sempat populer di kalangan pengguna global. Notifikasi penutupan sudah mulai dikirimkan kepada sebagian pengguna, dan Microsoft merekomendasikan perpindahan ke aplikasi pesan lain sebelum layanan benar-benar dihentikan.

Notifikasi Penutupan Mulai Dikirim ke Pengguna

Berdasarkan laporan Android Authority, Microsoft telah mulai mengirimkan notifikasi penutupan aplikasi secara bertahap kepada para penggunanya. Seorang pengguna bernama Gaurav membagikan tangkapan layar notifikasi tersebut di platform X (sebelumnya Twitter), dan sejumlah pengguna lain turut mengonfirmasi menerima notifikasi serupa.

Perlu dicatat, notifikasi tersebut mengarahkan pengguna untuk mengetuk tautan "lihat detail", namun di banyak perangkat tautan itu hanya membuka aplikasi tanpa menampilkan halaman penjelasan lebih lanjut. Di forum Reddit, diskusi mengenai kapan tepatnya aplikasi akan berhenti berfungsi masih berlangsung, sebab Microsoft belum mengumumkan tanggal pasti penghentian layanan.

Sudah Ditinggalkan Sejak September 2024

Bagi pengguna yang mengikuti perkembangan aplikasi ini, penutupan SMS Organizer bukanlah kejutan. Aplikasi tersebut tidak menerima satu pun pembaruan sejak September 2024 — praktis terbengkalai selama hampir dua tahun.

Berikut kronologi singkat perjalanan SMS Organizer:

PeristiwaWaktu
Rilis untuk pasar India2017
Rilis versi global2019
Pembaruan terakhirSeptember 2024
Notifikasi penutupan mulai dikirimMei 2026

SMS Organizer dikenal berkat fitur kategorisasi otomatis yang memilah pesan masuk ke dalam kelompok "Pribadi", "Keuangan", dan "Promosi". Fitur ini sangat relevan bagi pengguna yang menerima banyak OTP, notifikasi transaksi perbankan, dan pesan promosi — kondisi yang sangat umum di Indonesia. Microsoft tidak menjelaskan alasan di balik keputusan penutupan ini. Sebagian pengguna bahkan meminta agar aplikasi dijadikan proyek open source supaya komunitas dapat melanjutkan pengembangannya, meski permintaan tersebut belum mendapat respons resmi.

Masih Banyak Pengguna Setia

Meski sudah lama tidak diperbarui, SMS Organizer ternyata masih memiliki basis pengguna yang cukup loyal. Dalam survei terbatas yang dilakukan Android Authority dengan 91 responden:

  • 65% menyatakan SMS Organizer masih menjadi aplikasi SMS utama mereka
  • 11% mengaku sudah beralih ke aplikasi lain sejak lama
  • 24% menyatakan tidak pernah menggunakan aplikasi ini sama sekali

Angka ini — meski dengan sampel yang kecil — mencerminkan betapa tingginya kepuasan pengguna terhadap aplikasi yang sudah bertahun-tahun tidak mendapat pembaruan sekalipun. Ini sekaligus menunjukkan bahwa tidak banyak aplikasi SMS pihak ketiga yang mampu menandingi kenyamanan SMS Organizer pada masanya.

Apa yang Harus Dilakukan Pengguna Sekarang?

Microsoft merekomendasikan perpindahan ke aplikasi pesan lain, dengan Google Messages disebut sebagai kandidat pengganti utama dalam laporan ini. Google Messages kini sudah mendukung RCS (Rich Communication Services), enkripsi end-to-end untuk sesi RCS, serta antarmuka yang terus diperbarui secara rutin.

Bagi pengguna di Indonesia yang masih mengandalkan SMS Organizer — terutama untuk memilah OTP dari bank, e-commerce seperti Tokopedia atau Shopee, serta notifikasi GoPay dan DANA — langkah yang disarankan adalah:

  1. Ekspor riwayat pesan sebelum layanan dihentikan
  2. Beralih ke Google Messages sebagai pengganti yang paling siap pakai
  3. Pantau notifikasi dari aplikasi, karena tanggal pasti penghentian belum diumumkan

Tanggal resmi penghentian layanan SMS Organizer belum diumumkan hingga berita ini ditulis. Namun mengingat notifikasi sudah mulai berjalan, tidak ada salahnya memulai proses migrasi dari sekarang daripada menunggu hingga aplikasi benar-benar berhenti berfungsi. SMS Organizer bergabung dengan Microsoft Lens sebagai aplikasi Android yang resmi dihentikan Microsoft pada tahun ini.

Sumber