Qualcomm memperkenalkan platform baru bernama Snapdragon C di ajang Computex 2026, ditujukan untuk laptop ARM berbanderol mulai $300 (sekitar Rp 4.875.000). Untuk pertama kalinya, spesifikasi internal platform ini terungkap melalui unit demo Acer Aspire Go 15 (AG15-Q31P) yang sempat dipegang langsung oleh tim Tom's Hardware — meski statusnya masih Engineering Sample dan belum mewakili spesifikasi final.
Snapdragon C: Platform ARM untuk Segmen Entry-Level
Snapdragon C dirancang untuk membawa performa komputasi ARM yang lebih baik ke segmen laptop harga terjangkau. Qualcomm menargetkan harga jual di atas $300 (sekitar Rp 4.875.000), namun hingga kini belum merinci spesifikasi chip secara resmi.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Tom's Hardware, Snapdragon C hadir dalam dua varian:
| Model | Jumlah Core CPU | GPU / NPU |
|---|---|---|
| Snapdragon C1 | 8 core (Kryo) | Hexagon NPU 12 TOPS |
| Snapdragon C2 | 10 core | Adreno 720 GPU |
Perlu dicatat, NPU 12 TOPS pada Snapdragon C1 masih jauh di bawah ambang batas Copilot+ PC yang ditetapkan Microsoft, yakni 40 TOPS dengan RAM minimal 16 GB. Artinya, fitur AI on-device seperti Recall dan Live Captions tidak akan tersedia di perangkat berbasis Snapdragon C.
Apa yang Terungkap dari Unit Demo Acer Aspire Go 15
Unit Acer Aspire Go 15 yang dipamerkan di Computex 2026 disimpan dalam kotak kaca. Tim Tom's Hardware mendapat kesempatan singkat untuk mengamati langsung layar Windows Task Manager dan utilitas informasi sistem dari perangkat tersebut. Berikut data yang berhasil terbaca:
| Parameter | Nilai Terdeteksi |
|---|---|
| Jumlah Core | 8 |
| Clock Idle | 1,67 GHz |
| Base Clock | 3,01 GHz |
| Cache L1 | 512 KB |
| Cache L2 | 1,5 MB |
| Cache L3 | 2,0 MB |
Nama chip yang muncul di utilitas sistem adalah "Snapdragon 8c Gen 3" — namun perwakilan Qualcomm langsung mengklarifikasi bahwa nama tersebut bukan nama resmi, melainkan string placeholder yang digunakan oleh insinyur Acer pada Engineering Sample. Chip bernama "Snapdragon 8c Gen 3" secara resmi tidak ada; Tom's Hardware mencatat bahwa pola penamaannya mirip dengan "Snapdragon 8cx Gen 3" yang sudah ada, meski ukuran cache-nya lebih kecil.
GPU terintegrasi terbaca sebagai "Adreno 8c Gen 3" dengan memori dedikasi 1 MB, memori berbagi 3,9 GB, dan dukungan DirectX 12. Sistem berjalan di atas Windows 11 Pro berbasis ARM64.
Spesifikasi Lengkap Acer Aspire Go 15 yang Terungkap
Selain data CPU dan GPU, beberapa spesifikasi fisik dan konektivitas juga berhasil dikonfirmasi:
- Layar: 15,6 inci FHD, rasio aspek 16:9
- RAM: Maksimal 8 GB
- Penyimpanan: Maksimal 512 GB
- Baterai: 53 Wh
- Kamera: Webcam FHD
- Konektivitas: USB-C ×2, HDMI 1.4, USB-A, jack headphone, Wi-Fi 6, Bluetooth 5.4
- Pendingin: Aktif (kipas tunggal di bagian bawah)
- OS: Windows 11 Home (spesifikasi resmi)
Menariknya, keyboard Aspire Go 15 dilengkapi tombol Copilot+, meski perangkat ini secara resmi tidak memenuhi syarat sebagai Copilot+ PC karena RAM-nya hanya 8 GB — di bawah batas minimum 16 GB. Kondisi ini memang terkesan kontradiktif, namun perwakilan Acer mengonfirmasi hal tersebut secara langsung.
Dari sisi desain, Tom's Hardware menggambarkan bodi plastik berwarna abu-abu dengan finishing berkilau yang unik. Meski berbahan plastik, rigiditas bodi dinilai cukup baik dan engsel tidak terasa murahan. Keyboard full-size dengan numpad tipis menjadi nilai tambah tersendiri untuk kelas harga ini.
Acer, HP, dan Lenovo Siap Masuk Pasar — Kapan Tersedia?
Qualcomm menargetkan pengiriman global Snapdragon C pada paruh kedua 2026. Selain Acer, HP dan Lenovo juga disebut tengah menyiapkan laptop berbasis platform ini, meski detail spesifikasi dan tanggal rilis belum diumumkan oleh masing-masing produsen.
Sebagai gambaran konteks pasar, analis industri memperingatkan bahwa kenaikan harga DRAM berpotensi menghapus segmen laptop di bawah $500 (sekitar Rp 8.125.000) pada 2028. Di sinilah Qualcomm memposisikan Snapdragon C: menawarkan nilai lebih melalui arsitektur ARM yang efisien di segmen yang semakin tertekan dari sisi biaya komponen.
Target pengguna yang disasar adalah pelajar, keluarga, pekerja lapangan, dan usaha kecil dengan kebutuhan utama seperti browsing, streaming video, aplikasi produktivitas, dan video call.
Bagi konsumen di Indonesia, informasi rilis resmi untuk pasar lokal belum diumumkan. Namun mengingat Acer memiliki jaringan distribusi yang cukup luas di Indonesia, perangkat ini berpotensi masuk melalui jalur resmi jika diluncurkan secara global. Harga $300 (sekitar Rp 4.875.000) di kisaran tersebut akan bersaing langsung dengan laptop entry-level berbasis Intel Celeron atau AMD Athlon yang saat ini mendominasi segmen tersebut di pasar Indonesia.
Untuk saat ini, data yang paling dapat diandalkan adalah konfigurasi 8 core dengan base clock 3,01 GHz berbasis Kryo custom. Detail lain — termasuk nama resmi chip dan kapasitas cache — masih berstatus tentatif hingga ada pengumuman resmi dari Qualcomm maupun Acer.
Sumber
- Tom's Hardware — We went hands-on with Qualcomm's new '$300 and up' ARM laptop platform with mystery eight-core CPU — active-cooled Snapdragon C laptop surfaces in Acer Aspire Go 15
- Tom's Hardware — Qualcomm announces Snapdragon C Platform for $300 and up laptops
- Tom's Hardware — Qualcomm aims Snapdragon C at $300 laptops as memory costs gut the budget segment
