Sebuah tweet yang sempat viral sebelum dihapus memicu gelombang spekulasi: Ubisoft disebut sedang menguji teknologi AI generatif di dalam build awal Far Cry 7 — dan ini terjadi tepat sehari setelah perusahaan mengumumkan kerugian operasional terburuk dalam sejarahnya, yakni €1,3 miliar (sekitar Rp 22.750.000.000.000 atau setara US$1,4 miliar). Informasi ini berasal dari Tom Henderson, jurnalis Insider Gaming yang dikenal kerap membocorkan informasi akurat seputar industri game.
Tweet yang Dihapus: Apa yang Sempat Terungkap?
Sumber utama kabar ini adalah sebuah postingan di X (Twitter) milik Tom Henderson yang kemudian dihapus. Berdasarkan laporan Tom's Hardware, Henderson mengklaim bahwa build awal Far Cry 7 digunakan sebagai ajang pengujian AI generatif. Lebih jauh, situs TheGamer menjadi yang pertama mengutip komentar Henderson yang menyebut kualitas AI tersebut "looks like s**t" — atau dengan kata lain, hasilnya dinilai sangat buruk.
Ada beberapa hal penting yang perlu dicermati sebelum menarik kesimpulan:
- Postingan asli sudah dihapus, sehingga tidak bisa diverifikasi secara langsung
- Far Cry 7 sendiri belum pernah diumumkan secara resmi oleh Ubisoft
- Henderson kemudian menambahkan klarifikasi dalam postingan terpisah yang tidak dihapus: pengujian ini bersifat R&D semata, bukan bagian dari proyek AI komersial Ubisoft yang bernama "Teammates"
- Tom's Hardware secara eksplisit menyatakan tidak ada indikasi bahwa AI ini akan hadir di produk final
Dengan kata lain, ini adalah bocoran berlapis: game-nya belum resmi, tweet-nya sudah dihapus, dan AI-nya pun masih tahap eksperimen. Pembaca perlu menempatkan informasi ini sebagai rumor yang belum terverifikasi.
Ubisoft dan Ambisi AI Generatif di Tengah Krisis Keuangan
Terlepas dari bocoran tersebut, Ubisoft memang secara resmi tengah menggenjot investasi di bidang AI generatif. Dalam laporan keuangan FY2025-26, perusahaan menegaskan komitmennya terhadap proyek bernama Teammates — yang mereka sebut sebagai "pengalaman AI generatif pertama yang bisa dimainkan."
Teammates dikembangkan oleh divisi R&D internal Ubisoft, La Forge, dan dibangun di atas Google Gemini. Konsepnya: mengubah NPC menjadi teman bicara yang mampu mengingat informasi pemain dan merespons secara dinamis. Proyek ini pertama kali didemonstrasikan dalam sesi tertutup pada November lalu.
Selain Teammates, Ubisoft juga mengembangkan:
| Proyek | Mitra Teknologi | Status |
|---|---|---|
| Teammates | Google Gemini | Demo tertutup, November |
| Neo NPC | Nvidia & Inworld AI | Demo GDC 2024 |
| Pengujian di Far Cry 7 (bocoran) | Tidak diketahui | Belum dikonfirmasi |
Yang perlu digarisbawahi: belum satu pun dari eksperimen AI ini yang masuk ke dalam game yang sudah dirilis secara komersial. Semuanya masih berada di tahap riset dan pengembangan.
Kondisi Keuangan Ubisoft: Angka yang Sulit Diabaikan
Konteks finansial menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan dari berita ini. Berikut gambaran kondisi Ubisoft saat ini berdasarkan laporan resmi:
- Kerugian operasional IFRS FY2025-26: €1,3 miliar (sekitar Rp 22.750.000.000.000 atau setara US$1,4 miliar) — rekor terburuk sepanjang sejarah perusahaan
- Pendapatan bersih turun 17,4% menjadi €1,53 miliar (sekitar Rp 26.762.500.000.000)
- Sekitar 1.200 karyawan dirumahkan, tujuh proyek dibatalkan, enam lainnya ditunda
- Suntikan dana €1,16 miliar (sekitar Rp 20.300.000.000.000) dari transaksi dengan Tencent membantu menstabilkan neraca keuangan
- FY2026-27 diperkirakan menjadi titik terendah arus kas bebas sebelum pemulihan
Yang membuat situasi ini ironis: ketika Ubisoft mengumumkan restrukturisasi besar-besaran pada Januari lalu, mereka sekaligus menyebut "percepatan investasi AI generatif" sebagai bagian dari model operasional baru. Pernyataan itu langsung memicu penurunan harga saham sebesar 34% dalam satu hari, mendorong kapitalisasi pasar perusahaan turun di bawah €1 miliar (sekitar Rp 17.500.000.000.000).
Rekam jejak Ubisoft dalam mengadopsi teknologi baru juga patut diingat: platform NFT "Quartz" yang diluncurkan Desember 2021 dan diintegrasikan ke Ghost Recon Breakpoint akhirnya ditinggalkan setelah mendapat penolakan keras dari komunitas pemain.
Far Cry 7: Lebih dari Sekadar Soal AI
Di luar isu AI, bocoran seputar Far Cry 7 sendiri sudah cukup ramai. Henderson sebelumnya menyebut game ini sedang "through hell and back" dalam proses pengembangannya. Beberapa poin yang beredar:
- Subtitel "Alaska" — game ini disebut berlatar di Alaska
- Engine Snowdrop — mesin yang sama digunakan di The Division dan Star Wars Outlaws
- Jadwal mundur ke 2027 — dari target awal 2026, akibat perombakan besar pada standar kualitas dan gameplay
- Mode "Extraction" bernama "Paradise Park" — terinspirasi dari game taktis seperti Escape from Tarkov, dengan peta terpisah dari mode utama
- Dua proyek Far Cry disebut berjalan paralel, di bawah naungan Vantage Studios (alias Creative House 1)
Ubisoft sendiri telah mengonfirmasi dalam laporan keuangan bahwa judul baru dari franchise Far Cry, Assassin's Creed, dan Ghost Recon dijadwalkan rilis sebelum Maret 2029 — namun tidak ada detail lebih lanjut mengenai integrasi AI di dalamnya.
Sentimen Industri: 52% Developer Menolak AI Generatif
Langkah Ubisoft ini bukan tanpa gesekan, bahkan di dalam industri sendiri. Survei yang dilakukan bersamaan dengan GDC 2026 menunjukkan bahwa 52% pengembang game memandang AI generatif secara negatif.
Kasus Larian Studios menjadi contoh nyata: ketika studio di balik Baldur's Gate 3 itu mengakui sedang bereksperimen dengan AI, reaksi komunitas begitu keras hingga mereka terpaksa menggelar sesi tanya jawab di Reddit untuk meredam situasi. Demikian pula ARC Raiders, yang peluncurannya yang hampir sempurna ternoda oleh kontroversi implementasi AI generatif.
Ubisoft tampaknya sadar akan risiko ini. Teammates dirancang sebagai platform modular yang tidak terikat pada satu model AI tertentu — memungkinkan peralihan antara OpenAI, Claude, atau Gemini sesuai kebutuhan. Tim yang mengerjakan Teammates terdiri dari 80 orang dan berjalan di atas engine Snowdrop milik Ubisoft sendiri.
Bagi komunitas gamer di Indonesia yang mengikuti perkembangan franchise Far Cry, situasi ini memberikan sinyal bahwa Far Cry 7 — jika benar sedang dikembangkan — masih jauh dari garis finish. Keputusan apakah AI generatif akan benar-benar hadir dalam pengalaman bermain, atau hanya menjadi eksperimen internal yang tidak pernah sampai ke tangan pemain, baru akan terjawab saat pengumuman resmi dilakukan.
Sumber
- Tom's Hardware — Ubisoft reportedly testing generative AI in Far Cry 7, insider says it 'looks like sh*t' — company recently posted a record €1.3 billion loss
- AllKeyShop — New Far Cry 7 Rumors Predict 2026 Announcement and Massive Gameplay Reboot
- ScreenRant — Far Cry Leak Has Fans More Concerned Than Ever
