Roku resmi meluncurkan pembaruan tampilan beranda terbesar dalam sejarah platformnya. Perubahan ini mencakup tata letak baru, rekomendasi konten berbasis kecerdasan buatan, hingga penyesuaian posisi iklan — semuanya dirancang agar pengguna lebih cepat menemukan tontonan yang relevan sejak layar pertama menyala.

Apa yang Berubah di Beranda Roku?

Pembaruan ini bukan sekadar perubahan kosmetik. Roku mendeskripsikannya sebagai redesigned home screen experience with more personalized content — pengalaman beranda yang dirancang ulang dengan konten yang lebih disesuaikan untuk setiap pengguna.

Beberapa elemen baru yang diperkenalkan antara lain:

  • Quick Access — pintasan cepat ke aplikasi dan konten yang sering digunakan
  • Top Picks for You — rekomendasi konten utama yang ditempatkan di bagian tengah layar
  • Destinations — hub berbasis genre dan suasana hati (mood)
  • Subscriptions — area khusus untuk layanan berlangganan yang aktif
  • Save List & Continue Watching — pintasan untuk konten yang disimpan atau sedang ditonton
  • Your Daily Scoop — ringkasan konten harian
  • Roku City Tile — akses ke screensaver interaktif dan mini-game seperti Daily Trivia

Tata letak tiga kolom tetap dipertahankan, namun navigasi kiri kini tampil lebih ringkas dengan ikon-ikon sederhana. Posisi sentral layar diisi oleh Top Picks for You.

Rekomendasi Berbasis Miliaran Kombinasi

Salah satu klaim paling ambisius dari pembaruan ini adalah skala sistem rekomendasinya. Menurut Roku, kombinasi tampilan beranda yang dapat dihasilkan mencapai miliaran variasi, dan platform akan memilih satu yang paling relevan untuk setiap pengguna secara individual.

Sistem ini juga mempertimbangkan waktu dan konteks menonton. Sebagai contoh, pada malam hari Roku cenderung merekomendasikan serial drama dewasa, sementara pada sore hari sepulang sekolah, konten dari Disney+ lebih diprioritaskan. Pendekatan ini mencerminkan arah industri streaming yang semakin mengandalkan sinyal perilaku pengguna untuk meningkatkan waktu tonton.

Perlu dicatat, detail teknis mengenai cara kerja algoritma ini belum diungkapkan sepenuhnya oleh Roku. Informasi yang tersedia masih bersifat deskriptif dari pihak perusahaan.

Iklan Tetap Ada, Tapi Lebih Tertata

Bagi Roku, beranda bukan hanya wajah produk — melainkan mesin pendapatan utama. Dari total pendapatan tahunan 2025 sebesar US$4,74 miliar (sekitar Rp 77 triliun), sebesar US$4,15 miliar (sekitar Rp 67,4 triliun) berasal dari segmen Platform yang berbasis iklan. Beranda adalah ruang iklan paling strategis di ekosistem Roku.

Dalam desain baru ini, iklan video marquee dipindahkan ke sisi kanan layar penemuan konten. Yang menarik, sinyal personalisasi yang sama digunakan untuk konten juga diterapkan pada iklan — artinya iklan yang muncul pun diklaim lebih relevan dengan minat pengguna.

Segmen Platform ini juga mencakup layanan Howdy, layanan berlangganan seharga US$3 per bulan (sekitar Rp 48.750) yang diluncurkan pada Agustus 2025.

Sebagai gambaran, survei internal Roku menemukan bahwa 82% pengguna menginginkan tontonan yang ingin mereka tonton langsung muncul di beranda saat TV dinyalakan. Pembaruan ini tampaknya merespons langsung temuan tersebut, sekaligus menjaga kepentingan bisnis iklan tetap berjalan.

Ketersediaan dan Relevansi bagi Pengguna di Indonesia

Pembaruan beranda ini mulai diluncurkan secara bertahap untuk perangkat Roku TV dan streaming Roku sejak 28 Mei 2026, sebagaimana dilaporkan oleh Android Authority. Namun, detail mengenai wilayah yang menjadi target peluncuran, model perangkat yang didukung, dan jadwal penuh distribusi belum diumumkan secara resmi oleh Roku.

Bagi pengguna di Indonesia, perlu dicatat bahwa Roku bukan pemain dominan di pasar smart TV lokal. Platform streaming yang lebih umum digunakan di Indonesia umumnya berjalan di atas Android TV atau Google TV — seperti yang tertanam di berbagai merek TV populer. Dampak langsung pembaruan ini terhadap konsumen Indonesia kemungkinan besar masih terbatas.

Meski demikian, tren yang ditunjukkan Roku — yakni personalisasi beranda berbasis perilaku pengguna dan integrasi iklan yang lebih halus — merupakan arah yang kemungkinan besar akan diadopsi oleh platform streaming lain, termasuk yang beroperasi di pasar Asia Tenggara. Bagi Anda yang menggunakan perangkat Roku, pantau pembaruan otomatis di pengaturan perangkat untuk mengetahui kapan tampilan baru ini tiba.

Sumber