Google resmi memperkenalkan apa yang disebutnya sebagai "iklan generasi baru" untuk mesin pencarinya, seiring dengan semakin dalamnya integrasi kecerdasan buatan (AI) ke dalam pengalaman pencarian. Setidaknya empat format iklan baru diumumkan atau sedang dalam tahap pengujian, termasuk iklan belanja bertenaga Gemini dan iklan yang dilengkapi chatbot interaktif. Batas antara hasil pencarian organik dan konten berbayar pun semakin tipis.
Mengapa Google Mengubah Format Iklannya Sekarang?
Perubahan ini bukan tanpa alasan. AI Mode — fitur pencarian berbasis AI milik Google — tumbuh dengan sangat cepat. Berdasarkan data yang dilaporkan, AI Mode telah memproses lebih dari 1 miliar kueri per bulan pada awal 2026, dengan jumlah pengguna bulanan yang juga menembus angka 1 miliar. Panjang rata-rata kueri di AI Mode tercatat tiga kali lebih panjang dibanding pencarian konvensional, dan 1 dari 6 kueri menggunakan input non-teks seperti suara atau gambar.
Dari sisi pendapatan, Google Search dan iklan terkait membukukan pendapatan sebesar $60 miliar (sekitar Rp 975.000.000.000.000) pada kuartal pertama 2026, naik 19% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini mendorong Google untuk segera menyesuaikan format iklannya agar tetap relevan di era pencarian berbasis AI.
Perlu dicatat pula bahwa proporsi halaman hasil pencarian yang menampilkan AI Overview sekaligus iklan telah melonjak dari sekitar 3% pada Januari 2025 menjadi sekitar 25,5% — sebuah peningkatan sebesar 394% dalam waktu singkat.
Empat Format Iklan Baru yang Perlu Diketahui
Google memperkenalkan empat format iklan dalam rangkaian pengumuman ini. Dua di antaranya masuk dalam kategori "iklan generasi baru", sementara dua lainnya masih dalam tahap pengujian khusus untuk AI Mode.
1. Iklan Belanja Bertenaga Gemini (AI Shopping Ads)
Format pertama memanfaatkan Gemini untuk menampilkan produk sponsor yang relevan ketika pengguna melakukan pencarian produk. Yang membedakannya dari iklan belanja konvensional adalah adanya teks penjelasan singkat yang dihasilkan oleh AI — menjelaskan mengapa produk tersebut cocok dengan kebutuhan pengguna.
Sebagai gambaran, Google mencontohkan pencarian "mesin espresso pod yang ringkas". Gemini akan menampilkan produk yang relevan sekaligus memberikan penjelasan singkat mengapa produk itu layak dipertimbangkan. Bagi konsumen, ini terasa seperti rekomendasi, bukan sekadar iklan — dan di sinilah letak tantangan transparansinya.
2. Iklan dengan Chatbot Terintegrasi
Format kedua menyematkan chatbot langsung di dalam unit iklan. Pengguna dapat menekan tombol "Ask a question" yang muncul di dalam iklan, lalu Gemini akan menjawab pertanyaan berdasarkan informasi yang tersedia di situs web pengiklan — mulai dari ukuran produk, bahan, ketersediaan stok, hingga syarat pengiriman.
Dengan kata lain, calon pembeli tidak perlu lagi membuka tab baru untuk mencari informasi tambahan. Seluruh proses riset pra-pembelian dapat diselesaikan di dalam unit iklan itu sendiri. Menariknya, karena sumber jawaban berasal dari situs pengiklan, netralitas informasi yang diberikan tetap perlu dipertanyakan.
3. Conversational Discovery (Dalam Pengujian untuk AI Mode)
Format ketiga ini menampilkan unit iklan sponsor sebagai respons terhadap pertanyaan spesifik pengguna di AI Mode. Contoh yang diberikan Google adalah pertanyaan "Bagaimana cara membuat rumah lebih wangi dengan mudah?" — di bawah jawaban AI, akan muncul iklan bergambar lengkap dengan deskripsi produk yang relevan.
4. Highlighted Answers (Dalam Pengujian untuk AI Mode)
Format keempat menyisipkan hasil sponsor di dalam daftar rekomendasi yang dihasilkan AI. Sebagai contoh, ketika pengguna bertanya tentang "aplikasi belajar bahasa terbaik untuk perjalanan", Duolingo dapat muncul sebagai hasil sponsor di antara rekomendasi organik. Format ini dilengkapi label "Sponsored" untuk membedakannya dari hasil non-berbayar.
| Format | Status | Cara Kerja |
|---|---|---|
| AI Shopping Ads | Diluncurkan | Gemini merekomendasikan produk + penjelasan AI |
| Chatbot dalam Iklan | Diluncurkan | Tombol tanya jawab langsung di unit iklan |
| Conversational Discovery | Dalam pengujian | Iklan muncul sebagai respons pertanyaan di AI Mode |
| Highlighted Answers | Dalam pengujian | Iklan disisipkan dalam daftar rekomendasi AI |
Ekosistem Iklan yang Lebih Luas: Direct Offers hingga Ask Advisor
Keempat format di atas diumumkan sebagai bagian dari paket pembaruan yang lebih besar dalam ajang Google Marketing Live 2026. Beberapa pembaruan lain yang turut diumumkan antara lain:
- Direct Offers — fitur yang memungkinkan merek menawarkan promosi relevan langsung dalam pengalaman belanja. Diluncurkan sejak Januari 2026 dengan merek seperti Chewy, Gap, dan L'Oréal sebagai peserta awal. Ke depannya, fitur ini akan diperluas ke sektor perjalanan, dengan Booking dan Expedia disebut akan dapat menawarkan promo langsung di dalam rencana perjalanan berbasis AI.
- Business Agent for Leads — sedang diuji untuk tiga industri: pendidikan, otomotif, dan properti. Tersedia dalam open beta untuk pengiklan di Amerika Serikat.
- Ask Advisor — agen Gemini tunggal yang mengintegrasikan Google Ads, Analytics, dan Merchant Center dalam satu antarmuka untuk memudahkan pengelolaan iklan oleh pengiklan.
Apa Artinya Bagi Pengguna dan Pengiklan di Indonesia?
Bagi pengguna Google di Indonesia, perubahan ini kemungkinan akan mulai terasa secara bertahap. Dua format yang sudah diluncurkan (AI Shopping Ads dan chatbot dalam iklan) belum diumumkan jadwal pastinya untuk pasar Indonesia, sementara Conversational Discovery dan Highlighted Answers masih dalam tahap pengujian tanpa kepastian wilayah peluncuran.
Yang perlu diwaspadai adalah soal transparansi: meskipun label "Sponsored" disebut akan tetap ada, batas antara rekomendasi AI yang netral dan konten berbayar akan semakin sulit dibedakan secara visual. Pengguna perlu lebih kritis dalam membaca hasil pencarian ke depannya.
Bagi pelaku bisnis dan pengiklan digital di Indonesia, perkembangan ini menjadi sinyal bahwa strategi iklan berbasis kata kunci konvensional perlu mulai disesuaikan dengan format percakapan (conversational) yang lebih kaya konteks — sebuah pergeseran yang kemungkinan akan memengaruhi cara merek-merek lokal beriklan di Google dalam satu hingga dua tahun ke depan.
Sumber
- Android Authority — Don't like the changes coming to Google Search? Then you're going to hate this news
- PPC Land — Google's new AI search ad formats reshape how brands reach buyers
- Digital Applied — Google AI Mode: 75M Users, Ads in 25% of AI Results
