Google AI Overviews sedang mengalami gangguan yang cukup mengejutkan: ketika pengguna mengetik kata "disregard" di kolom pencarian untuk mencari definisinya, sistem justru merespons seolah menerima instruksi dari pengguna. Alih-alih menampilkan arti kata, AI Overviews membalas dengan kalimat seperti kepada chatbot. Google telah mengakui masalah ini dan menyatakan sedang mengerjakan perbaikan.
Apa yang Terjadi Saat Mengetik "disregard" di Google?
Google Search sudah lama memiliki fitur yang menampilkan kotak definisi kamus di bagian paling atas hasil pencarian ketika pengguna mengetikkan sebuah kata. Kini, fitur tersebut dijalankan oleh AI Overviews. Namun untuk kata-kata tertentu, sistem ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Pengguna X dengan akun @ariadotwav melaporkan bahwa ketika ia mengetik "disregard" (yang berarti "mengabaikan"), AI Overviews tidak menampilkan definisi, melainkan merespons dengan kalimat berikut:
"Understood! I'll ignore the previous prompt and start fresh." (Dipahami! Saya akan mengabaikan prompt sebelumnya dan memulai dari awal.)
Ini adalah respons yang lazim diberikan chatbot ketika menerima instruksi untuk mengulang percakapan — bukan jawaban yang diharapkan dari fitur pencarian definisi kamus. Artinya, AI Overviews tidak mampu membedakan apakah pengguna sedang mencari arti sebuah kata atau memberikan perintah kepada sistem AI.
Enam Kata yang Memicu Gangguan Ini
Berdasarkan verifikasi yang dilakukan oleh Android Authority, gangguan ini tidak hanya terjadi pada kata "disregard". Setidaknya enam kata bahasa Inggris berikut memicu respons yang keliru:
- disregard (abaikan)
- ignore (abaikan)
- remember (ingat)
- start (mulai)
- finished (selesai)
- forget (lupakan)
Perlu dicatat, keenam kata tersebut memiliki kesamaan: semuanya lazim digunakan sebagai kata perintah (action word) dalam percakapan dengan chatbot AI. Sistem rupanya salah mengidentifikasi kata-kata ini sebagai instruksi, bukan sebagai objek pencarian.
Yang lebih mengkhawatirkan, Android Authority melaporkan bahwa menambahkan kata "definition" di samping kata yang bermasalah pun tidak memperbaiki situasi. Artinya, AI Overviews mengalami kegagalan di tahap paling awal: memahami maksud dari kueri pengguna.
Respons Google: Diakui, Tapi Jadwal Perbaikan Belum Jelas
Menanggapi laporan Android Authority pada 22 Mei 2026, perwakilan Google menyampaikan pernyataan resmi sebagai berikut:
"We're aware that AI Overviews are misinterpreting some action-related queries, and we're working on a fix, which will roll out soon." (Kami mengetahui bahwa AI Overviews salah menginterpretasikan sejumlah kueri yang bersifat tindakan, dan kami sedang mengerjakan perbaikan yang akan segera diluncurkan.)
Frasa "action-related queries" yang digunakan Google mengonfirmasi bahwa pihak perusahaan memahami akar masalahnya: kata-kata yang biasa dipakai sebagai perintah kepada AI menjadi pemicu gangguan. Meski demikian, Google tidak memberikan tenggat waktu pasti kapan perbaikan akan tersedia bagi seluruh pengguna.
Bagi pengguna yang saat ini membutuhkan definisi kata-kata tersebut, solusi sementara yang paling praktis adalah menggunakan layanan kamus daring seperti Merriam-Webster, Cambridge Dictionary, atau KBBI daring — tanpa mengandalkan AI Overviews.
Prompt Injection: Kelemahan Struktural di Balik Gangguan Ini
Insiden ini bukan sekadar bug biasa. Para peneliti keamanan melihatnya sebagai manifestasi dari kelemahan yang lebih dalam, yang dikenal sebagai prompt injection — kondisi di mana sistem AI memproses input pengguna (atau data eksternal) sebagai instruksi, bukan sebagai konten yang perlu dianalisis.
Beberapa fakta penting terkait ancaman ini:
- Google sendiri mencatat bahwa upaya prompt injection berbahaya meningkat 32% antara November 2025 hingga Februari 2026.
- OWASP (Open Worldwide Application Security Project) pada 2026 menempatkan prompt injection sebagai "LLM01" — risiko keamanan paling kritis dalam sistem berbasis model bahasa besar.
- Badan keamanan siber Inggris, NCSC, memperingatkan pada Desember 2025 bahwa masalah ini berakar pada cara LLM memproses bahasa, sehingga tidak dapat diselesaikan sepenuhnya.
Kasus "disregard" ini memang bukan serangan siber yang disengaja. Namun ia menunjukkan bahwa batas antara "mencari informasi" dan "memberi perintah kepada AI" masih sangat tipis — dan sistem belum cukup andal untuk membedakan keduanya secara konsisten.
Halusinasi AI: Masalah Lain yang Belum Tuntas
Terlepas dari bug definisi ini, ada persoalan lain yang juga perlu diperhatikan pengguna AI Overviews: halusinasi, yakni ketika AI memberikan jawaban yang terdengar meyakinkan namun faktanya keliru.
Data terbaru menunjukkan gambaran yang beragam:
| Model | Tingkat Halusinasi |
|---|---|
| Gemini 3 Pro (generasi sebelumnya) | 88% |
| Gemini 3.1 Pro Preview (Februari 2026) | 50% |
Penurunan dari 88% ke 50% memang merupakan kemajuan signifikan. Namun angka 50% tetap berarti satu dari dua respons berpotensi mengandung informasi yang tidak akurat. Sebuah studi terhadap lebih dari 3 juta ulasan aplikasi mobile menemukan bahwa sekitar 1,75% keluhan pengguna berkaitan langsung dengan kesalahan akibat halusinasi AI.
Bagi pengguna di Indonesia yang semakin banyak memanfaatkan Google Search dengan AI Overviews untuk keperluan kerja, belajar, atau riset sehari-hari, dua pelajaran dari insiden ini cukup jelas: pertama, jangan jadikan AI Overviews sebagai satu-satunya sumber untuk informasi penting; kedua, selalu verifikasi jawaban AI dengan sumber lain yang terpercaya, terutama untuk fakta, definisi, dan data teknis.
Sumber
- Android Authority — Google's AI Overviews are so confused, it can't tell if you're looking something up (Update)
- Google Security Blog — AI threats in the wild: The current state of prompt injections on the web
- Securance — Prompt injection: the OWASP #1 AI threat in 2026
