Samsung Browser tampaknya bersiap menghadirkan tampilan visual yang lebih modern. Hasil analisis APK versi v30.0.2.30 mengungkap adanya kode efek blur pada toolbar browser — sebuah sentuhan desain yang selama ini identik dengan antarmuka iOS dan macOS. Meski belum aktif untuk pengguna umum, temuan ini memberi gambaran ke mana arah desain Samsung Browser akan melangkah.

Apa yang Ditemukan dalam APK v30.0.2.30?

AssembleDebug, peneliti yang dikenal aktif melakukan APK teardown, menemukan kode efek blur pada toolbar Samsung Browser versi v30.0.2.30. Temuan ini kemudian dilaporkan oleh Android Authority. Dengan mengaktifkan kode tersebut secara manual, efek "frosted glass" — tampilan buram yang memperlihatkan konten di balik elemen UI — berhasil dijalankan pada area toolbar.

Perlu dicatat, APK teardown adalah metode untuk membaca kode dalam build pengembangan guna memprediksi fitur yang akan datang. Kode yang ditemukan belum tentu akan dirilis ke publik dalam bentuk yang sama, atau bahkan dirilis sama sekali. Spesifikasi akhir dan tampilan visualnya masih bisa berubah sewaktu-waktu.

Bagi pengguna Samsung Galaxy di Indonesia yang sudah terbiasa dengan Samsung Browser sebagai browser bawaan, ini bisa menjadi perubahan visual yang cukup terasa — terutama bagi yang menggunakan perangkat dengan layar AMOLED yang tajam.

Efek Blur Paling Optimal Saat Bookmark Bar di Posisi Bawah

Efek blur ini tidak bekerja seragam di semua konfigurasi. Hasilnya paling mencolok ketika pengguna menempatkan bookmark bar di bagian bawah layar. Dalam kondisi tersebut, baik toolbar maupun bookmark bar akan mendapat efek blur secara bersamaan, menciptakan tampilan yang kohesif dan imersif.

Sebaliknya, jika bookmark bar ditempatkan di bagian atas layar, efek blur hanya berlaku pada toolbar. Bookmark bar di posisi atas akan tetap mengikuti warna yang ditentukan oleh situs web yang sedang dibuka — perilaku yang sama seperti sebelumnya.

Posisi Bookmark BarCakupan Efek Blur
Di bawah layarToolbar + Bookmark Bar (keduanya)
Di atas layarToolbar saja; Bookmark Bar mengikuti warna situs

Desain semacam ini mengingatkan pada pendekatan Apple di Safari untuk iOS, di mana elemen UI menyatu secara visual dengan konten halaman web. Samsung tampaknya ingin membawa pengalaman serupa ke ekosistem Android-nya.

Samsung Browser for Windows Resmi Meluncur Global

Paralel dengan pembaruan visual ini, Samsung juga memperluas jangkauan browsernya ke platform PC. Samsung Browser for Windows — sebelumnya dikenal sebagai Samsung Internet — resmi keluar dari fase beta pada Maret 2026 dengan versi 30.0.0.95, dan kini tersedia secara global. Browser ini mendukung Windows 10 (build 1809 ke atas) dan Windows 11.

Fitur unggulannya adalah kemampuan melanjutkan sesi browsing secara mulus antara perangkat mobile dan PC. Bukan sekadar sinkronisasi bookmark atau riwayat, melainkan kemampuan membuka halaman web yang sama persis dari satu perangkat ke perangkat lain. Pembaruan berikutnya, versi 30.0.0.97, dirilis pada 13 April 2026 dengan fokus pada perbaikan bug dan peningkatan stabilitas.

Bagi pengguna ekosistem Samsung di Indonesia yang memiliki Galaxy smartphone sekaligus laptop Windows, fitur cross-device ini bisa menjadi alasan untuk mulai mempertimbangkan Samsung Browser sebagai browser utama di kedua perangkat.

Fitur Ask AI dengan Perplexity: Belum Tersedia di Indonesia

Di sisi kecerdasan buatan, Samsung Browser telah mengintegrasikan fitur Ask AI yang dikembangkan bersama Perplexity. Fitur ini pertama kali hadir di Galaxy S26 series melalui pembaruan Samsung Browser v29.0.4.45. Namun, ketersediaannya saat ini masih terbatas di Korea Selatan dan Amerika Serikat — belum ada informasi resmi mengenai jadwal ekspansi ke Indonesia atau kawasan Asia Tenggara lainnya.

Pembaruan v29.0.4.45 juga membawa dua tambahan lain: peringatan situs berbahaya dan ikon aplikasi baru yang lebih cerah dengan sentuhan efek blur — konsisten dengan arah visual yang sedang dibangun Samsung secara menyeluruh.

FiturDetail
Mitra AIPerplexity
Ketersediaan Ask AIKorea Selatan dan Amerika Serikat
Perangkat pertamaGalaxy S26 series
Versi integrasiSamsung Browser v29.0.4.45

Apa yang Perlu Diperhatikan Pengguna Samsung di Indonesia?

Efek blur pada toolbar Samsung Browser belum aktif dan belum ada kepastian kapan akan dirilis secara resmi. Namun, bagi pengguna yang ingin bersiap, ada langkah sederhana yang bisa dilakukan sekarang: buka pengaturan Samsung Browser, pastikan versi aplikasi sudah diperbarui ke v30.0.2.30 atau lebih baru, lalu pindahkan posisi bookmark bar ke bagian bawah layar. Dengan begitu, begitu fitur ini resmi diaktifkan, perubahan visualnya akan langsung terasa.

Secara keseluruhan, Samsung sedang membangun identitas visual yang lebih terpadu untuk browsernya — dari ikon aplikasi, toolbar, hingga antarmuka PC. Bagi konsumen di Indonesia yang menggunakan perangkat Galaxy, perkembangan ini layak untuk terus dipantau dalam pembaruan Samsung Browser berikutnya.

Sumber