Bocoran terbaru seputar PlayStation 6 kembali memanas. Insider teknologi Moore's Law is Dead mengklaim bahwa Sony tetap berpegang pada rencana awal: RAM sekitar 30GB untuk konsol PS6 versi rumahan, dengan jadwal rilis yang masih diarahkan ke tahun 2027. Klaim ini bertentangan langsung dengan rumor sebelumnya yang menyebut Sony akan memangkas kapasitas RAM menjadi 24GB akibat lonjakan harga memori global.

RAM 30GB Dipertahankan: Mengapa Sony Tidak Turun ke 24GB?

Menurut Moore's Law is Dead — yang dirangkum oleh Android Headlines — Sony disebut tidak akan mengubah spesifikasi PS6 meski biaya komponen terus meningkat. Bocoran awal menyebutkan kapasitas RAM PS6 versi konsol berada di kisaran 30GB hingga 32GB.

Beberapa bulan terakhir, beredar rumor bahwa Sony mempertimbangkan penurunan kapasitas RAM ke 24GB sebagai langkah efisiensi biaya di tengah "krisis memori" yang menekan harga DRAM secara global. Namun, Moore's Law is Dead memberikan argumen mengapa opsi 24GB kemungkinan besar tidak akan diterapkan pada versi konsol rumahan.

Alasannya berkaitan dengan strategi lini produk Sony. PS6 versi handheld — yang dikabarkan hadir sebagai perangkat portabel berdaya rendah — sudah dirancang dengan RAM 24GB. Jika konsol rumahan juga menggunakan kapasitas yang sama, perbedaan antara kedua perangkat menjadi tidak jelas dari sisi spesifikasi perangkat keras. Perlu dicatat, seluruh informasi ini masih berstatus bocoran dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh Sony.

Jadwal 2027 Tidak Bergeser: Tekanan dari Penjualan PS5 yang Melambat

Soal waktu peluncuran, Moore's Law is Dead menegaskan bahwa penundaan bukan pilihan yang sedang dipertimbangkan Sony. Ia mengutip pernyataan "Sony needs to get to next-gen" sebagai gambaran urgensi internal perusahaan.

Latar belakangnya cukup jelas: penjualan PS5 dilaporkan mengalami penurunan, dan Sony sendiri telah menaikkan harga PS5 di Amerika Serikat pada Agustus 2025 serta di kawasan Eropa pada April 2025 — dengan alasan kenaikan biaya produksi akibat harga RAM yang melonjak. Kenaikan harga ini diyakini turut menekan angka penjualan.

Menariknya, Bloomberg sempat melaporkan pada Februari 2026 bahwa Sony mempertimbangkan penundaan rilis PS6 hingga 2028 atau bahkan 2029. Di sisi lain, CFO Sony Lin Tao menyatakan bahwa perusahaan telah mengamankan stok GDDR6 lebih awal dan berencana mempertahankan harga PS5 selama periode liburan 2026. Dua pernyataan yang saling berlawanan ini mencerminkan betapa kondisi pasar memori masih sangat menentukan arah keputusan Sony.

Dua Klaim yang Saling Bertentangan

Situasi saat ini menempatkan dua narasi yang bertolak belakang secara bersamaan:

  • Klaim A (bocoran Moore's Law is Dead): Konsol PS6 tetap menggunakan RAM sekitar 30GB, jadwal rilis 2027 tidak berubah, tidak ada revisi spesifikasi.
  • Klaim B (rumor dari sumber lain): Lonjakan harga RAM mendorong Sony untuk memangkas kapasitas menjadi 24GB.

Kedua klaim ini berasal dari sumber tidak resmi, dan Sony belum mengumumkan PS6 secara publik. Oleh karena itu, tidak ada satu pun dari keduanya yang dapat dianggap sebagai informasi final.

Perbandingan Spesifikasi: Konsol Rumahan vs. Handheld "Canis"

Berdasarkan kumpulan bocoran yang beredar, berikut gambaran perbedaan antara PS6 versi konsol dan versi handheld (dikabarkan bernama "Canis"):

KomponenPS6 Konsol RumahanPS6 Handheld (Canis)
CPUAMD Zen 64×Zen 6c + 2×Zen 6 LP (6 core)
GPUAMD RDNA 516 unit RDNA 5 CU
Proses fabrikasiTSMC 3nmTSMC 3nm
MemoriGDDR7 (bus 160-bit)LPDDR5X (bus 192-bit)
Kecepatan GPU1,20 GHz (portabel) / 1,65 GHz (dok)

Versi konsol menggunakan GDDR7 dengan bus 160-bit, yang memberikan peningkatan bandwidth sekitar 11,1% dibanding PS5 Pro. Untuk mengoptimalkan efisiensi bandwidth tersebut, AMD dan Sony dikabarkan tengah mengembangkan teknologi kompresi universal melalui proyek bersama bernama "Project Amethyst". Versi handheld menggunakan LPDDR5X dan mendukung kompatibilitas mundur dengan PS4 dan PS5.

Dampak Krisis RAM terhadap Harga Konsol Generasi Berikutnya

Konteks yang lebih luas perlu dipahami: krisis harga memori bukan hanya masalah Sony. Insider Gaming melaporkan pada 29 Desember 2025 bahwa kelangkaan RAM berpotensi memengaruhi jadwal rilis dan harga konsol generasi berikutnya secara industri. Konsol generasi mendatang disebut-sebut bisa dibanderol antara $800 hingga $1.000 (sekitar Rp 13.000.000 hingga Rp 16.250.000) — sebagai perbandingan, Xbox Series X versi 2TB sudah berada di kisaran $800 (sekitar Rp 13.000.000).

Bagi konsumen di Indonesia, angka tersebut tentu menjadi pertimbangan serius. Jika PS6 akhirnya dirilis di kisaran harga tersebut, harga resmi di pasar Indonesia kemungkinan akan lebih tinggi lagi setelah memperhitungkan pajak impor dan margin distributor. Informasi rilis resmi untuk pasar Indonesia belum diumumkan.

Untuk saat ini, sikap paling bijak adalah menunggu pengumuman resmi dari Sony. Yang bisa dipastikan hanyalah: PS6 belum diumumkan, spesifikasinya masih dalam tahap bocoran, dan kondisi pasar memori global masih bisa mengubah segalanya.

Sumber