Oppo dilaporkan tengah menggarap smartphone kelas menengah dari lini seri A dengan kapasitas baterai mencengangkan, yakni 10.000 mAh. Angka tersebut hampir dua kali lipat standar mid-range saat ini yang berkisar di 5.000 mAh. Bocoran ini datang dari leaker ternama asal Tiongkok, Digital Chat Station, dan menyebutkan harga awal sekitar CNY 2.000 (sekitar Rp 4.800.000 atau US$295).
Bocoran Resmi: Baterai 10.000 mAh di Kelas Mid-Range
Mengutip laporan GSMArena yang mengacu pada informasi Digital Chat Station, Oppo dikabarkan tengah mengembangkan smartphone seri A tanpa nama resmi dengan baterai 10.000 mAh. Jika benar terealisasi, ini akan menjadi langkah agresif untuk segmen mid-range yang biasanya bermain di angka 5.000 mAh.
Sebagai gambaran, kapasitas dua kali lipat tersebut berpotensi membuat aktivitas berat seperti streaming video, navigasi jangka panjang, hingga tethering bisa berjalan beberapa hari tanpa perlu mengisi daya. Namun perlu dicatat, detail mengenai dimensi bodi, bobot, kecepatan pengisian daya, hingga manajemen panas belum terungkap. Spesifikasi final masih bisa berubah hingga peluncuran resmi.
Layar OLED 1.5K, Chip 4nm, dan Bodi Plastik
Selain baterai jumbo, bocoran tersebut juga menyinggung beberapa komponen kunci lainnya:
- Layar: panel LTPS OLED flat berukuran besar dengan resolusi 1.5K
- Chipset: dibangun di atas fabrikasi 4nm (SoC spesifik belum diungkap)
- Material bodi: plastik
Mengingat posisinya sebagai seri A dengan banderol terjangkau, penggunaan chipset flagship dinilai tidak realistis. Diskusi di Weibo memunculkan beberapa kandidat SoC potensial:
| Kandidat Chip | Produsen |
|---|---|
| Snapdragon 7s Gen 4 | Qualcomm |
| Snapdragon seri 6 | Qualcomm |
| Dimensity 7500 | MediaTek |
| Dimensity 7400 | MediaTek |
Meski demikian, semua nama tersebut masih sebatas spekulasi pengguna Weibo. Digital Chat Station sendiri hanya menyebut "4nm" tanpa merinci lebih jauh.
Harga CNY 2.000: Masuk Zona Pertarungan Sengit
Dari sisi harga, bocoran menyebut angka awal sekitar CNY 2.000, yang setara dengan sekitar Rp 4.800.000 (US$295). Banderol ini menempatkan perangkat tersebut di salah satu zona paling kompetitif di pasar smartphone global.
Sebagai konteks, harga tersebut adalah perkiraan untuk pasar Tiongkok. Ketersediaan dan harga resmi untuk pasar internasional, termasuk Indonesia, belum diumumkan oleh Oppo. Bagi konsumen di Indonesia, varian seri A Oppo biasanya hadir dengan penyesuaian harga regional melalui distributor resmi seperti Erafone dan Digimap, sehingga harga jualnya kemungkinan akan berada di kisaran Rp 4 juta hingga Rp 5 juta apabila dirilis secara resmi.
Lanskap Persaingan: Realme, Vivo, dan Xiaomi Sudah Bergerak
Tren baterai 10.000 mAh di kelas menengah sudah mulai materialisasi sejak awal 2026. Realme menjadi pelopor dengan meluncurkan Realme Narzo Power 5G di India pada Maret 2026, dibekali Titan Battery 10.001 mAh, chipset MediaTek Dimensity 7400 Ultra, dan pengisian daya 80W SuperVOOC. Varian 8GB+128GB dibanderol Rs 27.999 (sekitar Rp 5.450.000 atau US$335), sementara varian 8GB+256GB seharga Rs 29.999 (sekitar Rp 5.850.000 atau US$360).
Pemain besar lain juga ikut bergerak. Vivo dilaporkan sedang menyiapkan prototipe perangkat dengan baterai silikon berkapasitas 10.000 mAh, sementara Xiaomi dikabarkan mengembangkan smartphone dengan layar 2K 7 inci dan baterai 10.000 mAh untuk peluncuran semester kedua 2026.
| Merek | Kapasitas | Status |
|---|---|---|
| Realme Narzo Power 5G | 10.001 mAh | Sudah rilis Maret 2026 |
| Vivo (belum diumumkan) | 10.000 mAh | Tahap prototipe |
| Xiaomi (belum diumumkan) | 10.000 mAh | Rilis akhir 2026 |
Teknologi Silikon-Karbon: Kunci di Balik Kapasitas Jumbo
Hadirnya baterai 10.000 mAh di kelas menengah tidak lepas dari adopsi teknologi anoda silikon-karbon (Si-C) yang masif. Berdasarkan data Counterpoint Research, per Januari 2026, enam dari sepuluh smartphone berkapasitas baterai di atas 6.000 mAh sudah menggunakan teknologi silikon-karbon, dan mayoritasnya berasal dari produsen Tiongkok.
Anoda grafit konvensional secara teoritis hanya mampu menampung sekitar 372 mAh/g, sementara silikon-karbon bisa mencapai sekitar 4.200 mAh/g secara teoritis. Hasilnya, kapasitas energi yang jauh lebih besar bisa dimuat dalam volume yang sama. Beberapa contoh adopsi penting di 2026 antara lain:
- OnePlus 15: baterai silikon-karbon 6.400 mAh dengan pengisian daya 80W
- Honor Magic Win / Realme P4 Power: baterai 10.001 mAh dalam bodi setipis 8,3 mm
- Motorola Razr Ultra 2026: peningkatan kapasitas 300 mAh menjadi 5.000 mAh
Catatan untuk Pasar Indonesia
Bagi konsumen Indonesia, tren ini menarik diperhatikan karena segmen smartphone Rp 3 juta hingga Rp 5 juta merupakan salah satu yang paling laris di Tanah Air. Apabila Oppo benar merilis varian seri A dengan baterai 10.000 mAh secara global, perangkat ini berpotensi menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang membutuhkan daya tahan ekstra, seperti driver ojek online, pekerja lapangan, atau pengguna yang sering bepergian. Namun perlu diingat, bocoran ini masih bersifat tidak resmi dan spesifikasi final dapat berubah sebelum peluncuran.
