Dua karya fiksi yang dirilis pada pertengahan 2026 ini layak masuk daftar bacaan Anda: The Dorians, novel thriller body horror karya Nick Cutter yang terinspirasi dari The Picture of Dorian Gray, serta Red Roots, seri komik penuh teka-teki dari Lorenzo De Felici yang diterbitkan Image Comics. Keduanya menawarkan pengalaman membaca yang gelap, tidak terduga, dan sulit diletakkan begitu saja.

The Dorians: Ketika Keabadian Menjadi Kutukan

Novel ini diterbitkan oleh Gallery Books pada 19 Mei 2026. Premisnya sederhana namun menggoda: lima orang yang berada di ambang kematian ditawari kesempatan kedua — sebuah perawatan eksperimental yang menjanjikan kemudaan kembali. Namun seperti yang sudah bisa ditebak dari judulnya, inspirasi utama karya ini adalah The Picture of Dorian Gray karya Oscar Wilde, di mana keabadian selalu datang dengan harga yang mengerikan.

Kutipan dari sinopsis resmi buku ini menggambarkan inti konfliknya:

"Rahasianya yang menakjubkan terletak pada pengendalian berteknologi tinggi atas faktor biologis kuno yang luar biasa — sebuah entitas yang telah hidup sepanjang masa tanpa nurani, hanya didorong oleh satu tujuan: bertahan hidup."

Kelima karakter utama menjalani perawatan tersebut di sebuah pulau terpencil di Kanada, jauh dari dunia luar — struktur ruang tertutup yang menambah ketegangan secara signifikan. Resensi dari Engadget menyebut bahwa alur awal novel ini mengingatkan pada serial Alien: Earth, dengan tokoh jenius muda yang menemukan rahasia keabadian lalu terseret ke dalam kehancuran moral dan fisik.

Yang membedakan The Dorians dari thriller biasa adalah elemen body horror-nya yang disebut reviewer sebagai "real shudder-inducing" — artinya, deskripsi fisik yang benar-benar membuat pembaca bergidik. Bagi penggemar film klasik seperti The Thing (1982) atau The Fly (1986), gaya penulisan Cutter akan terasa sangat familiar.

Nick Cutter sendiri adalah nama pena untuk penulis Kanada Craig Davidson, lahir di Toronto tahun 1975. Di bawah nama ini, ia telah merilis sejumlah novel horor termasuk The Troop (2014), The Deep (2015), dan Little Heaven (2017). The Dorians melanjutkan tradisi penulisannya yang berfokus pada kerusakan tubuh dan moralitas yang runtuh.

Red Roots: Komik yang Sengaja Membingungkan Pembacanya

Berbeda dari The Dorians, Red Roots adalah seri komik terbitan Image Comics karya Lorenzo De Felici — yang juga dikenal sebagai ko-kreator seri populer Void Rivals dari Skybound. Yang istimewa, De Felici mengerjakan seluruh aspek komik ini sendirian: naskah, gambar, hingga pewarnaan.

Nomor pertama dirilis pada 29 April 2026 setebal 48 halaman dengan harga $4,99 (sekitar Rp 81.000). Hasilnya mengejutkan: langsung habis terjual di tingkat distribusi. Image Comics pun segera memesan cetak ulang yang dijadwalkan tersedia di toko pada 10 Juni 2026, dengan tambahan sampul baru dari Declan Shalvey dan Isabella Mazzanti.

Cerita dibuka dengan dua karakter yang tampaknya tidak saling berkaitan: seorang guru perempuan yang menyaksikan sesuatu yang mengerikan di rumahnya sendiri, dan seorang pria yang terus-menerus melakukan pembunuhan. Ketika dua alur ini mulai bersinggungan, situasi justru semakin tidak masuk akal — dalam artian yang positif.

Resensi Engadget menggambarkan pengalaman membacanya sebagai rangkaian momen "apa yang sedang terjadi?!" yang terus berulang di setiap halaman. Nomor kedua, yang dirilis 27 Mei 2026, disebut berhasil meningkatkan kadar kebingungan itu lebih jauh lagi.

Jadwal rilis seri ini adalah sebagai berikut:

NomorTanggal Rilis
#129 April 2026
#227 Mei 2026
#324 Juni 2026
#429 Juli 2026

Nomor ketiga juga akan hadir dengan variant cover kejutan dari Shalvey dan Mazzanti, yang kemungkinan akan menarik minat kolektor.

Mana yang Sebaiknya Anda Baca Lebih Dulu?

Kedua karya ini menawarkan pengalaman yang sangat berbeda. The Dorians adalah bacaan berat yang membutuhkan waktu dan stamina emosional — cocok jika Anda punya beberapa jam tanpa gangguan dan tidak keberatan dengan deskripsi fisik yang intens. Red Roots lebih ringkas per sesinya karena format komik, tetapi justru meninggalkan lebih banyak pertanyaan yang membuat Anda ingin segera membaca nomor berikutnya.

Perlu dicatat bahwa keduanya mengandung elemen kekerasan dan horor yang cukup eksplisit. Bagi pembaca yang sensitif terhadap konten semacam ini, sebaiknya pertimbangkan terlebih dahulu sebelum memulai.

Bagi pembaca di Indonesia, kedua karya ini dapat diperoleh melalui platform buku internasional seperti Book Depository, Amazon, atau toko komik digital seperti ComiXology. Ketersediaan versi fisik di toko lokal kemungkinan terbatas, namun versi digital umumnya dapat diakses tanpa hambatan geografis.

Sumber