Seorang pengguna Galaxy S24 di Korea Selatan mengklaim ponselnya tiba-tiba mengembang, mengeluarkan asap, lalu terbakar di tangannya saat sedang digunakan untuk browsing — bukan saat pengisian daya. Kejadian ini mengakibatkan luka bakar ringan dan gejala akibat menghirup asap, sehingga korban harus mendapatkan penanganan medis. Laporan yang diunggah di Reddit ini kini menjadi perhatian luas, termasuk bagi pengguna Galaxy S24 di Indonesia.

Kronologi: Browsing Biasa Berujung Kebakaran

Berdasarkan unggahan di Reddit, pengguna tersebut sedang melakukan pencarian web menggunakan Galaxy S24 ketika perangkat tiba-tiba mengembang secara drastis. Dalam hitungan singkat, asap mulai keluar, diikuti panas ekstrem, dan akhirnya perangkat terbakar di genggamannya.

Bagian bawah casing ponsel dilaporkan terbelah, yang menurut korban justru membantu meminimalkan cedera fisik yang lebih serius. Dampak yang dialami meliputi luka bakar ringan berupa lepuhan, gejala akibat menghirup asap, serta gangguan kecemasan dan insomnia yang turut memerlukan penanganan medis.

Yang perlu dicatat, pengguna secara tegas menyatakan tiga hal berikut:

  • Perangkat tidak sedang diisi daya saat kejadian berlangsung
  • Ponsel belum pernah diperbaiki atau dibuka sebelumnya
  • Tidak ada riwayat terjatuh atau kerusakan fisik sebelumnya

Artinya, klaim ini tidak dapat dijelaskan dengan faktor eksternal seperti kerusakan akibat benturan atau modifikasi pihak ketiga.

Pemadam Kebakaran: Jejak Kebakaran Sesuai Baterai Lithium

Pihak pemadam kebakaran setempat disebut telah memeriksa lokasi kejadian dan menyatakan bahwa jejak kebakaran yang ditemukan konsisten dengan karakteristik kebakaran baterai lithium-ion. Pengguna juga mengklaim memiliki rekaman video terkait insiden tersebut.

Korban telah menghubungi pusat layanan Samsung di Korea, namun berharap dapat berkomunikasi langsung dengan divisi terkait di kantor pusat Samsung. Android Authority telah mengajukan permintaan pernyataan resmi kepada Samsung melalui jalur media, dan akan memperbarui informasi begitu ada respons.

Hingga artikel ini ditulis, Samsung belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden ini.

Bukan Kasus Pertama: Laporan Serupa pada Galaxy S24

Insiden di Korea ini bukan satu-satunya laporan terkait Galaxy S24. Pada Januari 2026, seorang pengguna di Eropa memposting di Samsung Community Forum bahwa baterai Galaxy S24 meledak saat digunakan oleh anaknya yang berusia 12 tahun. Dalam kasus tersebut, Samsung dilaporkan menolak bertanggung jawab dengan alasan perangkat sudah melewati masa garansi, dan menyarankan perbaikan berbayar.

Sebelumnya, pada Mei 2024, sebuah unggahan di platform X memperlihatkan Galaxy S24 Ultra yang diklaim terbakar, meski unggahan aslinya di Reddit kini telah dihapus.

Perlu digarisbawahi bahwa akumulasi laporan individual ini tidak serta-merta membuktikan adanya cacat sistemik pada seluruh lini Galaxy S24. Galaxy S24 telah terjual jutaan unit di seluruh dunia, dan jumlah laporan semacam ini tergolong sangat kecil secara proporsional. Meski demikian, laporan-laporan ini wajar menjadi perhatian konsumen.

Kenali Tanda Bahaya Baterai: Jangan Abaikan Ini

Bagi pengguna Galaxy S24 — termasuk di Indonesia — tidak perlu panik. Namun, mengenali tanda-tanda awal masalah baterai adalah langkah pencegahan yang bijak. Segera hentikan penggunaan dan letakkan perangkat di tempat aman jika Anda menemukan:

  • Punggung atau layar ponsel terasa mengembung atau terangkat
  • Panas berlebih meski perangkat tidak sedang digunakan intensif
  • Bau tidak wajar atau asap yang keluar dari perangkat

Samsung sendiri, melalui chatbot dukungan resminya, telah memperingatkan bahwa baterai yang mengembang berbahaya dan penggunaan harus segera dihentikan.

Cara Aman Menghadapi Kebakaran Baterai Lithium

Standar keamanan internasional IEC 62133 mengatur keamanan baterai lithium-ion untuk perangkat portabel, mencakup risiko seperti pengisian berlebih, korsleting, dan thermal runaway. Insiden dapat terjadi saat perangkat digunakan, disimpan, maupun diisi daya.

Jika menghadapi situasi darurat baterai terbakar, ikuti langkah berikut:

  • Jauhkan orang-orang di sekitar dari perangkat dan hindari menghirup asap
  • Jangan pegang perangkat yang sedang terbakar atau berasap dengan tangan kosong
  • Ambil jarak aman dan jangan mencoba memadamkan sendiri
  • Jangan siram dengan air — baterai lithium-ion dapat bereaksi tidak terduga

Sebagai gambaran tambahan, untuk penyimpanan jangka panjang, para ahli merekomendasikan menyimpan perangkat lama pada kapasitas baterai sekitar 50%, bukan penuh atau kosong sepenuhnya.

Apa Artinya bagi Pengguna di Indonesia?

Galaxy S24 series tersedia secara resmi di Indonesia melalui saluran seperti Samsung Experience Store, Erafone, dan iBox. Bagi konsumen di Indonesia yang menggunakan Galaxy S24, insiden ini menjadi pengingat untuk lebih memperhatikan kondisi fisik perangkat secara berkala.

Sejauh ini, tidak ada laporan serupa yang terdokumentasi dari pengguna di Indonesia, dan belum ada indikasi cacat produksi yang meluas. Situasi ini masih dalam tahap pemantauan, dan langkah terbaik saat ini adalah mengikuti perkembangan respons resmi dari Samsung.


T: Apakah Galaxy S24 masih aman digunakan? Berdasarkan informasi yang tersedia, insiden ini masih dipandang sebagai kasus terisolasi. Tidak ada bukti cacat sistemik pada seluruh lini Galaxy S24. Selama tidak ada tanda-tanda fisik seperti mengembung atau panas berlebih, tidak ada alasan untuk berhenti menggunakannya.

T: Apakah klaim "tidak sedang diisi daya" sudah diverifikasi? Belum. Pernyataan tersebut berasal dari unggahan pengguna di Reddit dan belum diverifikasi oleh pihak independen. Pemadam kebakaran setempat disebut mengonfirmasi jejak kebakaran baterai lithium, namun ini berdasarkan klaim pengguna yang bersangkutan, bukan laporan resmi yang dipublikasikan.

Sumber