Google tampaknya bersiap memperluas fitur voicemail berbasis AI eksklusif milik Pixel, "Take a Message", ke perangkat Android non-Pixel sekaligus lebih dari 20 pasar baru. Indikasi ini ditemukan melalui analisis kode APK aplikasi Phone by Google versi terbaru — meski belum ada pengumuman resmi dari Google.

Apa Itu "Take a Message" dan Mengapa Ini Menarik?

"Take a Message" adalah fitur voicemail modern yang memungkinkan AI Google menjawab panggilan masuk secara otomatis saat pengguna tidak bisa mengangkat telepon. Pesan dari penelepon kemudian ditranskripsi secara real-time dan dapat dibaca langsung di aplikasi Phone by Google.

Fitur ini juga dilengkapi kemampuan deteksi spam, sehingga pesan dari nomor tidak dikenal atau panggilan yang ditolak dapat langsung disaring. Seluruh proses transkripsi berjalan di dalam perangkat (on-device), yang menjadikannya pilihan yang lebih menjaga privasi dibandingkan solusi berbasis cloud.

Selama ini, "Take a Message" hanya tersedia di perangkat Pixel di sejumlah pasar terbatas — menjadikannya salah satu fitur eksklusif yang paling sering disebut sebagai alasan memilih Pixel dibanding Android lainnya.

Temuan dari Analisis Kode APK: Non-Pixel dan Pasar Baru

Android Authority menganalisis Phone by Google versi 221.0.909663815 dan menemukan sejumlah penanda (flag) kode yang signifikan. Salah satunya adalah string enabledBeeslyV2NonPixel — di mana "Beesly" merupakan nama kode internal untuk fitur "Take a Message". Keberadaan flag ini mengindikasikan bahwa Google sedang menguji kemungkinan menghadirkan fitur tersebut di perangkat selain Pixel.

Perlu dicatat, Android Authority mengonfirmasi bahwa fitur ini belum dapat diaktifkan secara fungsional di perangkat non-Pixel maupun di wilayah yang belum didukung saat ini. Kode yang ditemukan belum tentu mencerminkan produk akhir — ada kemungkinan flag tersebut dihapus atau diubah sebelum rilis resmi.

Selain flag non-Pixel, analisis juga mengungkap daftar pasar yang menjadi kandidat ekspansi, dibagi berdasarkan tingkat dukungan fitur:

Flag KodeJenis DukunganPasar Kandidat Baru
enableBeeslyV2AudioOnlyMarketsAudio saja (tanpa transkripsi)Austria, Belgia, Swiss, Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Hungaria, Lithuania, Latvia, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Rumania, Swedia, Slovakia, Meksiko, Malaysia, Singapura, Taiwan
enableBeeslyV2TranscriptMarketsAudio + transkripsi penuhJerman, Spanyol, Prancis, Italia, Jepang
enableBeeslyV2InMarketKontrol khususIndia

Bagi pembaca di Indonesia, yang paling relevan adalah kemunculan Malaysia dan Singapura dalam daftar pasar audio-only. Meski Indonesia belum tercantum dalam kode yang ditemukan, kehadiran dua negara ASEAN tetangga ini bisa menjadi sinyal bahwa ekspansi regional sedang dipertimbangkan secara serius.

Dari Eksklusif Pixel ke Standar Android: Tren yang Sudah Berjalan

Ekspansi "Take a Message" ke non-Pixel bukan langkah yang datang tiba-tiba. Pada awal 2026, Google telah lebih dulu membawa fitur Scam Detection — yang sebelumnya juga eksklusif Pixel — ke lini Samsung Galaxy S26. Ini menjadi preseden penting: fitur AI panggilan unggulan Pixel mulai dibuka ke ekosistem Android yang lebih luas.

Tren ini diperkuat oleh keputusan Samsung yang secara resmi mengumumkan penghentian layanan Samsung Messages pada Juli 2026, dengan beralih sepenuhnya ke Google Messages. Konsolidasi aplikasi komunikasi Android di bawah ekosistem Google ini membuka jalan lebih lebar bagi fitur-fitur seperti "Take a Message" untuk hadir di perangkat Samsung, Xiaomi, Oppo, dan merek Android lainnya.

Sebagai gambaran, jika fitur ini akhirnya hadir di perangkat non-Pixel, kemungkinan besar versi awalnya tidak akan menyertakan transkripsi — hanya respons audio otomatis. Transkripsi penuh tampaknya akan tetap menjadi keunggulan Pixel, setidaknya dalam jangka pendek.

Apa yang Perlu Dipantau ke Depan

Ada tiga hal yang layak diperhatikan untuk memastikan apakah ekspansi ini benar-benar terwujud:

Pertama, pembaruan versi Phone by Google berikutnya — apakah flag-flag tersebut diaktifkan, diubah, atau justru dihapus. Kedua, pengumuman resmi di ajang seperti Google I/O atau acara peluncuran hardware Google. Ketiga, laporan dari komunitas pengguna Android di wilayah-wilayah yang masuk daftar kandidat, apakah fitur mulai dapat diaktifkan secara tidak resmi.

Bagi konsumen di Indonesia, dampak langsung saat ini masih terbatas mengingat Indonesia belum masuk dalam daftar pasar yang teridentifikasi dari kode APK tersebut. Namun, masuknya Malaysia dan Singapura sebagai kandidat menunjukkan bahwa Google mulai mempertimbangkan kawasan Asia Tenggara secara lebih serius. Informasi rilis resmi untuk pasar Indonesia sendiri belum diumumkan.

Sumber