Google Foto tampaknya bersiap menghadirkan kemampuan pengeditan yang lebih lengkap untuk fitur video otomatis "Memories". Berdasarkan analisis kode tersembunyi dalam APK terbaru, pengguna nantinya bisa menambahkan teks dan mengatur durasi tampilan setiap foto — langsung di dalam aplikasi, tanpa perlu aplikasi pengeditan video pihak ketiga.
Apa yang Ditemukan dalam APK Google Foto Versi 7.78.0?
Android Authority melaporkan bahwa peneliti bernama AssembleDebug berhasil mengaktifkan fitur tersembunyi dalam Google Foto versi 7.78.0.920664585. Fitur ini belum tersedia bagi pengguna umum, namun kode di baliknya mengindikasikan adanya integrasi antara editor Memories dengan editor Highlight Video yang sudah ada.
Jika fitur ini dirilis secara resmi, pengguna berpotensi dapat melakukan hal-hal berikut langsung di dalam Google Foto:
- Menambahkan teks overlay di atas video Memories
- Mengatur durasi tampilan masing-masing foto secara individual
- Menyesuaikan musik atau audio secara lebih detail
Selama ini, pengguna yang ingin menambahkan teks atau mengatur tempo tampilan foto harus mengekspor video Memories terlebih dahulu, lalu mengeditnya di aplikasi seperti CapCut atau InShot. Jika integrasi ini terwujud, seluruh proses tersebut dapat diselesaikan dalam satu aplikasi.
Highlight Video Juga Mendapat Dua Fitur Tambahan
Selain integrasi dengan Memories, editor Highlight Video — yang menjadi "tujuan" penggabungan ini — juga dikabarkan sedang diuji dengan dua kemampuan baru:
- Filter per foto: Setiap foto dalam satu video dapat diberi filter yang berbeda-beda, memberikan variasi visual yang lebih kaya.
- Opsi kanvas 9:16: Pengguna dapat memilih antara mode "Fit" (foto muat dalam bingkai) atau "Fill" (foto memenuhi seluruh layar) untuk format video vertikal — format yang sangat relevan untuk diunggah ke Instagram Reels maupun YouTube Shorts.
Kedua fitur ini mencerminkan arah Google yang semakin memperhatikan kebutuhan berbagi konten di platform media sosial berbasis video vertikal.
"Creative Hub": Satu Tempat untuk Semua Karya
Google juga dilaporkan sedang menguji sebuah hub khusus di dalam Google Foto untuk menampung berbagai karya yang dihasilkan pengguna. Selama ini, hasil kreasi seperti kolase atau foto sinematik bercampur dengan foto biasa di timeline, sehingga sulit ditemukan kembali.
Hub baru ini akan mengumpulkan berbagai jenis konten berikut dalam satu tempat:
| Jenis Konten | Keterangan |
|---|---|
| Collages | Gabungan beberapa foto dalam satu bingkai |
| Remixed images | Foto yang telah diedit atau dimodifikasi |
| Animations | Video animasi dari foto |
| Cinematic photos | Foto dengan efek sinematik |
Dengan adanya hub ini, alur kerja "buat → kelola → bagikan" menjadi lebih terpadu dan efisien.
Sudah Ada Fondasi: Lima Alat Pengeditan yang Dirilis Desember 2025
Perlu dicatat bahwa integrasi Memories ke dalam Highlight Video bukan berarti Google membangun fitur dari nol. Pada 9 Desember 2025, Google secara resmi meluncurkan lima alat pengeditan baru untuk Highlight Video, termasuk:
- Timeline universal untuk pengeditan multi-klip
- Adaptive canvas yang memudahkan penyusunan konten
- Teks overlay dengan sekitar 15 pilihan font dan lebih dari 20 warna (di Android)
- Editor yang telah menjadi default untuk pengeditan klip video individual di Android
- Versi desain ulang yang juga sudah hadir di iOS sejak Desember 2025
Dengan fondasi ini, fitur-fitur yang kini sedang diuji untuk Memories kemungkinan besar akan memanfaatkan komponen yang sama — bukan dikembangkan secara terpisah.
Ekosistem AI Google Foto yang Terus Berkembang
Langkah ini sejalan dengan transformasi besar Google Foto menjadi platform kreasi berbasis AI. Per 2026, Google Foto telah melampaui 1,5 miliar pengguna aktif bulanan, dengan sekitar 4,3 miliar foto diunggah setiap harinya ke server Google.
Di atas basis pengguna yang masif ini, Google terus menumpuk fitur kreatif berbasis AI:
| Fitur | Fungsi |
|---|---|
| Nano Banana | Pembuatan gambar dengan AI |
| Magic Editor | Pengeditan dan koreksi foto |
| Photo to Video | Pembuatan klip video 6 detik |
| Highlight Video | Montase otomatis |
| Ask Photos | Pencarian foto berbasis percakapan |
Sebagian fitur canggih tersedia melalui langganan Premium AI seharga $21,99 per bulan (sekitar Rp 357.000) yang diakses melalui Gemini 3 Pro. Fitur Photo to Video sendiri hanya tersedia bagi pengguna berusia 18 tahun ke atas dengan akun Google pribadi.
Perlu Diingat: Ini Masih Tahap Pengembangan
Seluruh informasi dalam artikel ini bersumber dari analisis kode APK yang belum dirilis ke publik. Fitur yang ditemukan dalam kode tersembunyi tidak selalu berarti akan dirilis — spesifikasi, tampilan, maupun cakupan fiturnya bisa berubah sebelum peluncuran resmi, atau bahkan tidak diluncurkan sama sekali.
Belum ada pengumuman resmi dari Google mengenai waktu ketersediaan fitur-fitur ini. Bagi pengguna Google Foto di Indonesia yang sering berbagi video kenangan bersama keluarga atau teman, perkembangan ini patut diikuti — namun sebaiknya menunggu konfirmasi resmi sebelum mengambil kesimpulan lebih jauh. Informasi ketersediaan untuk pasar Indonesia belum diumumkan secara spesifik.
Sumber
- Android Authority — Google Photos could soon give you more tools to make your Memories shine
- Android Central — Google Photos introduces customizable video editing tools for year-end highlight reels
- Google Blog — 5 new video editing tools in Google Photos
