Marshall resmi meluncurkan headphone nirkabel terbarunya, Milton ANC, dengan daya tahan baterai hingga 80 jam dan desain retro khas brand asal Inggris tersebut. Dibanderol $229 (sekitar Rp 3.720.000), headphone ini menawarkan fitur-fitur yang biasanya hanya ditemukan di kelas premium — termasuk LDAC, Spatial Audio, dan baterai yang dapat diganti sendiri.

Baterai 80 Jam: Angka yang Melampaui Banyak Pesaing

Keunggulan utama Marshall Milton ANC terletak pada kapasitas baterainya. Dalam kondisi ANC dinonaktifkan, headphone ini diklaim mampu bertahan hingga 80 jam — sebuah angka yang melampaui mayoritas headphone nirkabel di kelasnya. Bahkan dengan ANC aktif, daya tahannya diklaim mencapai 50 jam, masih lebih unggul dibanding Beyerdynamic Aventho 100 yang berada di rentang harga serupa.

Sebagai perbandingan, AirPods Max dari Apple hanya menawarkan sekitar 20 jam dengan ANC aktif — artinya Milton ANC mampu bertahan lebih dari dua kali lipatnya, dengan harga kurang dari separuh AirPods Max. Waktu pengisian daya penuh pun terbilang singkat, yakni sekitar 2 jam.

Perlu dicatat, angka 80 jam merupakan klaim resmi dari Marshall. Daya tahan aktual dapat bervariasi tergantung volume, jenis konten, dan kondisi koneksi Bluetooth.

Spesifikasi Teknis: Bluetooth 6.0, LDAC, hingga 6 Mikrofon

Marshall membekali Milton ANC dengan spesifikasi yang cukup komprehensif untuk segmen harganya.

SpesifikasiDetail
Driver32mm, respons frekuensi 20Hz–40kHz
KonektivitasBluetooth 6.0 / LE Audio
CodecSBC, AAC, LC3, LDAC
Waktu pengisianSekitar 2 jam (penuh)
Mikrofon6 unit
PelacakApple Find My / Google Find Hub

Kehadiran LDAC — codec audio resolusi tinggi dari Sony — pada headphone seharga $229 (sekitar Rp 3.720.000) merupakan nilai tambah yang signifikan, mengingat codec ini umumnya hadir di produk yang lebih mahal. Dukungan Bluetooth 6.0 dan LE Audio juga menjadikan Milton ANC siap menghadapi ekosistem perangkat generasi berikutnya.

Selain itu, headphone ini dilengkapi Spatial Audio untuk pengalaman suara yang lebih imersif, meski detail implementasi dan layanan streaming yang didukung belum diumumkan secara lengkap.

Desain Retro dan Komitmen Keberlanjutan

Marshall mempertahankan identitas visualnya yang khas pada Milton ANC. Tampilan retro yang terinspirasi dari amplifier legendaris Marshall memberikan karakter tersendiri di tengah pasar headphone premium yang cenderung seragam secara estetika. Bagi konsumen yang mempertimbangkan headphone sebagai aksesori gaya hidup sekaligus perangkat audio, aspek desain ini menjadi pembeda yang nyata.

Dari sisi keberlanjutan, Marshall menggunakan 42% material daur ulang pada bodinya. Earcup pun dapat dilepas, dan — yang paling menonjol — baterai headphone ini dapat diganti oleh pengguna sendiri. Fitur baterai yang bisa diganti (replaceable battery) sangat jarang ditemukan pada headphone nirkabel modern, dan menjadikan Milton ANC pilihan yang lebih ramah lingkungan sekaligus hemat biaya jangka panjang.

Posisi di Pasar: Di Antara Major V dan Monitor III ANC

Dalam jajaran produk Marshall, Milton ANC mengisi celah antara Major V ($149 / sekitar Rp 2.420.000) dan Monitor III ANC ($349 / sekitar Rp 5.670.000). Dengan harga $229 (sekitar Rp 3.720.000), headphone ini masuk kategori mid-range on-ear yang kompetitif.

Beberapa perbandingan relevan di segmen harga serupa:

  • Beyerdynamic Aventho 100 ($229 / sekitar Rp 3.720.000) — harga setara, namun kalah dalam daya tahan baterai ANC
  • Beats Solo 4 ($199 / sekitar Rp 3.230.000) — lebih murah, tanpa ANC aktif
  • Cambridge Audio Melomania P100 ($279 / sekitar Rp 4.530.000) — lebih mahal, berada satu tingkat di atas

Strategi Marshall tampak jelas: menawarkan daya tahan baterai kelas atas dengan harga mid-range, sambil mempertahankan identitas desain yang kuat.

Ketersediaan untuk Konsumen Indonesia

Marshall Milton ANC mulai dijual melalui situs resmi Marshall pada 19 Mei 2026, dengan distribusi ritel yang dimulai 27 Mei 2026. Informasi mengenai ketersediaan resmi di pasar Indonesia belum diumumkan.

Bagi konsumen di Indonesia yang tertarik, produk Marshall umumnya dapat ditemukan melalui distributor resmi elektronik atau platform e-commerce seperti Tokopedia dan Shopee dari penjual resmi. Namun, harga di pasar lokal berpotensi lebih tinggi dari harga resmi global akibat biaya impor dan distribusi. Memantau pengumuman resmi dari distributor Marshall di Indonesia menjadi langkah yang disarankan sebelum melakukan pembelian.

Sumber