Lebih dari satu dekade setelah kegagalan Fire Phone, Amazon kembali menjadi sorotan dengan rumor perangkat AI baru berkode nama "Transformer". Kepala divisi Devices & Services Amazon, Panos Panay, tidak memberikan bantahan tegas saat ditanya soal proyek tersebut — justru jawabannya membuka ruang spekulasi yang lebih luas.

Jawaban Panay yang Sengaja Tidak Tuntas

Dalam wawancara dengan Financial Times yang dilaporkan oleh The Verge, Panay dihadapkan langsung pada pertanyaan: apakah Amazon sedang merencanakan smartphone baru? Alih-alih menjawab ya atau tidak, ia memilih diksi yang hati-hati.

Beberapa poin penting dari pernyataannya:

  • "Itu bukan tujuan kami (It's just not the goal)."
  • "Pertanyaan hitam-putih soal apakah kami mengejar ponsel — jawaban saya adalah: tidak selalu."
  • "Kalau saya bilang tidak secara tegas, itu mungkin akurat. Tapi saya rasa itu juga menyesatkan."

Pernyataan terakhir inilah yang paling menarik perhatian. Panay secara implisit mengakui bahwa ada sesuatu yang sedang dikerjakan — hanya saja bentuknya belum tentu berupa smartphone konvensional. Bagi pengamat industri, ini adalah cara klasik eksekutif teknologi untuk tidak membantah tanpa harus mengonfirmasi.

Apa yang Diketahui tentang Proyek "Transformer"

Berdasarkan laporan The Verge sebelumnya, Amazon disebut tengah mengembangkan perangkat AI dengan kode nama "Transformer" yang menempatkan Alexa Plus sebagai fitur utamanya. Berikut ringkasan informasi yang sudah beredar — perlu dicatat bahwa seluruhnya masih bersifat tidak resmi:

AspekInformasi yang Beredar
Kode namaTransformer
Fitur intiAlexa Plus AI Assistant
Bentuk yang dikajiSmartphone penuh dan "dumb phone" (ponsel sederhana)
Status resmiTidak dikonfirmasi, tidak dibantah sepenuhnya

Amazon sendiri belum mengumumkan apa pun secara resmi. Spesifikasi, harga, maupun jadwal rilis belum ada informasinya.

Bukan Sekadar Ponsel: Panay Bicara Soal Wearable dan Form Factor Baru

Yang membuat pernyataan Panay semakin menarik adalah konteks yang lebih luas. Ia menyebut bahwa form factor smartphone "tidak akan kemana-mana", namun sedang mengalami "transformasi" yang akan berlangsung selama satu dekade ke depan.

Lebih jauh, ketika ditanya soal wearable berbasis AI, Panay menyatakan: "Ada sejumlah form factor baru yang sedang kami kerjakan." The Verge menginterpretasikan ini sebagai indikasi bahwa produk yang sedang dikembangkan Amazon mungkin bukan smartphone dalam pengertian tradisional.

Sebagai gambaran, Panay juga menyinggung beberapa kategori perangkat yang sedang dalam radar Amazon:

KategoriSinyal dari Panay
Speaker & displayPembaruan lini yang sudah ada
Smart glassesDikaji sebagai form factor baru
Perangkat di pergelangan tanganEkspansi ke ranah wearable

Strategi ini sejalan dengan restrukturisasi lini produk Amazon yang sedang berjalan, di mana Panay memperkenalkan tiga tingkatan kualitas baru: entry, core, dan signature — sebuah pendekatan yang lebih terstruktur dibanding sebelumnya.

Alexa Plus: Fondasi yang Sudah Dibangun Lebih Dulu

Terlepas dari spekulasi soal "Transformer", satu hal yang sudah pasti adalah ekspansi besar-besaran Alexa Plus. Pada 4 Februari 2026, Amazon membuka akses Alexa Plus ke seluruh anggota Prime di Amerika Serikat — tidak lagi terbatas pada daftar tunggu awal.

Struktur harganya: gratis untuk anggota Prime, dan $19,99 per bulan (sekitar Rp 324.000) bagi non-anggota.

Angka penggunaan pun menunjukkan tren positif:

  • Puluhan juta pengguna sudah mencoba Alexa Plus sejak fase akses awal
  • Frekuensi percakapan meningkat dua hingga tiga kali lipat dibanding Alexa versi lama
  • Pada CES 2026 Januari lalu, Amazon meluncurkan Alexa.com — portal berbasis browser yang memungkinkan penggunaan tanpa perangkat khusus
  • Per 7 Mei 2026, Alexa Plus mulai tersedia di Jerman dan Austria

Perlu dicatat: ekspansi Alexa Plus ke browser dan berbagai negara ini justru memperkuat argumen bahwa Amazon tidak lagi bergantung pada satu perangkat tertentu. Alexa Plus dirancang agar bisa berjalan di mana saja — dan "Transformer", jika benar ada, kemungkinan hanyalah salah satu wadahnya.

Relevansi bagi Pengguna di Indonesia

Untuk saat ini, dampak langsung terhadap konsumen di Indonesia masih sangat terbatas. Alexa Plus belum tersedia secara resmi di Indonesia, dan tidak ada informasi rilis untuk pasar Asia Tenggara yang telah diumumkan. Proyek "Transformer" sendiri masih berada di tahap rumor yang belum dikonfirmasi.

Namun, perkembangan ini layak diikuti. Jika Amazon benar-benar meluncurkan perangkat AI dalam kategori baru — baik berupa smart glasses, wearable, maupun ponsel AI — hal itu berpotensi mengubah lanskap persaingan dengan pemain yang sudah lebih dulu hadir di Indonesia seperti Samsung, Oppo, Xiaomi, dan Apple. Konsumen di Indonesia sebaiknya menunggu pengumuman resmi sebelum mengambil keputusan apa pun.

Sumber