Qualcomm resmi memperkenalkan chip baru bernama Snapdragon C, yang dirancang khusus untuk laptop Windows di kisaran harga $300 (sekitar Rp 4.900.000). Ini adalah terobosan signifikan: selama ini, laptop Windows berbasis Snapdragon hampir selalu dibanderol mulai $500–$600 (sekitar Rp 8.100.000–Rp 9.700.000). Acer menjadi mitra pertama dengan mengumumkan Aspire Go 15 sebagai laptop perdana yang menggunakan chip ini.

Snapdragon C: Chip Arm untuk Segmen yang Belum Pernah Tersentuh

Pengumuman Snapdragon C dilakukan Qualcomm menjelang perhelatan Computex di Taipei. Chip ini bukan penerus Snapdragon X — melainkan produk yang mengisi segmen di bawahnya, menyasar pengguna yang selama ini tidak terjangkau oleh ekosistem Windows on Arm.

Qualcomm menyebut tiga segmen utama yang menjadi target:

  • Laptop untuk ruang kelas dan institusi pendidikan
  • Perangkat kerja untuk usaha kecil dan menengah
  • PC utama untuk kebutuhan rumah tangga

Dengan harga mulai sekitar $300 (sekitar Rp 4.900.000), Snapdragon C membuka peluang bagi segmen konsumen yang sebelumnya hanya bisa memilih laptop Intel atau AMD di kelas entry-level. Bagi pasar Indonesia — di mana laptop Rp 5 jutaan adalah salah satu segmen paling kompetitif — kehadiran chip Arm dari Qualcomm di rentang harga ini patut dicermati.

Apa yang Dikorbankan di Harga Segini?

Perlu dicatat, Snapdragon C bukan sekadar versi "lebih murah" dari Snapdragon X. Ada sejumlah perbedaan mendasar yang harus dipahami sebelum mempertimbangkan perangkat berbasis chip ini.

CPU bukan Oryon. Snapdragon X menggunakan inti CPU "Oryon" buatan Qualcomm sendiri yang dikenal berperforma tinggi. Snapdragon C justru kembali ke inti Kryo berbasis desain lisensi Arm. Qualcomm mengakui hal ini dalam briefing media, meski tidak merinci versi Arm core yang digunakan.

Tidak memenuhi syarat Copilot Plus PC. NPU bawaan Snapdragon C tidak mencapai ambang batas 40 TOPS yang ditetapkan Microsoft sebagai syarat Copilot Plus PC. Artinya, fitur-fitur AI eksklusif seperti Windows Recall tidak akan tersedia di laptop berbasis chip ini.

Spesifikasi lain yang belum diungkap Qualcomm hingga saat ini:

KomponenStatus
Nama spesifik inti CPUBelum diumumkan
GPUBelum diumumkan
Kapasitas RAM maksimumBelum diumumkan
Proses fabrikasiBelum diumumkan

Qualcomm menjanjikan keunggulan berupa desain tanpa kipas (fanless) yang senyap, daya tahan baterai panjang, serta dukungan sebagian fitur AI — meski bukan ekosistem Copilot Plus secara penuh.

Acer Aspire Go 15: Laptop Snapdragon C Pertama di Dunia

Acer menjadi OEM pertama yang mengadopsi Snapdragon C lewat model Aspire Go 15. Acer sendiri memposisikannya sebagai laptop "mainstream" — bukan flagship, bukan ultrabook, melainkan perangkat fungsional untuk kebutuhan sehari-hari.

Spesifikasi yang sudah dikonfirmasi:

  • Layar: 15,6 inci, resolusi 1080p, rasio 16:9
  • RAM: Maksimal 8 GB
  • Penyimpanan: Maksimal 512 GB
  • Port: USB-C ×2 (full-function), HDMI ×1
  • Kamera web: 1080p
  • Baterai: 53 Wh, diklaim tahan hingga 23 jam
  • Konektivitas: Wi-Fi 6E
  • Sertifikasi: Energy Star dan EPEAT

Sayangnya, Acer belum mengumumkan harga maupun jadwal ketersediaan Aspire Go 15. Qualcomm menyebut angka "sekitar $300 ke atas" ($300 atau sekitar Rp 4.900.000), namun harga final masih menunggu konfirmasi resmi — kemungkinan besar akan diumumkan setelah Computex berlangsung.

Perlu diperhatikan bahwa Qualcomm juga menyinggung dampak kenaikan harga memori global, yang berpotensi membatasi kapasitas RAM pada perangkat di segmen ini.

Acer Swift Spin 14 AI: Saudara Kandung di Kelas Atas

Bersamaan dengan Aspire Go 15, Acer turut mengumumkan Swift Spin 14 AI — laptop premium yang menggunakan Snapdragon X2 Elite atau Snapdragon X2 Plus. Ini adalah dua produk yang saling melengkapi: satu menyasar segmen terjangkau, satu lagi untuk pengguna yang menginginkan performa maksimal.

Spesifikasi Swift Spin 14 AI:

  • NPU: Hingga 80 TOPS (memenuhi syarat Copilot Plus PC)
  • RAM: 32 GB LPDDR5X
  • Penyimpanan: Hingga 1 TB SSD
  • Dukungan layar eksternal: Hingga 3 monitor sekaligus
  • Desain: Convertible 2-in-1 dengan engsel 360 derajat
  • Jadwal rilis: Amerika Utara Agustus 2026, Eropa Juli 2026, Australia Q3 2026

Informasi ketersediaan untuk pasar Indonesia belum diumumkan.

HP dan Lenovo Juga Ikut: Snapdragon C Bukan Milik Acer Saja

Selain Acer, Qualcomm mengonfirmasi bahwa HP dan Lenovo juga telah bergabung sebagai mitra Snapdragon C. Ini sinyal penting: ekosistem Windows on Arm di segmen terjangkau tidak akan bergantung pada satu merek saja.

Sebagai gambaran persaingan, Snapdragon C akan berhadapan langsung dengan Intel Wildcat Lake di segmen laptop entry-level. Di sisi lain, tren kenaikan harga PC secara umum — termasuk Surface Laptop 13 inci yang naik dari $899 menjadi $1.149 (sekitar Rp 14.600.000 menjadi Rp 18.700.000) — justru membuat target harga $300 dari Qualcomm terlihat semakin ambisius dan relevan.

Qualcomm juga disebut terlibat dalam platform baru Google bernama "Googlebooks", yang berpotensi membawa Snapdragon C ke ekosistem di luar Windows. Namun ketika dikonfirmasi langsung, Qualcomm hanya menyatakan akan berbagi detail lebih lanjut mengenai kemitraan dengan Google dalam waktu dekat — belum ada kepastian.

Siapa yang Sebaiknya Menunggu, dan Siapa yang Bisa Mulai Tertarik?

Cocok untuk:

  • Orang tua yang mencari laptop pertama untuk anak sekolah
  • UKM yang membutuhkan perangkat kerja fungsional dengan anggaran terbatas
  • Pengguna yang aktivitasnya terbatas pada browsing, dokumen, dan streaming video
  • Institusi pendidikan yang perlu pengadaan perangkat dalam jumlah banyak

Sebaiknya menunggu dulu:

  • Pengguna yang ingin memanfaatkan fitur AI Copilot Plus (Windows Recall, dll.)
  • Mereka yang mempertimbangkan upgrade dari laptop Snapdragon X
  • Konsumen yang ingin membandingkan performa dan harga secara menyeluruh sebelum memutuskan

Detail krusial seperti harga resmi Aspire Go 15, spesifikasi lengkap CPU dan GPU Snapdragon C, serta kapasitas RAM maksimum masih belum diumumkan. Informasi ini kemungkinan besar akan muncul setelah Computex, sehingga keputusan pembelian sebaiknya ditunda hingga data tersebut tersedia.

Bagi konsumen di Indonesia, kehadiran laptop Windows berbasis Arm di kisaran Rp 5 jutaan — jika benar terealisasi — bisa menjadi alternatif menarik di segmen yang selama ini didominasi laptop Intel entry-level. Namun mengingat belum ada konfirmasi distribusi resmi untuk pasar Indonesia, pantau terus informasi dari distributor resmi seperti Erafone atau mitra Acer Indonesia.

Sumber