Dua produsen komponen hard disk drive (HDD) asal Jepang, TDK Corporation dan NHK Spring, kini menghadapi gugatan class action di Amerika Serikat atas dugaan kartel harga yang berlangsung selama hampir 13 tahun. Komponen yang menjadi objek sengketa — suspension assembly — disebut terpasang pada 97% HDD di seluruh dunia, sehingga dampaknya berpotensi menyentuh hampir semua pengguna yang pernah membeli HDD dari Seagate, Western Digital, maupun Toshiba dalam kurun waktu tersebut.
Apa yang Diduga Terjadi Selama 13 Tahun?
Gugatan yang diajukan ke Pengadilan Federal Distrik Utara California ini menuduh TDK dan NHK Spring — beserta entitas-entitas afiliasinya — bersekongkol untuk menaikkan harga suspension assembly secara artifisial sepanjang periode Januari 2003 hingga 31 Desember 2016.
Suspension assembly adalah komponen presisi tinggi yang berfungsi menggerakkan kepala baca-tulis (read/write head) di dalam HDD. Karena komponen ini terpasang pada 97% HDD yang diproduksi secara global, kenaikan harganya secara langsung memengaruhi biaya produksi Seagate, Western Digital, dan Toshiba — yang kemudian diduga dibebankan kepada konsumen akhir.
Perlu dicatat, Seagate, Western Digital, dan Toshiba bukan pihak tergugat dalam perkara ini. Gugatan ditujukan kepada produsen komponen, bukan produsen HDD itu sendiri.
Latar Belakang Hukum: Dari Kanada hingga Pengadilan AS
Gugatan di AS ini tidak muncul dari ruang hampa. Pada 2019, perkara serupa telah lebih dulu diajukan di Kanada dan berhasil mendapat status class action. Pada 2022, upaya banding untuk menggugurkan status tersebut ditolak oleh pengadilan Kanada.
Lebih jauh, NHK Spring sebelumnya telah mengakui kesalahan dalam proses pidana federal terpisah di AS, mengakui bahwa pihaknya bersekongkol dengan kompetitor untuk memanipulasi harga suspension assembly yang dijual di Amerika Serikat dan negara-negara lain.
Perkembangan terbaru terjadi pada Januari 2026, ketika Pengadilan Banding Sirkuit ke-9 AS memutuskan bahwa klaim antimonopoli Seagate Technologies terhadap NHK Spring — yang sempat ditolak pengadilan tingkat pertama — sebagian dipulihkan kembali. Pengadilan banding menilai bahwa hukum antimonopoli AS tetap dapat diterapkan meskipun transaksi dilakukan oleh entitas asing di luar wilayah AS, selama produk akhirnya pada akhirnya masuk ke pasar Amerika. Sekitar sepertiga dari pembelian suspension oleh Seagate di luar AS terbukti berakhir sebagai bagian dari HDD yang dijual di pasar domestik AS.
Meski demikian, Tom's Hardware mencatat bahwa dokumen gugatan sendiri secara eksplisit menyatakan bahwa keberhasilan gugatan tidak dijamin. Hingga saat ini, jadwal persidangan pun belum ditetapkan.
Ringkasan Fakta Kunci Gugatan
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Pengadilan | Federal Distrik Utara California, AS |
| Tergugat | Grup TDK Corporation / Grup NHK Spring |
| Periode dugaan kartel | Januari 2003 – 31 Desember 2016 |
| Pangsa pasar komponen | 97% HDD global (dilaporkan) |
| Merek HDD yang terdampak | Seagate, Western Digital, Toshiba |
| Preseden Kanada | Gugatan 2019, banding ditolak 2022 |
| Batas opt-out | 23 Agustus 2026 |
| Jadwal sidang | Belum ditetapkan |
Harga HDD Sudah Naik 50% dalam 5 Bulan — Kini Diperparah Permintaan AI
Terlepas dari proses hukum yang sedang berjalan, pasar HDD global saat ini tengah mengalami tekanan harga yang signifikan karena faktor yang sama sekali berbeda: lonjakan permintaan dari pusat data AI.
Western Digital dan Seagate dilaporkan telah menjual habis seluruh kapasitas produksi HDD 2026 untuk kebutuhan pusat data AI. CEO Western Digital, Irving Tan, dalam konferensi hasil keuangan kuartal kedua menyatakan bahwa perusahaan "hampir terjual habis untuk sepanjang 2026" dengan pesanan terkonfirmasi dari tujuh pelanggan teratas. Kontrak pasokan jangka panjang bahkan sudah diperpanjang hingga 2027 dan 2028.
Dampaknya langsung terasa di segmen konsumen. Harga HDD untuk pengguna umum naik sekitar 50% dalam lima bulan terakhir. Sebagai gambaran, WD Blue 4TB yang sebelumnya dijual di kisaran $67–$85 (sekitar Rp 1.088.000–Rp 1.381.000) kini telah mencapai $99 (sekitar Rp 1.608.750). Data DigiTimes menunjukkan bahwa harga kontrak HDD pada kuartal keempat 2025 naik sekitar 4% dibanding kuartal sebelumnya — kenaikan terbesar dalam delapan kuartal terakhir.
Relevansi bagi Konsumen di Indonesia
Secara langsung, gugatan class action ini tidak membuka jalur kompensasi bagi konsumen di Indonesia, karena cakupannya terbatas pada pembeli HDD di wilayah Amerika Serikat dalam periode 2003–2016.
Namun, ada dua hal yang relevan untuk diperhatikan. Pertama, kasus ini menegaskan betapa rentannya rantai pasok industri penyimpanan data global terhadap konsentrasi pasar yang ekstrem — dua kelompok perusahaan menguasai komponen kritis pada 97% HDD dunia. Kedua, kenaikan harga HDD yang sedang terjadi saat ini akibat permintaan AI sudah berdampak nyata pada harga unit di pasar global, termasuk produk yang beredar di Indonesia melalui jalur distribusi resmi maupun paralel.
Bagi konsumen Indonesia yang berencana membeli HDD kapasitas besar dalam waktu dekat, kondisi pasar saat ini menyarankan untuk tidak menunda pembelian jika kebutuhan sudah mendesak, mengingat tren harga yang masih cenderung naik dan pasokan untuk segmen konsumen yang semakin terbatas.
Sumber
- Tom's Hardware — Class-action price-fixing lawsuit targets hard drive component makers as costs skyrocket — 13-year scheme allegedly drove up prices for major HDD brands
- Justia / Pengadilan Banding Sirkuit ke-9 AS — SEAGATE TECHNOLOGY LLC v. NHK SPRING CO., LTD. No. 24-4470 (9th Cir. 2026)
- Law360 — In re: Hard Disk Drive Suspension Assemblies Antitrust Litigation
