ANBERNIC, produsen konsol retro asal Tiongkok, resmi mulai menjual perangkat Android handheld terbarunya bernama RG Rotate melalui situs resmi mereka. Keunikan utamanya adalah layar yang dapat diputar (swivel) untuk memperlihatkan kontroler fisik di baliknya — sebuah desain yang jarang ditemukan di pasar saat ini. Harga mulai dari $82,99 (sekitar Rp 1.349.000), menjadikannya salah satu handheld Android paling terjangkau dengan gimmick desain yang berani.

Desain Swivel: Nostalgia Era Ponsel Lipat 2000-an

Daya tarik utama RG Rotate terletak pada mekanisme putarnya. Saat layar diputar, bagian bawahnya menyingkap tombol-tombol fisik: D-pad, empat tombol wajah (face button), tombol Start/Select, serta tombol Home/Back. Bagian belakang perangkat dilengkapi empat shoulder button.

Desain ini mengingatkan pada ponsel-ponsel era 2000-an dengan mekanisme flip atau slide. Menurut Retro Dodo, engsel berbahan alloy pada RG Rotate terinspirasi dari ponsel flip generasi tersebut, dan sensasi membuka-menutupnya dinilai memuaskan.

Perlu dicatat, RG Rotate tidak dilengkapi analog stick. Ini berarti perangkat ini secara desain memang difokuskan untuk emulasi game 2D retro, bukan judul-judul 3D modern. Dalam paket penjualan sudah termasuk pelindung layar, tali gantungan, kabel USB-C, serta shoulder button L2/R2 berukuran lebih besar sebagai aksesori pengganti — meski pemasangannya memerlukan pembongkaran panel belakang dan pelepasan konektor speaker.

Dua Varian dengan Perbedaan Material dan Bobot

RG Rotate tersedia dalam dua pilihan:

ModelMaterialBobotHarga NormalHarga Promo
Polar BlackPlastik167 g$87,99 (sekitar Rp 1.430.000)$82,99 (sekitar Rp 1.349.000)
Aurora SilverAluminium204 g$107,99 (sekitar Rp 1.755.000)$99,99 (sekitar Rp 1.625.000)

Menariknya, varian Aurora Silver yang lebih mahal justru lebih berat karena menggunakan bodi aluminium. Bagi yang mengutamakan kenyamanan genggaman jangka panjang, Polar Black dengan bobot 167 g bisa menjadi pilihan lebih praktis.

Spesifikasi: Kelas Anggaran dengan Catatan Penting di Baterai

Secara internal, RG Rotate menggunakan komponen kelas anggaran yang sesuai dengan harganya:

  • Chipset: Unisoc Tiger T618
  • RAM: 3 GB
  • Penyimpanan: 32 GB (dapat diperluas via microSD hingga 2 TB)
  • Layar: 3,5 inci IPS LCD persegi, resolusi 720×720
  • Baterai: 2.000 mAh (polimer litium)
  • Pengisian daya: 10 W kabel
  • Konektivitas: Wi-Fi 5, Bluetooth 5.0
  • Sensor: Giroskop 6 sumbu, motor getar
  • OS: Android 12

Chipset Unisoc Tiger T618 berada satu tingkat di atas yang digunakan pada ANBERNIC RG DS (harga sekitar $95 atau sekitar Rp 1.544.000). Namun Android Authority menilai bahwa sebagian besar judul PS2 dan GameCube kemungkinan besar tidak akan berjalan dengan mulus. Pengujian oleh Retro Handhelds menunjukkan game PSP seperti Burnout Legends pada resolusi 2x berjalan tanpa masalah, sementara MVP 06: NCAA Baseball di PS2 mengalami penurunan performa.

Kapasitas baterai 2.000 mAh tergolong kecil untuk standar perangkat gaming saat ini. ANBERNIC mengklaim daya tahan hingga 5 jam — angka yang masuk akal mengingat layar kecil beresolusi rendah dan beban emulasi yang relatif ringan. Kecepatan pengisian 10 W pun tidak terlalu menjadi masalah mengingat kapasitas baterainya yang memang tidak besar.

Lebih dari Sekadar Konsol: Fitur AI dan Gaya Hidup

ANBERNIC memposisikan RG Rotate bukan sekadar konsol retro. Perangkat ini mendukung lebih dari 30 emulator, dilengkapi fitur pencarian panduan game satu ketukan, penerjemahan real-time, hingga pembuatan gambar berbasis teks menggunakan AI.

Situs ulasan Wavelengths mencatat bahwa tampilan jam analog saat layar terkunci dan penekanan pada fitur pemutar media menunjukkan bahwa ANBERNIC ingin memposisikan RG Rotate sebagai perangkat gaya hidup, bukan murni konsol gaming. Layar 3,5 inci dinilai cukup nyaman untuk menonton YouTube, membaca, atau berselancar di web. Satu hal yang perlu diperhatikan: tidak ada jack headphone 3,5 mm — output audio hanya tersedia melalui USB-C DAC.

Layak Dibeli atau Tunggu Review Lengkap?

RG Rotate adalah perangkat yang tepat bagi Anda yang tertarik pada desain swivel yang tidak biasa dan ingin menikmati game retro 2D dengan anggaran terbatas. Tanpa analog stick, perangkat ini memang bukan pilihan untuk judul-judul 3D seperti N64, PSP, atau GameCube secara penuh — meski secara teknis beberapa judul ringan masih bisa berjalan.

Android Authority menyatakan telah menerima unit review dan akan mempublikasikan ulasan lengkap dalam beberapa minggu ke depan. Bagi konsumen di Indonesia yang tertarik, pembelian saat ini hanya tersedia melalui situs resmi ANBERNIC dengan pengiriman internasional — biaya pengiriman dan bea masuk impor perlu diperhitungkan sebagai tambahan dari harga di atas. Informasi distribusi resmi untuk pasar Indonesia belum diumumkan.

Sumber