MediaTek dikabarkan tengah menyiapkan chipset flagship generasi berikutnya, Dimensity 9600, dengan sejumlah klaim ambisius: proses fabrikasi 2nm, arsitektur CPU seluruh big core, hingga performa single-core yang disebut mampu menyaingi lini Apple A-series. Informasi ini berasal dari leaker terkemuka asal Tiongkok, Digital Chat Station (DCS), dan diperkirakan hadir pada September 2026 — bersamaan dengan Snapdragon 8 Elite Gen 6.

Arsitektur CPU 2+3+3: Semua Big Core, Tanpa Efisiensi Core

Menurut bocoran DCS, Dimensity 9600 akan menggunakan konfigurasi CPU "2+3+3" dengan total 8 inti — seluruhnya merupakan big core tanpa efisiensi core (E-core). Pendekatan ini mencerminkan prioritas mutlak pada performa single-core, sebuah langkah yang semakin tegas dibandingkan generasi-generasi Dimensity sebelumnya.

Untuk proses fabrikasi, chip ini disebut akan menggunakan node 2nm. Namun, apakah MediaTek akan menggandeng TSMC dengan proses N2P atau Samsung dengan SF2, belum dapat dikonfirmasi hingga saat ini. Pilihan mitra fabrikasi ini bukan sekadar detail teknis — perbedaan antara keduanya berdampak langsung pada efisiensi daya, manajemen panas, dan daya tahan performa dalam jangka panjang.

Perlu dicatat, informasi kecepatan clock belum diungkapkan dalam bocoran ini, sehingga gambaran performa yang utuh masih belum tersedia.

Klaim Performa Single-Core Setara Apple A-Series

Poin paling menarik dari bocoran ini adalah klaim bahwa Dimensity 9600 menargetkan performa single-core yang setara dengan chipset flagship Apple A-series. Selama bertahun-tahun, dominasi Apple di segmen ini menjadi salah satu keunggulan utama iPhone dibandingkan perangkat Android — baik dalam kecepatan buka aplikasi, responsivitas antarmuka, maupun performa web browsing.

DCS tidak merinci apakah tolok ukur perbandingannya adalah Apple A19 Pro yang saat ini beredar, atau A20 yang kemungkinan hadir bersamaan pada 2026. Terlepas dari itu, jika klaim ini terbukti akurat, kesenjangan performa single-core antara Android dan iOS bisa menyempit secara signifikan.

Dari sisi AI dan komputasi matriks, Dimensity 9600 juga disebut akan membawa peningkatan pada unit "Compute Matrix Engine (CME)" dan fitur "Scalable Matrix Extension (SME)". Sementara itu, konfigurasi cache dilaporkan tidak mengalami perubahan besar.

GPU Unggul di Frame Interpolation, Upscaling, dan Ray Tracing

Dimensity 9600 juga diklaim memiliki keunggulan GPU dibandingkan chip 2nm kompetitor. Tiga fitur utama yang disebut dalam bocoran ini adalah:

FiturKeterangan
Frame interpolation nativePemrosesan frame generation langsung di sisi GPU
Resolusi upscalingDukungan native tanpa bergantung pada software game
Ray tracingPeningkatan performa dibanding generasi sebelumnya

Bagi pengguna yang gemar mobile gaming, ketiga fitur ini berpotensi menghadirkan frame rate tinggi dan kualitas visual lebih baik secara konsisten — tanpa harus menunggu optimasi dari pengembang game. Ini relevan mengingat ekosistem gaming mobile di Indonesia terus berkembang, dengan judul-judul seperti PUBG Mobile, Mobile Legends, dan Genshin Impact yang memiliki basis pengguna besar.

Meski demikian, klaim GPU ini masih bersifat satu arah dari leaker. Snapdragon 8 Elite Gen 6 juga tengah dalam proses bocoran tersendiri, dan perbandingan nyata antara keduanya baru bisa dilakukan setelah benchmark resmi tersedia.

September 2026: Duel Langsung dengan Snapdragon 8 Elite Gen 6

Perangkat pertama yang menggunakan Dimensity 9600 diperkirakan meluncur pada September 2026 — tepat bersamaan dengan jadwal perkiraan Snapdragon 8 Elite Gen 6. Ini berarti konsumen akan dihadapkan pada persaingan langsung antara dua platform flagship Android terkuat di paruh kedua 2026.

Sebagai gambaran, Dimensity 9400 yang saat ini menjadi andalan MediaTek telah digunakan oleh sejumlah merek populer di Indonesia seperti Oppo, Vivo, dan Xiaomi pada lini flagship mereka. Pola serupa kemungkinan besar akan berlanjut dengan Dimensity 9600, meski informasi resmi mengenai ketersediaan untuk pasar Indonesia belum diumumkan.

Bagi konsumen di Indonesia yang sedang mempertimbangkan pembelian flagship Android, informasi ini menjadi sinyal bahwa menunggu hingga akhir 2026 bisa memberikan pilihan yang jauh lebih kompetitif — baik dari sisi MediaTek maupun Qualcomm.

Tiga Hal yang Perlu Dipantau Hingga Peluncuran

Digital Chat Station dikenal sebagai salah satu leaker dengan rekam jejak yang cukup dapat diandalkan untuk informasi chipset MediaTek dan Qualcomm. Namun bocoran kali ini masih menyisakan banyak celah — tidak ada angka clock speed, tidak ada skor benchmark, dan mitra fabrikasi pun belum pasti.

Tiga poin yang paling krusial untuk dipantau ke depan:

  • Mitra fabrikasi: TSMC N2P atau Samsung SF2 — keduanya membawa karakteristik efisiensi dan termal yang berbeda
  • Acuan perbandingan Apple: apakah target single-core-nya adalah A19 Pro atau A20
  • Implementasi GPU: apakah frame interpolation dan upscaling bekerja lintas game tanpa optimasi khusus

Hingga pengumuman resmi dari MediaTek, informasi ini sebaiknya diperlakukan sebagai indikasi arah pengembangan, bukan spesifikasi final.

Sumber