CapCut akhirnya meluncurkan versi khusus tablet Android bernama CapCut Pad, lengkap dengan antarmuka yang dioptimalkan untuk layar besar. Yang lebih menarik, seluruh fitur premium dibuka secara gratis untuk sementara waktu — tanpa perlu berlangganan. Bagi kreator konten di Indonesia yang mengandalkan tablet Android sebagai perangkat editing, ini adalah momen yang sayang untuk dilewatkan.

Bukan Sekadar Versi "Diperbesar" dari Aplikasi Ponsel

Selama ini, pengguna Android tablet yang ingin menggunakan CapCut hanya bisa mengandalkan aplikasi versi ponsel yang ditampilkan secara penuh di layar besar — hasilnya tentu kurang optimal dari sisi tata letak dan kenyamanan operasional. CapCut Pad hadir sebagai solusi nyata atas masalah tersebut.

Aplikasi ini dirancang khusus untuk memanfaatkan ruang layar tablet secara maksimal. Dengan antarmuka multi-track timeline yang dapat dioperasikan lewat sentuhan, pengguna bisa mengelola banyak lapisan video sekaligus tanpa merasa sempit. Pengalaman editing pun menjadi jauh lebih mendekati cara kerja aplikasi desktop profesional.

Perlu dicatat, CapCut Pad sebelumnya sudah lebih dulu tersedia untuk iPad. Versi Android tablet ini merupakan langkah berikutnya dalam ekspansi ekosistem CapCut ke berbagai perangkat.

Fitur Lengkap: dari 4K hingga AI Otomatis

CapCut Pad tidak hanya menawarkan tampilan yang lebih lega — fitur yang dibawanya pun cukup komprehensif untuk kebutuhan produksi konten serius. Berikut rangkuman kemampuan utamanya berdasarkan informasi yang tersedia:

  • Keyframe, chroma key, dan video stabilization untuk kontrol editing yang presisi
  • Auto caption, text-to-speech, motion tracking, dan penghapus latar belakang otomatis berbasis AI
  • Ekspor hingga 4K 60fps dengan dukungan Smart HDR
  • Kompatibilitas format input yang luas: MP4, MOV, 3GP, MPEG, AVI, hingga WMV

Untuk ekspor, format yang didukung adalah MP4 dan MOV. Versi yang saat ini tersedia di Google Play adalah 7.7.2 dengan pembaruan tertanggal 14 Mei 2026, dan membutuhkan Android 15.0 ke atas.

Poin terakhir ini perlu diperhatikan. Tablet Android dengan siklus pembaruan sistem yang lebih lambat dibanding ponsel bisa jadi belum memenuhi syarat minimum tersebut. Sebelum mengunduh, pastikan perangkat Anda sudah menjalankan Android 15.

Gratis Sekarang, Tapi Sampai Kapan?

CapCut Pad dapat diunduh secara gratis melalui Google Play Store. Lebih dari itu, seluruh fitur premium saat ini dibuka tanpa biaya — termasuk fitur yang biasanya memerlukan paket berlangganan.

Android Authority menyebut kondisi ini sebagai "completely free for now", yang mengisyaratkan bahwa kebijakan ini bersifat sementara dan bisa berubah sewaktu-waktu. Tidak ada pengumuman resmi mengenai kapan periode gratis ini akan berakhir.

Sebagai gambaran, struktur harga berlangganan CapCut saat ini adalah sebagai berikut:

PaketHargaKeterangan
FreeGratisFitur editing dasar
Standard$9,99/bulan (sekitar Rp 162.000)Fokus mobile, hapus watermark
Prosekitar $19,99/bulan (sekitar Rp 325.000)4K, AI tools lengkap, 1TB cloud

Perlu diketahui, harga berlangganan melalui Google Play cenderung $0,50–$2 lebih mahal dibanding berlangganan langsung lewat situs web resmi CapCut. Jika nantinya Anda memutuskan untuk berlangganan setelah masa gratis berakhir, jalur web bisa menjadi pilihan yang lebih hemat.

Waktu Terbaik untuk Mencoba adalah Sekarang

Bagi kreator konten di Indonesia — baik yang aktif di YouTube, TikTok, maupun Instagram Reels — CapCut Pad menawarkan alternatif editing berbasis tablet yang kini jauh lebih layak dipertimbangkan. Dengan layar besar dan antarmuka yang dioptimalkan, proses editing video berdurasi panjang pun menjadi lebih nyaman dibanding menggunakan ponsel.

Manfaatkan periode gratis ini untuk menguji seluruh fitur, membangun alur kerja editing yang sesuai, dan menilai apakah aplikasi ini sepadan dengan biaya berlangganan di masa mendatang. Jika tablet Anda sudah menjalankan Android 15, tidak ada alasan untuk menunda.

Sumber