Apple menghadapi tantangan yang tidak biasa: pesaing terbesar iPad bukan datang dari Samsung, Xiaomi, atau merek Android lainnya, melainkan dari jajaran produknya sendiri. Media teknologi 9to5Mac mengulas bagaimana iPad Pro generasi lama yang kini dijual di kisaran harga iPad Air baru justru menjadi pilihan yang lebih menarik secara spesifikasi.
iPad Air $599 vs iPad Pro Lama di Harga Serupa
iPad Air terbaru dibanderol $599 (sekitar Rp 9.750.000). Di sisi lain, iPad Pro bertenaga M1 atau M2 kini bisa ditemukan di pasar dengan harga di bawah $600 (sekitar Rp 9.750.000) — nyaris identik.
Yang membuat perbandingan ini semakin mencolok adalah daftar keunggulan yang dimiliki iPad Pro lama dibanding iPad Air baru:
- Face ID (iPad Air masih menggunakan Touch ID)
- Layar 120Hz ProMotion (iPad Air hanya 60Hz)
- Koneksi Thunderbolt (iPad Air hanya USB-C standar)
- Speaker lebih baik
- Layar lebih terang
iPad Air sejak desain ulangnya pada 2020 praktis hanya mendapat pembaruan chip dari generasi ke generasi, tanpa perubahan berarti pada fitur inti. Akibatnya, pengguna yang mempertimbangkan pembelian baru dihadapkan pada pilihan yang secara logis sulit dijawab: mengapa membeli iPad Air baru jika iPad Pro lama menawarkan pengalaman yang lebih lengkap di harga yang sama?
Persaingan Internal yang Menggerogoti Penjualan
Fenomena ini, menurut 9to5Mac, tidak sekadar soal perbandingan dua produk. Ini mencerminkan masalah struktural pada lini iPad secara keseluruhan.
Pengguna iPad Pro dari rentang tahun 2018 hingga 2022 dilaporkan banyak yang menunda upgrade karena tidak ada alasan kuat untuk beralih ke model terbaru. Sementara itu, calon pembeli baru pun tergoda untuk memilih unit bekas atau refurbished dari generasi sebelumnya ketimbang membeli produk baru.
Perlu dicatat, situasi ini semakin tajam setelah hadirnya iPad Pro M5. Dengan munculnya generasi terbaru, iPad Pro M4 kini mulai masuk ke pasar refurbished — termasuk melalui Apple Certified Refurbished Store — dengan harga yang lebih terjangkau. iPad Pro M5 sendiri hadir dengan peningkatan performa multithreading hingga 15% dibanding M4 dan kemampuan AI yang diklaim meningkat hingga 3,5 kali lipat. Namun harganya tetap tinggi: mulai $999 (sekitar Rp 16.250.000) untuk varian 11 inci dan $1.299 (sekitar Rp 21.100.000) untuk 13 inci.
Dari sisi konektivitas, iPad Pro M5 juga sudah mendukung Wi-Fi 7 melalui chip N1, sementara M4 masih bertahan di Wi-Fi 6E. Perbedaan ini relevan bagi pengguna yang ingin memanfaatkan jaringan Wi-Fi 7 di masa mendatang.
MacBook Neo dan iPhone Lipat: Ancaman dari Dalam Ekosistem Apple
Persaingan internal tidak berhenti di situ. 9to5Mac juga menyoroti dua skenario lain yang memperlemah posisi iPad:
iPad (standar) vs MacBook Neo: iPad standar dibanderol $349 (sekitar Rp 5.700.000). Jika ditambah keyboard resmi Apple seharga $249 (sekitar Rp 4.050.000), total pengeluaran mencapai sekitar $598 (sekitar Rp 9.700.000). Pada kisaran harga tersebut, MacBook Neo — yang diklaim menawarkan kapasitas penyimpanan dua kali lipat — menjadi alternatif yang layak dipertimbangkan, meski keduanya tidak sepenuhnya menggantikan satu sama lain.
iPad mini vs iPhone lipat: Kehadiran iPhone lipat di masa depan berpotensi menggerus daya tarik iPad mini. Perangkat dengan layar yang bisa dilipat menjadi format kompak menawarkan proposisi serupa dengan iPad mini, namun dalam wujud yang lebih portabel.
Apa yang Seharusnya Diperbarui Apple pada iPad Air?
9to5Mac secara eksplisit menyebut tiga hal yang perlu segera dihadirkan Apple pada iPad Air agar lini ini kembali kompetitif:
- Layar 120Hz — fitur yang sudah lama ada di iPad Pro namun belum turun ke Air
- Kapasitas penyimpanan dasar yang lebih besar — storage awal yang ditawarkan saat ini dinilai kurang memadai
- Face ID — autentikasi wajah yang lebih modern dibanding Touch ID
Untuk iPad standar, 9to5Mac menilai produknya masih cukup layak, namun harga keyboard resminya perlu diturunkan agar paket lengkapnya tidak terasa terlalu mahal.
Haruskah Menunggu iPad Air dengan OLED?
Bagi Anda yang sedang mempertimbangkan pembelian iPad Air, ada faktor penting yang perlu dimasukkan dalam kalkulasi: kemungkinan pembaruan besar di masa mendatang.
Berdasarkan sejumlah laporan, iPad Air berikutnya diperkirakan akan hadir dengan chip M4 dalam waktu dekat — sebuah pembaruan yang bersifat inkremental. Adapun lompatan yang lebih signifikan, yakni layar OLED, diperkirakan baru akan hadir pada iPad Air sekitar awal 2027. ET News melaporkan bahwa Samsung Display dijadwalkan memulai produksi massal panel OLED untuk iPad Air pada akhir 2026 hingga Januari 2027.
Artinya, jika Anda menginginkan iPad Air dengan OLED dan ProMotion 120Hz, kemungkinan besar harus menunggu hingga 2027. Sementara itu, jika iPad Air M3 saat ini tersedia dengan diskon, membelinya sekarang pun bisa menjadi keputusan yang masuk akal.
Bagi konsumen di Indonesia, iPad Air dan iPad Pro tersedia melalui iBox, Digimap, dan Erafone. Informasi harga resmi untuk pasar Indonesia biasanya mengikuti harga global dengan penyesuaian pajak dan distribusi lokal. Sebelum memutuskan, ada baiknya membandingkan harga unit baru dengan unit refurbished atau bekas bergaransi yang kini semakin mudah ditemukan melalui platform seperti Tokopedia dan Shopee — terutama untuk iPad Pro generasi M1 dan M2 yang menjadi inti dari perdebatan ini.
