Snap, perusahaan induk Snapchat, dikabarkan akan meluncurkan kacamata AR Spectacles versi konsumen pada musim gugur 2026 dengan target harga $2.500 (sekitar Rp 40.600.000). Jika terealisasi, produk ini akan mendahului kacamata berbasis Android XR milik Google ke pasar, sekaligus menjadi salah satu kacamata AR "sejati" pertama yang tersedia untuk konsumen umum.

Bocoran Harga $2.500 dan Jadwal Rilis Musim Gugur 2026

Informasi ini bersumber dari buletin "Sources" milik jurnalis Alex Heath, yang kemudian dikutip oleh 9to5Google dan UploadVR pada Mei 2026. Menurut laporan tersebut, Snap berencana memperkenalkan pembaruan Spectacles dalam waktu dekat, dengan target peluncuran konsumen "in the fall" atau sekitar musim gugur 2026.

Perlu dicatat, angka $2.500 (sekitar Rp 40.600.000) disebut sebagai price target atau target harga, bukan harga resmi yang telah dikonfirmasi Snap. Demikian pula jadwal musim gugur 2026 masih bersifat laporan tidak resmi. Snap sendiri hanya mengonfirmasi bahwa mereka akan tampil sebagai pembicara utama di acara tahunan industri AR, Augmented World Expo (AWE), yang dijadwalkan berlangsung Juni 2026. Berdasarkan laporan Heath, AWE kemungkinan besar akan menjadi panggung pertama bagi pembaruan hardware Spectacles ini.

Tiga Kali Lebih Mahal dari Meta Ray-Ban Display, Apa Bedanya?

Harga $2.500 (sekitar Rp 40.600.000) memang tergolong tinggi untuk kategori kacamata pintar konsumen. Sebagai perbandingan, Meta Ray-Ban Display yang sudah beredar di pasaran dibanderol $800 (sekitar Rp 13.000.000) — sekitar sepertiga dari target harga Spectacles.

ProdukJadwal RilisHarga
Snap SpectaclesMusim gugur 2026 (bocoran)$2.500 (sekitar Rp 40.600.000)
Meta Ray-Ban DisplaySudah tersedia$800 (sekitar Rp 13.000.000)
XREAL Android XR Glasses2026 (perkiraan)Belum diumumkan
Google Android XR (dengan display)2027Belum diumumkan

Perbedaan harga yang signifikan ini mencerminkan perbedaan filosofi desain yang mendasar. Meta Ray-Ban Display dan sebagian besar kacamata pintar yang ada saat ini pada dasarnya berfungsi sebagai heads-up display (HUD) — menampilkan informasi atau notifikasi di sudut pandang pengguna. Spectacles, sebaliknya, dirancang untuk AR "sejati": kemampuan menempatkan objek virtual secara presisi di dalam ruang fisik nyata, bukan sekadar melapisi informasi di atas pandangan.

Perbedaan ini bukan soal spesifikasi teknis semata, melainkan soal kualitas pengalaman yang ditawarkan. Jika kebutuhan Anda adalah menampilkan notifikasi atau navigasi, $800 sudah cukup. Namun jika Anda menginginkan interaksi dengan ruang tiga dimensi secara nyata, Spectacles menjadi salah satu dari sedikit pilihan yang ada.

Mendahului Android XR: Peluang Snap Jadi Pelopor AR Konsumen

Salah satu aspek paling menarik dari bocoran ini adalah soal timing. Apabila Spectacles benar-benar hadir musim gugur 2026, produk ini akan mendahului kacamata Android XR berbekal display dari Google yang baru dijadwalkan pada 2027. Google memang telah memperkenalkan kacamata audio berbasis Android XR di Google I/O, namun model dengan display baru akan menyusul tahun depan.

Adapun XREAL memang diperkirakan merilis kacamata Android XR pada 2026, tetapi sejumlah laporan menyebut bentuknya lebih menyerupai headset VR konvensional ketimbang kacamata AR yang ramping. Artinya, Spectacles berpotensi menjadi produk AR konsumen "sejati" pertama yang benar-benar bisa dipakai layaknya kacamata biasa.

Snap OS 2.0 dan Ekosistem yang Mulai Matang

Paralel dengan persiapan hardware, Snap telah merilis Snap OS 2.0 pada September 2025 sebagai fondasi perangkat lunak untuk Spectacles generasi konsumen. Pembaruan ini mencakup antarmuka beranda baru, widget, bookmark, serta browser yang mendukung WebXR. Fitur Travel Mode memungkinkan konten AR tetap stabil saat pengguna berada di pesawat, kereta, atau kendaraan. Selain itu, tersedia terjemahan suara real-time dalam 40 bahasa, termasuk fitur subtitle yang "ditempelkan" pada wajah pembicara melalui Translation Lens.

Respons pasar terhadap Snap OS 2.0 cukup positif: saham Snap naik sekitar 5,63% pada hari pengumuman, ditutup di $8,44. Ini mengindikasikan investor mulai menilai ekosistem platform Snap, tidak hanya hardware-nya saja.

Di sisi konten, nama-nama besar mulai bergabung. Pengalaman Star Wars: Holocron Histories produksi Industrial Light & Magic, serta Avatar: The Last Airbender dari Paramount, sudah tersedia di Spectacles. Basis pengembang pun terus berkembang: lebih dari 400.000 pengembang telah membangun lebih dari 4 juta Lens secara kumulatif.

AWE Juni 2026: Titik Verifikasi Pertama

Bagi siapa pun yang mengikuti perkembangan ini, AWE Juni 2026 adalah momen yang paling krusial untuk ditunggu. Jika bocoran Alex Heath akurat, acara tersebut akan menjadi ajang pertama Snap memperlihatkan hardware Spectacles yang diperbarui secara publik, sekaligus kemungkinan memberikan konfirmasi resmi soal harga dan jadwal rilis.

Perlu diingat, Snap Spectacles bukan produk baru — lini ini telah melewati beberapa generasi pengembangan, dan sebelumnya lebih banyak ditujukan untuk kalangan pengembang. Kemungkinan perubahan harga, penundaan, atau penyesuaian spesifikasi tetap ada selama belum ada pengumuman resmi dari Snap.

Bagi konsumen di Indonesia, produk seharga $2.500 (sekitar Rp 40.600.000) jelas bukan untuk segmen massal. Namun bagi para pengembang aplikasi AR, kreator konten, dan pelaku industri teknologi yang ingin berada di garis terdepan augmented reality, Spectacles layak masuk radar. Informasi ketersediaan resmi untuk pasar Indonesia belum diumumkan, sehingga pembelian kemungkinan harus melalui jalur impor atau platform internasional dalam tahap awal.

Sumber