Valve akhirnya memberikan sinyal bahwa dua perangkat keras yang ditunggu komunitas gaming, yaitu Steam Machine dan Steam Frame, akan segera meluncur. Sayangnya, pengumuman tersebut dilakukan secara diam-diam tanpa menyertakan informasi harga, sehingga calon pembeli masih harus menebak-nebak anggaran yang perlu disiapkan.
Konfirmasi Diam-diam dari Valve
Menurut laporan Android Authority, Valve mengakui bahwa Steam Machine dan Steam Frame berstatus "coming soon" alias akan segera hadir. Pengumuman ini tidak dilakukan melalui siaran pers besar, melainkan disampaikan dalam bentuk yang sangat low-profile — itulah alasan Android Authority menggunakan istilah "quietly announces" pada judul laporannya.
Steam Machine sendiri merupakan PC gaming pre-built berbasis SteamOS, sedangkan Steam Frame adalah headset VR generasi baru Valve. Keduanya diperkenalkan akhir tahun lalu, namun sejak saat itu Valve tetap bungkam soal jadwal pasti maupun banderol harga.
Harga Masih Jadi Tanda Tanya Besar
Poin paling krusial yang belum terjawab adalah harga. Android Authority secara tegas menulis bahwa "biaya untuk memiliki perangkat ini belum diketahui". Valve sama sekali tidak menyinggung kisaran harga, baik untuk Steam Machine maupun Steam Frame.
Sebagai gambaran, Steam Deck — perangkat handheld Valve yang sudah lebih dulu rilis — dibanderol mulai US$399 (sekitar Rp 6.480.000) untuk varian termurahnya di pasar global. Namun karena Steam Machine adalah PC desktop dan Steam Frame merupakan headset VR, struktur biaya komponennya jelas berbeda. Spekulasi harga sebelum pengumuman resmi sebaiknya dihindari.
Strategi Pembelian: Tunggu atau Langsung Sambar?
Bagi pengguna yang tertarik dengan ekosistem SteamOS atau ingin mencoba VR berbasis Steam, ada strategi yang masuk akal untuk diikuti. Jika Valve mengumumkan harga dan wilayah distribusi sebelum tanggal rilis, Anda memiliki waktu untuk mengevaluasi apakah perangkat tersebut sesuai dengan kebutuhan dan anggaran.
Sebaliknya, jika informasi harga baru muncul mendekati tanggal peluncuran, langkah paling bijak adalah menunggu gelombang ulasan awal dan harga pasar riil sebelum memutuskan. Perlu dicatat bahwa Valve memiliki rekam jejak distribusi resmi yang terbatas di Asia Tenggara.
Implikasi untuk Konsumen Indonesia
Hingga saat ini, Valve belum pernah membuka jalur distribusi resmi untuk Steam Deck di Indonesia, sehingga konsumen lokal umumnya mengandalkan importir atau marketplace seperti Tokopedia dan Shopee. Pola yang sama kemungkinan besar berlaku untuk Steam Machine dan Steam Frame. Artinya, harga akhir yang sampai ke tangan konsumen Indonesia akan mencakup biaya impor, pajak, serta margin reseller, yang bisa membuat banderolnya jauh lebih tinggi dibanding harga resmi global.
Bagi peminat serius, ada baiknya memantau forum komunitas Steam Indonesia dan kanal reseller terpercaya begitu Valve mengumumkan harga resmi.
Sumber
- Android Authority — Valve quietly announces Steam Machine release window
