Google Messages tampaknya bersiap menghadirkan fitur kustomisasi tampilan chat yang selama ini menjadi keunggulan Samsung Messages. Analisis kode pada versi beta terbaru mengungkap jejak pengembangan fitur latar belakang chat kustom, sekaligus perombakan antarmuka pengaturan Smart Reply yang lebih intuitif.
Fitur Latar Belakang Kustom Terkonfirmasi di Kode Beta
Android Authority, bekerja sama dengan peneliti AssembleDebug, menganalisis build beta terbaru Google Messages bernama messages.android_20260508_02_RC00.phone.openbeta_dynamic. Hasilnya: manifest aplikasi kini memuat sebuah receiver yang secara eksplisit diidentifikasi sebagai komponen untuk fitur latar belakang kustom.
Pada analisis sebelumnya, peneliti sudah menemukan string teks terkait warna kustom per percakapan, unggah foto, dan pengaturan latar belakang chat. Temuan terbaru ini memperkuat indikasi bahwa pengembangan fitur tersebut masih berjalan aktif.
Perlu dicatat, informasi ini bersumber dari APK teardown — analisis kode yang belum dirilis secara resmi. Artinya, fitur ini belum tersedia untuk pengguna umum, dan Google belum membuat pengumuman resmi apa pun. Spesifikasi maupun jadwal rilis masih bisa berubah atau bahkan dibatalkan.
Jika fitur ini benar-benar diluncurkan, pengguna berpotensi dapat menetapkan foto keluarga sebagai latar belakang grup chat keluarga, gambar kenangan untuk percakapan dengan pasangan, atau latar polos minimalis untuk urusan pekerjaan — sehingga setiap percakapan bisa langsung dikenali secara visual begitu dibuka.
Kaitan dengan Berakhirnya Samsung Messages
Konteks pengembangan fitur ini tidak bisa dilepaskan dari pengumuman Samsung yang akan menghentikan layanan Samsung Messages. Samsung telah memuat pemberitahuan resmi di halaman dukungan Amerika Serikat, menyatakan bahwa layanan akan berakhir pada Juli 2026.
Penting untuk dipahami bahwa penghentian ini hanya berlaku di pasar Amerika Serikat dan terbatas pada perangkat dengan Android 12 ke atas. Ini bukan penghentian global secara serentak.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait migrasi tersebut:
- Perangkat Samsung yang dirilis sebelum 2022 berpotensi mengalami gangguan sementara pada percakapan RCS saat berpindah aplikasi
- Pemilik Galaxy S26 ke atas tidak dapat mengunduh Samsung Messages
- Smartwatch generasi lama berbasis Tizen OS tidak akan dapat menampilkan riwayat percakapan secara lengkap
- Samsung tidak menyediakan alat migrasi riwayat chat satu klik ke Google Messages
Dalam konteks inilah, upaya Google menghadirkan fitur kustomisasi latar belakang — salah satu daya tarik utama Samsung Messages — dinilai sebagai langkah strategis untuk mengurangi hambatan migrasi bagi pengguna yang sudah terbiasa dengan pengalaman tersebut.
Smart Reply: Dari Toggle ke Layar Pengaturan Tersendiri
Selain latar belakang kustom, kode beta juga mengindikasikan perombakan antarmuka pengaturan Smart Reply. Sebelumnya, Google Messages memperkenalkan toggle untuk memilih apakah balasan cepat langsung terkirim atau terlebih dahulu dibuka di jendela pengeditan.
Masalahnya, toggle secara umum dipersepsikan sebagai tombol on/off, bukan pemilih antara dua opsi perilaku. Desain ini dinilai kurang intuitif bagi pengguna baru.
Perubahan yang terbaca dari kode pengembangan meliputi:
- Pengaturan Smart Reply dipindahkan ke layar tersendiri yang terpisah
- Dua pilihan disajikan secara eksplisit: "Buka sebagai draf" atau "Kirim langsung"
- Antarmuka lebih mudah dipahami meski sedikit lebih memakan ruang dibanding toggle sebelumnya
Sebagai gambaran penggunaannya: mereka yang sering berkomunikasi dengan rekan kerja atau atasan mungkin lebih memilih opsi "buka sebagai draf" agar bisa meninjau kalimat sebelum mengirim, sementara untuk percakapan santai dengan keluarga atau teman, opsi "kirim langsung" bisa mempercepat respons.
Pembaruan Besar Google Messages di 2026: E2EE RCS hingga Deteksi Penipuan
Di luar dua fitur yang sedang dikembangkan ini, Google Messages juga tengah menjalani pembaruan struktural yang lebih besar. Pada Mei 2026, Google Messages mulai mendukung RCS dengan enkripsi end-to-end (E2EE) antara pengguna Android dan iPhone yang menjalankan iOS 26.5 — sebuah langkah signifikan yang menjadikan komunikasi terenkripsi tidak lagi terbatas pada sesama pengguna Android.
Di sisi keamanan, perangkat flagship seperti Pixel 10 dan Galaxy S26 kini memanfaatkan Gemini Nano berbasis perangkat untuk mendeteksi ancaman percakapan, termasuk modus penipuan romantis (romance scam). Fitur lain yang turut diperbarui antara lain:
- Chat yang dihapus kini masuk tempat sampah selama 30 hari sebelum terhapus permanen
- Fitur @mention mulai diluncurkan secara resmi
- Dukungan video call native melalui RCS 4.0 sedang dalam perencanaan
Relevansi bagi Pengguna di Indonesia
Penghentian Samsung Messages secara resmi hanya berlaku di Amerika Serikat, sehingga dampak langsungnya bagi pengguna Samsung di Indonesia saat ini masih terbatas. Namun, tren konsolidasi ke Google Messages sebagai klien SMS/RCS utama di ekosistem Android kemungkinan besar akan terasa secara bertahap di pasar global, termasuk Indonesia.
Bagi pengguna Samsung di Indonesia yang sudah menggunakan Google Messages sebagai aplikasi pesan utama, pembaruan-pembaruan ini — terutama fitur latar belakang kustom dan enkripsi E2EE RCS — bisa menjadi alasan tambahan untuk semakin mengandalkan aplikasi tersebut. Informasi jadwal rilis resmi untuk fitur-fitur ini belum diumumkan oleh Google.
