Samsung Good Lock bukan sekadar aplikasi tambahan biasa. Bagi jutaan pengguna Galaxy di seluruh dunia — termasuk Indonesia — aplikasi kustomisasi resmi ini telah menjadi alasan kuat untuk tidak berpindah ke smartphone lain, bahkan ke Pixel sekalipun. Seorang reviewer dari Android Authority menguraikan secara rinci mengapa ia tidak bisa meninggalkan ekosistem Galaxy, dan jawabannya hampir seluruhnya bermuara pada Good Lock.

Good Lock: Lebih dari Sekadar Aplikasi OEM Biasa

Pankil Shah, reviewer senior di Android Authority yang telah lama menggunakan perangkat Samsung, mengakui bahwa Pixel menawarkan banyak hal yang menarik: Android yang bersih tanpa bloatware, fitur eksklusif Google, dan pembaruan perangkat lunak yang jauh lebih cepat dibandingkan kebanyakan produsen Android lain.

Namun, satu hal yang membuatnya tidak bisa berpindah adalah Good Lock. Shah menyebut aplikasi ini bukan sebagai aplikasi OEM biasa, melainkan sebagai "toolkit bagi pengguna tingkat lanjut" (power user). Yang membedakan Good Lock dari aplikasi kustomisasi pihak ketiga adalah strukturnya yang modular — pengguna hanya mengunduh modul yang benar-benar dibutuhkan, bukan satu aplikasi besar yang memenuhi penyimpanan. Karena dikembangkan langsung oleh Samsung, risiko keamanan dan privasi jauh lebih terkendali dibandingkan aplikasi modifikasi tidak resmi.

Modul-Modul yang Mengubah Cara Pakai Sehari-hari

Shah merinci sejumlah modul Good Lock yang ia gunakan secara aktif dan tidak dapat ia temukan padanannya di Pixel:

Keys Cafe memungkinkan pengguna mengubah tampilan, efek, hingga suara ketikan pada Samsung Keyboard. Lebih jauh, modul ini mendukung gestur dua atau tiga jari untuk fungsi seperti undo, redo, salin, tempel, dan pergantian bahasa — bahkan memungkinkan desain tata letak keyboard dari nol.

QuickStar memberi kendali penuh atas panel pengaturan cepat (quick settings): mengubah warna tombol, mengatur ulang ukuran bagian, menyesuaikan jarak, hingga menyembunyikan ikon tertentu dari status bar agar tampilan lebih rapi.

Home Up mengubah tampilan layar multitasking. Shah secara khusus menyebut bahwa tampilan tilted stack bawaan terasa lambat baginya, sehingga ia beralih ke tata letak grid untuk navigasi yang lebih efisien.

RegiStar memungkinkan pengaturan ulang menu di aplikasi Pengaturan, sekaligus mengalihfungsikan tombol samping — misalnya, tekan lama untuk mengaktifkan senter, mengaktifkan live caption, atau membuka aplikasi tertentu secara langsung.

Kustomisasi Fungsional: Volume per Aplikasi hingga Timeout Layar Individual

Good Lock tidak hanya soal estetika. Beberapa modul menyentuh aspek fungsional yang berdampak langsung pada kenyamanan penggunaan harian:

Sound Assistant memungkinkan pengaturan volume secara terpisah untuk setiap aplikasi. Shah mencontohkan penggunaannya untuk menurunkan volume game yang terlalu keras, sementara musik dan podcast tetap berjalan pada volume yang nyaman.

Display Assistant mengizinkan pengaturan timeout layar berbeda-beda per aplikasi. Aplikasi membaca seperti Samsung Notes atau browser dapat diatur agar layar tidak cepat mati, sementara aplikasi lain mengikuti pengaturan standar.

One Hand Operation+ menambahkan gestur swipe dari sisi kiri dan kanan layar secara terpisah, yang dapat dikonfigurasi untuk membuka aplikasi, mematikan layar, beralih ke tampilan pop-up, atau mengontrol pemutaran media.

Modul lain seperti MultiStar (memperkuat fitur layar terpisah), Routines+ (otomatisasi lanjutan), dan NotiStar (menyimpan riwayat notifikasi dalam jangka panjang dan membuatnya dapat dicari) melengkapi ekosistem ini menjadi sesuatu yang sulit ditinggalkan begitu sudah terbiasa.

Perlu dicatat, Shah menegaskan bahwa alternatif yang tersedia di Pixel — seperti launcher pihak ketiga Nova Launcher atau Niagara Launcher — hanya menyentuh permukaan: ikon, tata letak layar utama, dan laci aplikasi. Tingkat kendali yang ditawarkan Good Lock jauh melampaui itu.

One UI 9.0 Beta dan Risiko Kompatibilitas yang Perlu Diketahui

Kedalaman integrasi Good Lock dengan sistem operasi membawa konsekuensi tersendiri. Setiap kali Samsung merilis pembaruan besar One UI, sejumlah modul Good Lock kerap mengalami gangguan kompatibilitas hingga pembaruan modul tersedia.

Hal ini terjadi kembali saat Samsung meluncurkan beta One UI 9.0 (berbasis Android 17) untuk Galaxy S26 series pada 13 Mei 2026. Samsung mengonfirmasi bahwa dari seluruh modul yang ada, 16 modul kompatibel dengan One UI 9.0, sementara 8 modul belum kompatibel. Samsung menyatakan sedang mengerjakan pembaruan kompatibilitas dan menargetkan penyelesaian sebelum rilis stabil.

Bagi pengguna yang sangat bergantung pada modul-modul tertentu, jeda kompatibilitas saat pembaruan besar adalah risiko nyata yang perlu diperhitungkan.

Kabar Baik untuk Pengguna Galaxy di Indonesia: Good Lock Kini Tersedia Global

Selama bertahun-tahun, Good Lock hanya tersedia di Amerika Serikat, India, dan sebagian negara Eropa — sebuah keterbatasan yang membuat banyak pengguna Galaxy di Indonesia harus menggunakan cara tidak resmi untuk mengaksesnya.

Situasi ini berubah sejak One UI 7. Good Lock kini dapat diunduh melalui Google Play Store maupun Galaxy Store di seluruh dunia, termasuk Indonesia, secara gratis dan tanpa perlu root. Aplikasi ini kompatibel dengan semua perangkat Galaxy yang menjalankan One UI 6 ke atas.

AspekSebelum One UI 7One UI 7 ke Atas
Toko distribusiGalaxy Store / sideloadGalaxy Store + Google Play Store
Ketersediaan wilayahAS, India, sebagian EropaSeluruh dunia
Jumlah modulPuluhanSekitar 23 plugin

Sebagai catatan, peluncuran global awal tidak berjalan mulus — sejumlah pengguna melaporkan error saat mengunduh modul atau modul yang tidak muncul di daftar. Jika mengalami kendala serupa, disarankan untuk memeriksa ketersediaan di Galaxy Store perangkat masing-masing atau menunggu beberapa saat sebelum mencoba kembali.

Bagi pengguna Galaxy di Indonesia yang selama ini belum mencoba Good Lock, ini adalah waktu yang tepat untuk mengeksplorasi fitur-fitur yang selama ini mungkin tidak disadari tersedia. Sementara itu, bagi yang sedang mempertimbangkan beralih dari Galaxy ke Pixel, ada baiknya mencatat modul Good Lock mana saja yang rutin digunakan — karena itulah yang akan paling terasa hilang setelah berpindah.

Sumber