Apple resmi mengumumkan perpindahan penerbit Apple Card dari Goldman Sachs ke JPMorgan Chase, dengan proses migrasi bertahap yang diperkirakan memakan waktu satu hingga dua tahun. Meski Apple Card merupakan layanan eksklusif pasar Amerika Serikat dan belum tersedia di Indonesia, perkembangan ini menarik untuk diikuti mengingat Apple terus memperluas ekosistem layanan keuangannya secara global.
Apa yang Tidak Berubah Setelah Migrasi ke Chase
Berdasarkan halaman resmi "Apple Card Issuer Transition" yang baru diluncurkan Apple, sejumlah fitur inti dipastikan tetap berlaku setelah perpindahan ke Chase. Berikut poin-poin yang secara eksplisit dinyatakan tidak akan berubah:
- Daily Cash rewards: Pengguna tetap dapat memperoleh cashback hingga 3% tanpa batas maksimum akumulasi.
- Struktur biaya: Tidak ada biaya tahunan, denda keterlambatan, maupun biaya transaksi luar negeri.
- Jaringan pembayaran: Mastercard tetap menjadi jaringan transaksi yang digunakan.
- Privasi dan keamanan data: Apple menegaskan komitmennya terhadap perlindungan data pengguna tidak berubah, dan proses migrasi data akun akan dilakukan secara aman bersama Chase dan Goldman Sachs.
Bagi pemegang Apple Card, ini berarti pengalaman sehari-hari tidak akan terganggu — setidaknya dalam hal yang paling sering dirasakan langsung oleh pengguna.
Tiga Hal yang Masih Belum Pasti
Di sisi lain, Apple dengan sengaja menghindari jawaban tegas untuk beberapa pertanyaan penting. Dalam halaman transisi tersebut, Apple berulang kali menggunakan frasa "akan diinformasikan langsung kepada pengguna saat tanggal migrasi semakin dekat" — sebuah indikasi bahwa keputusan final belum dibuat.
Nomor kartu menjadi salah satu yang paling banyak dipertanyakan. Apple tidak mengonfirmasi apakah nomor kartu akan berubah atau tetap sama setelah migrasi. Desain dan penerbitan ulang kartu fisik juga masuk kategori yang sama — belum ada kepastian apakah pengguna akan menerima kartu baru secara otomatis.
Yang tak kalah penting adalah nasib Apple Card Savings Account, rekening tabungan yang terintegrasi dengan Apple Card. Bagaimana akun ini diperlakukan dalam proses migrasi masih belum dijelaskan secara gamblang.
Nasib ACMI: Kata "Can" yang Memunculkan Tanda Tanya
Satu detail menarik disorot oleh 9to5Mac terkait Apple Card Monthly Installments (ACMI) — fitur cicilan tanpa bunga untuk pembelian produk Apple. Dalam pernyataan resminya, Apple menggunakan kata "can" (dapat) alih-alih "will" (akan) seperti yang dipakai untuk fitur-fitur lain.
Perbedaan pilihan kata ini dinilai signifikan. Pernyataan Apple berbunyi: pengguna Apple Card "dapat terus membeli produk Apple menggunakan ACMI" — bukan "akan terus dapat menggunakan ACMI". Menurut 9to5Mac, hal ini membuka kemungkinan bahwa jaminan tersebut hanya berlaku selama periode transisi, bukan secara permanen.
Perlu dicatat, secara logis bisnis Apple sendiri berkepentingan untuk mempertahankan ACMI karena fitur ini mendorong penjualan perangkat. Namun hingga saat ini, keberlangsungan jangka panjang ACMI belum dapat dipastikan.
Transaksi Raksasa: Portofolio $20 Miliar Berpindah Tangan
Di balik perpindahan ini terdapat transaksi keuangan berskala besar. Chase akan mengambil alih portofolio kartu senilai lebih dari $20 miliar (sekitar Rp 325.000.000.000.000 atau Rp 325 triliun) dari Goldman Sachs — dengan diskon $1 miliar dari nilai nominal. Kondisi ini terbilang sangat tidak lazim, mengingat portofolio kartu kredit umumnya diperdagangkan dengan premi minimal 8%.
Dampak akuntansi bagi kedua bank pun berbeda arah:
| Pihak | Dampak Keuangan |
|---|---|
| Chase | Mencatat cadangan kerugian kredit sebesar $2,2 miliar pada kuartal IV 2025 |
| Goldman Sachs | Mendapat dorongan EPS sebesar $0,46 per saham; membalik cadangan $2,48 miliar, diimbangi penurunan pendapatan bersih $2,26 miliar |
Diskon besar yang diterima Goldman Sachs mencerminkan betapa kuatnya keinginan mereka untuk segera keluar dari kemitraan ini.
Goldman Sachs dan Kegagalan Ambisius di Bisnis Konsumen
Perpindahan Apple Card ke Chase merupakan babak terakhir dari mundurnya Goldman Sachs dari bisnis keuangan konsumen — sebuah ambisi besar yang berakhir dengan kerugian. Sejak awal 2020-an, Goldman Sachs mencatat kerugian sebelum pajak lebih dari $6 miliar dari segmen pinjaman konsumen, dengan Apple Card sebagai salah satu penyebab utama: tingkat penghapusan kredit macet Apple Card dilaporkan hampir dua kali lipat rata-rata industri kartu kredit.
Beberapa catatan penting dari perjalanan Apple Card bersama Goldman Sachs:
- Apple Card diluncurkan di Amerika Serikat pada Agustus 2019 dan kini memiliki sekitar 12 juta pemegang kartu.
- Bank-bank besar seperti Barclays, Citigroup, JPMorgan Chase, dan Synchrony awalnya menolak tawaran Apple karena menilai model bisnisnya terlalu berisiko secara finansial.
- Goldman Sachs juga telah melepas kemitraan kartu kredit dengan General Motors, yang kemudian diambil alih oleh Barclays.
- Pada 2024, regulator keuangan AS (CFPB) menjatuhkan denda total $89 juta (sekitar Rp 1,4 triliun) kepada Goldman Sachs dan Apple atas sejumlah pelanggaran, termasuk penjelasan yang tidak memadai terkait program cicilan tanpa bunga untuk produk Apple.
Relevansi bagi Pengguna Apple di Indonesia
Apple Card memang belum — dan belum ada tanda-tanda akan — hadir di Indonesia dalam waktu dekat. Namun perkembangan ini tetap relevan untuk diperhatikan dari dua sudut pandang.
Pertama, perpindahan ke Chase yang merupakan bank terbesar di AS berdasarkan aset bisa menjadi sinyal bahwa Apple ingin memperkuat fondasi layanan keuangannya sebelum kemungkinan ekspansi ke pasar baru. Kedua, bagi pengguna iPhone di Indonesia yang sering bepergian ke Amerika Serikat atau berencana membuka rekening di sana, memahami perubahan ini tetap berguna sebagai referensi.
Untuk saat ini, pengguna Apple di Indonesia yang ingin menikmati cashback dan kemudahan pembayaran digital dapat memanfaatkan ekosistem lokal seperti GoPay, OVO, atau DANA yang terintegrasi dengan berbagai platform e-commerce domestik.
Sumber
- 9to5Mac — Apple Card's transition to Chase: Here's what's not changing (and might be)
- Chase Media Center — Chase to become new issuer of Apple Card
- Goldman Sachs Press Room — Goldman Sachs Announces Agreement to Transition Apple Card Program to Chase
