Apple resmi menghadirkan dua fitur kesehatan unggulan ke pasar India: notifikasi sleep apnea pada Apple Watch dan tes pendengaran pada AirPods Pro. Peluncuran ini menjadi bagian dari ekspansi global Apple yang kini telah menjangkau lebih dari 160 negara — dan relevan bagi pengguna di Indonesia yang sudah memiliki perangkat Apple generasi terbaru.
Cara Kerja Deteksi Sleep Apnea di Apple Watch
Sleep apnea adalah kondisi di mana pernapasan seseorang berulang kali terhenti dan kembali normal saat tidur, sehingga kualitas istirahat menurun secara signifikan. Apple Watch mendeteksi kondisi ini menggunakan sensor akselerometer yang mampu menangkap gerakan pergelangan tangan sekecil apa pun selama tidur, lalu mengaitkannya dengan pola pernapasan yang tidak teratur.
Perlu dicatat, fitur ini tidak langsung memberikan notifikasi dalam satu malam. Apple Watch membutuhkan data dari beberapa malam secara berturut-turut sebelum memberikan peringatan adanya kemungkinan sleep apnea. Setiap malam, gangguan pernapasan yang terdeteksi tetap dicatat sebagai log di aplikasi Kesehatan (Health) pada iPhone, sehingga riwayat data tetap tersimpan meski notifikasi belum muncul.
Model Apple Watch yang mendukung fitur ini adalah:
- Apple Watch Series 9
- Apple Watch Series 10
- Apple Watch Series 11
- Apple Watch Ultra 2
- Apple Watch Ultra 3
Model di bawah Series 9 tidak mendukung fitur ini.
Tes Pendengaran AirPods Pro: Setara Pemeriksaan Klinis
Fitur tes pendengaran pada AirPods Pro dirancang menyerupai prosedur audiometri yang biasa dilakukan di klinik atau tempat praktik dokter spesialis THT. Cara kerjanya: nada dengan frekuensi dan volume berbeda diputar secara bergantian ke telinga kiri dan kanan, lalu pengguna mengetuk layar iPhone setiap kali mendengar nada tersebut.
Empat frekuensi yang diuji meliputi:
- 500 Hz
- 1 kHz
- 2 kHz
- 4 kHz
Hasil tes disimpan dalam bentuk audiogram di aplikasi Kesehatan dan dapat dibagikan langsung kepada tenaga medis untuk konsultasi lebih lanjut. Fitur ini membutuhkan AirPods Pro 2 atau AirPods Pro 3, dikombinasikan dengan iPhone yang menjalankan iOS 18.1 ke atas, atau iPad dengan iPadOS 18.1 ke atas.
Memahami Hasil Tes: Skala dBHL dan 5 Tingkat Penilaian
Hasil tes pendengaran ditampilkan dalam satuan dBHL (decibel Hearing Level) dan dikategorikan ke dalam lima tingkatan berikut:
| dBHL | Penilaian |
|---|---|
| 25 dBHL ke bawah | Pendengaran normal |
| 26–40 dBHL | Gangguan pendengaran ringan |
| 41–60 dBHL | Gangguan pendengaran sedang |
| 61–80 dBHL | Gangguan pendengaran berat |
| Di atas 80 dBHL | Gangguan pendengaran sangat berat |
Sebagai gambaran, hasil di atas 25 dBHL sebaiknya tidak diabaikan. Meski fitur ini bersifat skrining — bukan diagnosis medis resmi — audiogram yang tersimpan di aplikasi Kesehatan dapat menjadi bahan diskusi yang berguna saat berkonsultasi dengan dokter spesialis.
Ekspansi Global Apple: Italia dan Taiwan Juga Kebagian Fitur Baru
Selain India, berdasarkan unggahan Greg Joswiak dari Apple di platform X, fitur alat bantu dengar (hearing aid) kemungkinan telah diperluas ke Italia, sementara notifikasi hipertensi dilaporkan mulai tersedia di Taiwan. Informasi ini masih bersifat indikasi dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh Apple.
Pola ekspansi bertahap ini mengikuti proses persetujuan regulasi di masing-masing negara, sehingga jadwal ketersediaan di setiap pasar bisa berbeda-beda.
Bagi pengguna Apple Watch dan AirPods Pro di Indonesia, fitur-fitur ini secara teknis dapat diakses apabila perangkat dan versi perangkat lunak sudah memenuhi syarat — meski ketersediaan resmi di pasar Indonesia belum diumumkan secara spesifik oleh Apple. Pengguna yang sudah memiliki Apple Watch Series 9 ke atas atau AirPods Pro 2/3 dapat memeriksa pengaturan di aplikasi Kesehatan untuk mengetahui apakah fitur tersebut sudah aktif di wilayah mereka.
