Sony dilaporkan tengah mengubah strategi distribusi game PlayStation secara signifikan. Berdasarkan laporan Bloomberg yang dikutip berbagai media game internasional, game-game single-player besutan PlayStation Studios kemungkinan besar tidak akan lagi hadir di PC — sebuah perubahan besar yang berdampak langsung pada jutaan gamer PC di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

Laporan Bloomberg: Perubahan Strategi Diumumkan di Town Hall Internal

Jurnalis Bloomberg, Jason Schreier — yang dikenal luas karena rekam jejak pelaporannya soal industri game — melaporkan bahwa Hermen Hulst, kepala PlayStation Studios, menyampaikan perubahan strategi ini kepada para karyawan dalam sebuah town hall internal yang digelar pada Senin, 18 Mei.

Perlu dicatat, laporan ini bersumber dari pernyataan internal yang belum dikonfirmasi secara resmi oleh Sony. Schreier sendiri telah menyinggung arah kebijakan ini sejak Maret lalu, ketika ia melaporkan bahwa Sony membatalkan rencana port PC untuk Ghost of Yōtei beserta sejumlah judul internal lainnya. Laporan terbaru ini memperkuat dan memperluas informasi yang telah beredar sebelumnya.

Bukan Semua Game — Hanya Single-Player yang Terdampak

Penting untuk dipahami bahwa kebijakan ini tidak berarti seluruh game PlayStation akan kembali menjadi eksklusif konsol sepenuhnya. Schreier menegaskan bahwa game-game online dan multiplayer akan tetap dirilis di berbagai platform, termasuk PC.

Hulst sendiri dua tahun lalu pernah menyatakan bahwa judul-judul live service PlayStation akan hadir secara day and date di PC dan PS5. Kebijakan tersebut tampaknya tidak berubah. Yang berubah adalah pendekatan terhadap game single-player — yang selama ini hadir di PC dengan jeda waktu beberapa tahun setelah rilis konsol.

Sebagai gambaran, berikut sejumlah game PlayStation yang dalam beberapa tahun terakhir telah mendapat versi PC:

  • Spider-Man 2
  • Ghost of Tsushima
  • The Last of Us (dua judul)
  • Horizon Zero Dawn Remastered
  • Helldivers 2 (multiplayer — tetap lintas platform)
  • Marathon (multiplayer — tetap lintas platform)

Game-game single-player seperti Ghost of Tsushima dan Spider-Man 2 hadir di PC dengan jeda bertahun-tahun. Ke depan, model seperti itu kemungkinan tidak akan terulang untuk judul-judul baru.

Judul yang Diduga Terdampak dan yang Dikecualikan

Laporan menyebut beberapa judul yang diperkirakan tidak akan mendapat versi PC, antara lain Saros, Marvel's Wolverine, dan Ghost of Yōtei. Sementara itu, game berbasis multiplayer seperti Marathon, Marvel Tokon, serta Horizon Hunters Gathering dari Guerrilla Games disebut masih akan tetap hadir di PC.

Garis pemisahnya cukup jelas: single-player kembali ke konsol, multiplayer tetap lintas platform.

Xbox Pun Tengah Mengevaluasi Ulang Strategi Eksklusif

Menariknya, Sony bukan satu-satunya yang bergerak ke arah ini. The Verge melaporkan bahwa Asha Sharma, kepala Xbox yang baru, juga tengah "reevaluating" strategi eksklusif untuk platform Xbox. Pernyataan itu pun disampaikan secara internal kepada staf, tanpa pengumuman resmi.

Jika kedua raksasa konsol ini secara bersamaan bergerak menuju eksklusivitas yang lebih ketat, ini bisa menjadi sinyal pergeseran industri yang lebih luas — di mana konsol kembali diposisikan sebagai platform utama, bukan sekadar titik awal sebelum game menyebar ke PC.

Mengapa Sony Berubah Pikiran?

Latar belakang keputusan ini tidak lepas dari faktor bisnis. Laporan terdahulu menyebutkan bahwa meskipun gelombang pertama port PC PlayStation terbilang sukses secara komersial, penjualan judul-judul berikutnya mengalami penurunan. Di sisi lain, ada kekhawatiran internal bahwa kehadiran game PlayStation di PC dapat mengikis nilai eksklusivitas PS5 dan memengaruhi penjualan konsol ke depannya.

Faktor eksternal juga turut berperan. Microsoft disebut tengah mengembangkan platform "Project Helix" yang akan mengintegrasikan ekosistem Xbox lebih dalam ke platform PC seperti Steam. Kondisi ini diduga mendorong Sony untuk mempertegas batas antara ekosistem PlayStation dan PC.

Apa Artinya bagi Gamer PC di Indonesia?

Bagi komunitas gamer PC di Indonesia — yang terus berkembang pesat seiring meningkatnya penetrasi laptop gaming dan PC rakitan — kabar ini cukup mengecewakan. Selama ini, versi PC dari judul-judul PlayStation menjadi alternatif yang lebih terjangkau dibanding membeli PS5, mengingat harga konsol tersebut di pasar resmi Indonesia masih berada di kisaran Rp 8.000.000 hingga Rp 9.000.000.

Jika laporan ini terkonfirmasi secara resmi, gamer PC yang selama ini menunggu port dari judul seperti Marvel's Wolverine atau Ghost of Yōtei perlu mempertimbangkan ulang rencana mereka. Konfirmasi resmi dari Sony kemungkinan baru akan muncul di ajang seperti State of Play atau saat pengumuman laporan keuangan perusahaan. Hingga saat itu, informasi ini masih berstatus laporan tidak resmi yang belum dikonfirmasi Sony secara publik.

Sumber