Penggemar genre city builder klasik mendapat kabar menarik dari ajang The MIX Summer Game Showcase 2026. Penerbit asal Prancis, Dotemu, bersama studio Triskell Interactive, mengumumkan Theos: Cities of Myth, sebuah penerus spiritual dari mahakarya Zeus: Master of Olympus (2000). Engadget melaporkan bahwa game ini dijadwalkan rilis untuk PC pada 2026, dengan fitur unggulan berupa kemampuan pemain menggambar sendiri jalur NPC pengirim (walker) yang menjadi tulang punggung ekonomi kota.

Mewarisi Tiga Mahakarya City Builder Era 1998–2000

Theos: Cities of Myth merujuk langsung pada tiga karya legendaris dari Impressions Games yang dirilis berurutan antara 1998 hingga 2000, yaitu Caesar III, Pharaoh, dan Zeus: Master of Olympus. Meskipun SimCity dianggap sebagai pelopor genre simulasi pembangunan kota, ketiga judul Impressions ini menempa formula tersendiri yang hingga kini masih dirawat komunitas melalui proyek penggemar bernama Augustus.

Triskell Interactive bukan nama asing di lini ini. Studio tersebut sebelumnya merilis Pharaoh: A New Era pada 2023, sebuah remake HD dari Pharaoh yang juga mencakup ekspansi Cleopatra: Queen of the Nile (2000). Dalam press briefing Dotemu, Triskell menegaskan bahwa Theos bukanlah remake langsung dari Zeus, melainkan penerus spiritual. Engadget mencatat tidak sempat mengonfirmasi apakah keputusan ini terkait sulitnya memperoleh lisensi merek dagang "Zeus" atau karena alasan biaya pada proyek berskala kecil.

Sumur, Agora, hingga Gymnasion: Warisan Sistem Walker dari Zeus

Sama seperti pendahulunya, Theos: Cities of Myth menggunakan perspektif isometrik dengan mitologi Yunani sebagai tulang punggung mekanik dan narasi. Dalam sesi hands-on, baru kampanye Athena yang dapat dimainkan, dengan sebagian besar tooltip dan aset masih berstatus placeholder.

Alur permainan akan terasa familier bagi penggemar Impressions:

  • Pemain menempatkan fondasi rumah untuk menarik pendatang
  • Memasok air dan makanan agar warga membangun rumah berkualitas lebih tinggi
  • Hunian yang lebih baik menarik lebih banyak penduduk dan memperluas kota
  • Bangunan seperti sumur, agora, dan gymnasion mengirim NPC yang disebut walker untuk mendistribusikan layanan dan barang

Kunci keberhasilan terletak pada kemampuan pemain merancang rantai pasok yang memastikan walker menjangkau seluruh warga tanpa celah pelayanan.

Inovasi Jalur Walker Bisa Digambar Sendiri, Tapi Masih Mentah

Pembeda terbesar Theos dari pendahulunya adalah kemampuan pemain menggambar langsung rute para walker. Pada game lawas, jalur NPC ditentukan AI dengan logika yang kerap aneh, sehingga pemain harus merancang jalan menyesuaikan perilaku tersebut. Reviewer Engadget, Igor Bonifacic, menilai inilah salah satu alasan kota dalam game klasik terasa kurang menyerupai tempat nyata.

Namun, pada early build yang dicoba Bonifacic, sistem ini belum berfungsi mulus. Berikut ringkasan kendalanya:

AspekPerilaku di Early Build
Penempatan awalGame otomatis menetapkan rute
Saat kota berkembangRute eksisting tidak diperbarui otomatis
Solusi sementaraPemain harus kembali ke tiap bangunan untuk mengatur ulang manual
Sisi UISulit melihat sejauh mana jangkauan tiap walker

Bonifacic mencatat logika distribusi otomatis kerap menyisakan area kota tanpa layanan, sementara konfigurasi manual masih terasa kaku. Ia menambahkan bahwa kondisi ini wajar mengingat build yang dicoba masih sangat dini.

Kekhawatiran Soal Desain Visual Belum Hilang

Aspek visual menjadi titik kritis lain. Zeus: Master of Olympus dikenal karena grafis isometrik yang sederhana namun kaya warna, mampu menghadirkan suasana hangat dan hidup. Sayangnya, remake Pharaoh garapan Triskell pernah menuai kritik karena NPC-nya terasa seperti diambil dari game berbeda dibanding bangunan dan lanskapnya.

Bonifacic mengaku tidak membeli remake tersebut justru karena masalah konsistensi seni ini, dan menurutnya Triskell belum sepenuhnya menjawab kritik tersebut di Theos. Sebagai pembanding, The Wandering Village yang dirilis 2025 berhasil mengadopsi kerangka ala Impressions dengan estetika bergaya Studio Ghibli dan menjadi salah satu city builder paling diperbincangkan tahun itu. Apakah Theos pantas ditunggu akan sangat bergantung pada sejauh mana UI rute walker dan konsistensi seninya disempurnakan menjelang rilis.

Tujuh Dewa Pelindung Menentukan Arah Pembangunan Kota

Theos: Cities of Myth memperkenalkan sistem dewa pelindung, di mana pemain memilih satu dari tujuh dewa untuk menjadi patron kota. Memenuhi keinginan sang dewa akan menghadirkan boon (anugerah) berupa pahlawan mitologi yang dapat direkrut sebagai warga atau dikirim dalam quest khusus.

Tujuh dewa yang dapat dipilih beserta arah pengembangannya:

  • Zeus: kota metropolis megah
  • Athena: pusat kebudayaan
  • Hermes: hub perdagangan
  • Ares: kekuatan militer
  • Poseidon: armada laut dan koloni
  • Hera: kemakmuran pertanian dan kesejahteraan warga
  • Dionysus: perayaan tanpa henti

Pilihan dewa secara langsung mengubah objektif kampanye, sehingga peta yang sama bisa menghadirkan jalur pengembangan berbeda di tiap playthrough.

Bagian dari Jajaran Rilis Dotemu 2026 dan Implikasinya bagi Pemain Indonesia

Theos diumumkan resmi pada 1 Juni 2026 dalam The MIX Summer Game Showcase, lengkap dengan reveal trailer. Game ini melengkapi jajaran rilis Dotemu yang variatif:

JudulGenrePlatform / Waktu
Battlestar Galactica: Scattered HopesTactical RoguelitePC, Musim Semi 2026
Starship Troopers: Ultimate Bug War!FPS RetroPC, Konsol
Warhammer Age of Sigmar: DeathmasterAction PlatformerPC, Switch 2, PS5, Xbox Series X|S, 2027

Di tengah dominasi IP fiksi ilmiah dan militer dalam lineup Dotemu, Theos berdiri sebagai pewaris genre city builder klasik. Bagi gamer di Indonesia, game ini berpotensi tersedia melalui Steam dengan harga regional ASEAN yang umumnya berada di kisaran Rp 200.000–Rp 400.000 (sekitar US$12–25) untuk indie city builder sejenis, meski Dotemu belum mengumumkan banderol resmi. Informasi rilis untuk pasar Indonesia, termasuk dukungan bahasa lokal, belum diumumkan. Bagi penggemar genre yang sudah mengikuti seri Caesar atau Pharaoh, ada baiknya menunggu gameplay reveal lanjutan sebelum memutuskan wishlist — terutama untuk memastikan UI walker dan konsistensi visual sudah diperbaiki.

Sumber