Sony Xperia 1 VIII belum lama diluncurkan, namun sudah diterpa dua kontroversi sekaligus: dugaan kesalahan pengukuran ketebalan pada lembar spesifikasi resmi, dan kegaduhan seputar fitur AI Camera Assistant yang viral di media sosial. Bagi calon pembeli di segmen premium, dua isu ini layak dicermati sebelum mengambil keputusan.

Ketebalan Resmi 8,3 mm, Aktual Diduga 8,59 mm

Android Authority melaporkan pada 19 Mei 2026 bahwa Sony kemungkinan melakukan kesalahan pengukuran ketebalan Xperia 1 VIII dalam lembar spesifikasi resminya. Angka yang tercantum adalah 8,3 mm, namun pengukuran pada unit nyata menunjukkan angka sekitar 8,59 mm — selisih sekitar 0,29 mm.

Secara praktis, perbedaan kurang dari 0,3 mm tidak akan terasa di genggaman tangan. Namun persoalannya bukan sekadar fisik. Xperia 1 VIII dijual dengan harga €1.499 (sekitar Rp 26.200.000) di kawasan Eropa dan £1.399 (sekitar Rp 28.700.000) di Inggris. Pada titik harga setinggi itu, konsumen berhak mengharapkan akurasi penuh pada setiap data yang dipublikasikan secara resmi.

Hingga laporan Android Authority diterbitkan, Sony belum mengeluarkan pernyataan resmi maupun koreksi terhadap angka tersebut. Apakah lembar spesifikasi akan diperbarui, atau Sony akan memberikan klarifikasi, masih menjadi tanda tanya.

Kontroversi AI Camera Assistant yang Lebih Dulu Viral

Sebelum isu ketebalan mencuat, Xperia 1 VIII sudah lebih dulu terseret polemik lain. Akun X resmi Sony memposting perbandingan foto before/after dari fitur AI Camera Assistant — dan hasilnya justru menuai kritik. Foto setelah diproses AI dinilai terlihat overexposed dan kehilangan saturasi warna dibanding foto aslinya.

Postingan tersebut ditonton lebih dari 13 juta kali di X. Carl Pei, CEO Nothing, turut membagikan ulang gambar perbandingan itu dan menyebut kampanye Sony sebagai "engagement farming" — istilah untuk konten yang sengaja dirancang memancing reaksi demi jangkauan, bukan untuk menampilkan produk secara jujur.

Sony kemudian memberikan klarifikasi: AI Camera Assistant bukan alat pengeditan foto, melainkan fitur yang menganalisis subjek dan kondisi pencahayaan untuk menyarankan empat pengaturan kamera yang sesuai. Penjelasan ini diterima sebagian pihak, namun tidak sepenuhnya meredam kritik yang sudah terlanjur menyebar luas.

Harga Premium, Spesifikasi yang Dipertanyakan

Dua kontroversi di atas tidak berdiri sendiri — keduanya muncul dalam konteks perdebatan yang lebih besar soal nilai Xperia 1 VIII dibanding harganya.

Xperia 1 VIII hadir dengan baterai 5.000 mAh, namun kecepatan pengisian daya tetap di angka 30W kabel dan 15W nirkabel — angka yang tidak berubah selama empat tahun berturut-turut. Pada segmen harga yang sama, kompetitor seperti OPPO Find X9 Ultra dan Xiaomi 17 Ultra sudah menawarkan pengisian daya 65W ke atas, kapasitas baterai hingga 7.000 mAh dengan teknologi silikon-karbon, serta spesifikasi kamera yang lebih agresif.

Perlu dicatat, selisih 0,29 mm pada ketebalan mungkin terdengar sepele. Namun ketika konsumen membayar di kisaran Rp 26–28 juta untuk sebuah perangkat, ekspektasi terhadap ketelitian data resmi — sekecil apa pun angkanya — menjadi sangat wajar.

Apa yang Harus Dilakukan Calon Pembeli?

Bagi konsumen yang sedang mempertimbangkan Xperia 1 VIII, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Soal ketebalan: Selisih 0,29 mm tidak akan memengaruhi pengalaman penggunaan sehari-hari secara nyata. Namun jika akurasi spesifikasi adalah prioritas, ada baiknya menunggu respons resmi dari Sony.
  • Soal AI Camera Assistant: Fitur ini bekerja sebagai asisten pengaturan, bukan editor foto otomatis. Pahami fungsinya sebelum menjadikannya alasan utama pembelian.
  • Soal harga vs. kompetitor: Di rentang harga Rp 26–28 juta, pasar global menawarkan alternatif dengan spesifikasi pengisian daya dan baterai yang lebih kompetitif. Pertimbangkan ketersediaan unit resmi di Indonesia sebelum memutuskan.

Informasi rilis resmi Xperia 1 VIII untuk pasar Indonesia belum diumumkan. Bagi konsumen di Indonesia yang tertarik, memantau kanal resmi Sony Indonesia atau distributor terpercaya adalah langkah yang disarankan sambil menunggu perkembangan lebih lanjut — termasuk apakah Sony akan merespons kedua kontroversi ini secara resmi.

Sumber