Aqara Camera Hub G350 hadir sebagai kamera keamanan dalam ruangan pertama di dunia yang mendapat sertifikasi Matter 1.5 — dilengkapi resolusi 4K, dua lensa terpisah, serta pelacakan AI 360 derajat. MacRumors menyebutnya sebagai "kamera keamanan dalam ruangan favorit yang pernah diuji." Namun ada satu catatan penting: pengguna Apple Home tidak akan mendapat banyak manfaat dari keunggulan utamanya.
Sertifikasi Matter 1.5 Pertama di Dunia — Tapi Bukan untuk Semua Ekosistem
G350 meraih sertifikasi Matter v1.5 pada 10 Februari 2026, menjadikannya kamera pertama yang memenuhi spesifikasi kamera dalam standar Matter yang dirilis oleh CSA (Connectivity Standards Alliance) pada November 2025. Pencapaian ini signifikan karena selama bertahun-tahun, integrasi kamera ke dalam ekosistem smart home terhambat oleh keharusan setiap produsen membangun dan memelihara API tersendiri untuk masing-masing platform — pendekatan yang mahal dan rentan.
Dengan Matter, G350 secara teoritis dapat terhubung lintas platform: Google Home, Amazon Alexa, SmartThings, hingga Home Assistant. Perlu dicatat, Home Assistant per pertengahan Maret 2026 belum sepenuhnya mendukung Matter v1.5 untuk kamera. Sebagai solusi sementara, pengguna Home Assistant dapat menggunakan streaming via RTSP untuk mengakses feed video secara lokal sambil menunggu dukungan penuh.
Satu pengecualian besar: Apple belum mendukung kamera Matter. Artinya, pengguna Apple Home tidak dapat memanfaatkan fitur Matter G350 sama sekali. Koneksi ke Apple Home tetap menggunakan jalur lama, yaitu HomeKit Secure Video (HSV), dengan rekaman tersimpan di iCloud. HSV memerlukan langganan iCloud+ dengan ketentuan sebagai berikut:
| Paket iCloud+ | Harga | Kamera HSV |
|---|---|---|
| 50 GB | $0,99/bulan (sekitar Rp 16.000) | 1 kamera |
| 200 GB | $2,99/bulan (sekitar Rp 48.500) | 5 kamera |
| 2 TB ke atas | mulai $9,99/bulan (sekitar Rp 162.000) | Tak terbatas |
Yang lebih krusial: HSV membatasi resolusi rekaman hingga 1080p, sehingga kemampuan 4K G350 sama sekali tidak termanfaatkan melalui jalur ini. MacRumors secara tegas menyatakan, "Jika Anda hanya berencana menggunakan Apple Home, tidak ada alasan untuk membeli kamera ini."
Dual Lensa 4K + 2.5K dan Pelacakan AI 360 Derajat
Secara fisik, G350 tampil unik berkat aksesori "rabbit hood" berbahan silikon yang membuat kamera menyerupai sepasang mata kelinci. Bagi yang menginginkan tampilan lebih konvensional, aksesori ini dapat dilepas.
Dua lensa yang tertanam menjadi keunggulan utama perangkat ini:
- Lensa utama: resolusi 4K, sudut pandang 133 derajat, apertur f/1,6
- Lensa zoom: resolusi 2,5K HDR, mendukung zoom hingga 9x
- Night vision: inframerah 940 nm (grayscale) untuk kondisi minim cahaya
Menurut MacRumors, hasil zoom G350 jauh lebih tajam dibanding kamera single-lens karena lensa zoom memang dirancang khusus untuk keperluan tersebut — bukan sekadar crop digital. Performa malam hari dinilai memadai, meski kualitas rekaman sedikit menurun dibanding kondisi pencahayaan optimal.
Bodi kamera mendukung rotasi 360 derajat dan tilt, dengan AI yang mampu mengenali dan mengikuti manusia maupun hewan peliharaan secara otomatis, termasuk melakukan zoom perlahan saat diperlukan. Pengguna juga dapat mengontrol pan/tilt secara manual melalui aplikasi, serta menyimpan sudut pandang favorit sebagai preset. Satu catatan teknis: karena desain pan yang halus dan lambat, rekaman saat kamera sedang bergerak atau melakukan zoom dapat mengalami sedikit blur. Tidak ada suara mekanis saat kamera bergerak.
Deteksi AI: Wajah, Suara, Gestur, hingga Senyuman
G350 memproses AI langsung di perangkat (on-device) tanpa mengandalkan server cloud untuk analisis dasar. Kemampuan deteksinya mencakup:
- Visual: wajah manusia, hewan peliharaan, gestur tangan (melambaikan tangan, tanda OK)
- Audio: batuk, mendengkur, suara keras, alarm, gonggongan anjing, tangisan bayi
Deteksi gestur memungkinkan pengguna memicu scene di aplikasi Aqara hanya dengan gerakan tangan. Namun fitur ini masih berstatus beta dan keandalannya menurun pada kondisi pencahayaan buruk. Fitur "smile detection" — yang mengirim notifikasi saat kamera mendeteksi senyuman — juga dilaporkan belum bekerja dengan akurasi 100 persen. MacRumors menilai Aqara cenderung "mengemas terlalu banyak fitur dalam satu produk," meski tetap mengapresiasi banyaknya pilihan yang ditawarkan.
Penyimpanan Fleksibel: Lokal, NAS, hingga Cloud
G350 menawarkan beberapa opsi penyimpanan rekaman yang dapat disesuaikan dengan preferensi privasi pengguna:
- microSD: kapasitas hingga 512 GB
- NAS: penyimpanan lokal via jaringan
- iCloud (Apple Home): melalui paket iCloud+ seperti dijelaskan di atas
- Aqara Cloud: dapat digunakan tanpa langganan untuk fungsi dasar; sejumlah fitur lanjutan memerlukan langganan HomeGuardian
Paket HomeGuardian tersedia dalam dua pilihan: $49,99/tahun (sekitar Rp 811.000) untuk satu kamera, atau $99/tahun (sekitar Rp 1.608.750) untuk kamera tak terbatas. Langganan ini tidak wajib — penyimpanan lokal via microSD dan streaming RTSP ke NAS dapat digunakan sepenuhnya tanpa biaya tambahan.
Dari sisi konektivitas dan keamanan jaringan, spesifikasi G350 cukup lengkap:
| Fitur | Spesifikasi |
|---|---|
| Wi-Fi | Wi-Fi 6, dual-band 2,4 GHz / 5 GHz |
| Keamanan jaringan | WPA3 |
| Two-way audio | Jernih hingga 5 m, jangkauan mikrofon hingga 8 m |
| Privasi fisik | Penutup lensa mekanis yang menutup otomatis saat kamera dimatikan |
Penutup lensa fisik menjadi nilai tambah tersendiri karena pengguna dapat memverifikasi secara visual bahwa kamera benar-benar tidak aktif — berbeda dengan sekadar mute via perangkat lunak.
Kesimpulan: Kamera Terbaik Jika Anda Pakai Aplikasi Aqara
Aqara Camera Hub G350 adalah pilihan menarik bagi pengguna smart home yang menggunakan Google Home, Alexa, SmartThings, atau ekosistem terbuka seperti Home Assistant — terutama setelah dukungan Matter v1.5 penuh tersedia. Dual lensa dengan zoom optis nyata, pelacakan AI 360 derajat, dan fleksibilitas penyimpanan menjadikannya salah satu kamera dalam ruangan paling komprehensif saat ini.
Sebaliknya, pengguna yang sepenuhnya bergantung pada Apple Home sebaiknya mempertimbangkan ulang, karena resolusi akan terpangkas ke 1080p dan keunggulan Matter tidak dapat dimanfaatkan sama sekali.
Bagi konsumen di Indonesia, G350 relevan terutama bagi mereka yang membangun ekosistem smart home berbasis Google Home atau platform terbuka. Informasi ketersediaan resmi untuk pasar Indonesia belum diumumkan, namun produk Aqara umumnya dapat ditemukan melalui platform e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee dari penjual resmi maupun importir terpercaya.
Sumber
- MacRumors — Aqara Camera Hub G350 Review: 4K Recording, Dual Lenses, Pan-and-Tilt Tracking, and AI Subject Detection
- Derek Seaman's Tech Blog — Aqara Camera Hub G350: World's First Matter v1.5 Camera
- gadgetbond — Aqara G350 brings 4K dual-lens power to the Matter era
