Intel resmi memperkenalkan dua prosesor baru khusus untuk PC gaming genggam (handheld gaming PC): Arc G3 dan Arc G3 Extreme. Berbasis arsitektur Panther Lake terbaru, keduanya hadir dengan konfigurasi 14 core dan dukungan RAM hingga 96 GB LPDDR5X — sebuah langkah agresif untuk merebut pasar yang selama ini didominasi AMD Ryzen Z2.
Spesifikasi Arc G3: 14 Core dan RAM 96 GB untuk Perangkat Genggam
Kedua chip ini dirancang khusus untuk form factor handheld, bukan sekadar adaptasi dari prosesor laptop biasa. Menurut laporan Android Authority, Intel bekerja sama langsung dengan produsen perangkat keras untuk menghadirkan performa setara PC gaming dalam wujud yang bisa digenggam.
Konfigurasi CPU pada Arc G3 maupun Arc G3 Extreme identik, yakni 14 core dengan pembagian sebagai berikut:
- Performance Core (P): 2 core
- Efficiency Core (E): 8 core
- Low-Power Efficiency Core (LP E): 4 core
Perbedaan antara keduanya terletak pada kecepatan puncak: Arc G3 mencapai 4,6 GHz, sementara Arc G3 Extreme sedikit lebih tinggi di 4,7 GHz. Keduanya mendukung memori LPDDR5X hingga 96 GB — kapasitas yang terbilang sangat besar untuk perangkat genggam dan membuka peluang penggunaan multitasking berat sekalipun.
Untuk konektivitas, chip ini dilengkapi dengan:
| Fitur | Spesifikasi |
|---|---|
| Wi-Fi | Wi-Fi 7 |
| Bluetooth | Bluetooth 6 |
| Koneksi eksternal | Thunderbolt 4 |
Dukungan Thunderbolt 4 membuka kemungkinan penggunaan eGPU (GPU eksternal) saat terhubung ke dok, sehingga perangkat bisa berfungsi layaknya PC desktop ketika berada di rumah.
Xe3 iGPU dengan XeSS 3 dan 120 TOPS: Lebih dari Sekadar Upgrade Biasa
Sisi grafis Arc G3 menggunakan iGPU berbasis arsitektur Intel Xe3, dengan nama pemasaran Arc B390 graphics. Ini bukan sekadar penambahan jumlah core — Intel melakukan perombakan signifikan pada unit komputasi internal.
Setiap core Xe3 mengintegrasikan 8 unit vektor 512-bit dan 8 unit XMX 2048-bit, dengan cache L1/SLM bersama yang meningkat 33% dibanding Xe2. Dari sisi performa:
- Efisiensi daya meningkat lebih dari 50% dibanding Xe2 (Lunar Lake) pada konsumsi daya yang sama
- Dibanding Arrow Lake-H, efisiensi per watt naik 40%
- Akselerasi XMX pada GPU 12-core mencapai 120 TOPS, naik drastis dari 67 TOPS pada Xe2 8-core generasi sebelumnya
Chip ini juga mendukung XeSS 3 beserta fitur XeSS-MFG (Multi Frame Generation) — teknologi upscaling berbasis AI yang memungkinkan frame rate lebih tinggi tanpa membebani GPU secara penuh. Pada perangkat handheld yang memiliki batasan daya ketat, fitur ini menjadi krusial untuk menjaga kelancaran gameplay di judul-judul berat.
Dari sisi manufaktur, Intel menggunakan pendekatan chiplet: tile GPU besar (12 Xe-core) diproduksi oleh TSMC, sementara tile kecil (4 core) menggunakan proses Intel 3.
Tiga Perangkat Pertama: Acer, MSI, dan ONEXPLAYER
Intel Arc G3 akan hadir pertama kali pada tiga perangkat berikut:
- Acer Predator Atlas 8 — tersedia dalam dua varian: Arc G3 dan Arc G3 Extreme
- MSI Claw 8 EX AI+
- ONEXPLAYER 3
Perlu dicatat, ini bukan pertama kalinya Intel masuk ke segmen handheld. Sebelumnya, MSI Claw 8 AI+ dan Claw 7 AI+ telah menggunakan Core Ultra 7 berbasis Lunar Lake. Arc G3 merupakan generasi berikutnya yang kini dirancang secara lebih spesifik untuk bersaing langsung dengan AMD Ryzen Z2.
Kondisi Pasar: AMD Ryzen Z2 Sudah Lebih Dulu Kuat
Di sisi AMD, Ryzen Z2 series kini telah berkembang menjadi 5 varian chip — jauh lebih luas dibanding generasi sebelumnya yang hanya 2 chip:
| Chip | Posisi |
|---|---|
| Ryzen AI Z2 Extreme | Tertinggi (dengan NPU hingga 50 TOPS) |
| Ryzen Z2 Extreme | Flagship performa tinggi |
| Ryzen Z2 | Kelas menengah |
| Ryzen Z2 Go | Harga terjangkau |
| Ryzen Z2 A | Entry-level |
Ryzen Z2 Extreme sendiri hadir dengan 8 core 16 thread (Zen 5 × 3 + Zen 5c × 5), boost clock hingga 5,0 GHz, dan iGPU Radeon 890M (RDNA 3.5, 16 CU, hingga 2,9 GHz).
Namun harga perangkat berbasis Ryzen Z2 sudah cukup tinggi: Lenovo Legion Go 2 dibanderol $1.349,99 (sekitar Rp 21.936.000), sementara ROG Xbox Ally X berada di $999 (sekitar Rp 16.234.000). Pertanyaan besarnya kini: di titik harga berapa Arc G3 akan masuk untuk bersaing?
Apa Artinya bagi Konsumen di Indonesia?
Pasar handheld gaming PC memang belum sebesar konsol atau laptop gaming di Indonesia, namun segmen ini terus tumbuh seiring meningkatnya popularitas perangkat seperti ROG Ally dan Steam Deck. Kehadiran Arc G3 berarti konsumen ke depan akan memiliki lebih banyak pilihan chip — dan persaingan Intel vs AMD berpotensi menekan harga secara keseluruhan.
Informasi rilis resmi untuk pasar Indonesia dari ketiga perangkat pertama (Acer Predator Atlas 8, MSI Claw 8 EX AI+, ONEXPLAYER 3) belum diumumkan. Sebelum memutuskan pembelian, disarankan untuk menunggu hasil uji performa langsung yang membandingkan Arc G3 dengan Ryzen Z2 — terutama dalam hal konsumsi daya, ketahanan baterai, dan efektivitas XeSS 3 pada judul-judul populer.
Sumber
- Android Authority — Intel's Arc G3 chips are here to pick a fight with AMD's Ryzen Z2
- VideoCardz — Intel details Xe3 GPU architecture for Panther Lake
- TechPowerUp — Intel Panther Lake Technical Deep Dive - Integrated Xe3 Graphics
