Google akhirnya memperluas ketersediaan fitur kecerdasan buatan Organize My Files di Google Drive. Lewat fitur ini, file yang menumpuk selama bertahun-tahun bisa dirapikan hanya dengan beberapa klik — tanpa perlu lagi melakukan drag and drop secara manual. AI akan menganalisis isi Drive Anda, lalu menyarankan ke folder mana setiap file sebaiknya dipindahkan.

Cara Kerja Organize My Files di Google Drive

Mengacu pada laporan Android Authority, fitur ini sebelumnya hanya tersedia untuk sebagian pengguna terbatas. Kini Google mulai menggulirkannya ke audiens yang lebih luas. Opsi baru bernama Suggest File Moves akan muncul di dalam "My Drive" atau folder induk lainnya.

Ketika opsi tersebut diklik, AI Google akan memindai isi Drive dan menyusun dua jenis rekomendasi sekaligus: file yang sebaiknya dipindahkan ke folder yang sudah ada, dan file yang sebaiknya dikelompokkan ke dalam folder baru. Dalam pengujian yang dilakukan Akshay Gangwar dari Android Authority, file-file kerja terkait Android Authority berhasil dikenali dan dialokasikan ke folder yang tepat, sementara koleksi file musik yang sedang dikerjakan disarankan untuk dikumpulkan ke dalam folder baru bernama "Music".

Pengguna Tetap Pegang Kendali Penuh

Salah satu poin penting yang perlu dicatat: AI hanya memberikan saran, bukan langsung memindahkan file tanpa persetujuan. Pengguna memiliki sejumlah opsi penyesuaian sebelum proses pemindahan benar-benar dieksekusi:

  • Mengubah folder tujuan yang disarankan ke lokasi lain
  • Memilih atau membatalkan pilihan file secara individual
  • Membuka file di tab baru untuk memverifikasi isinya
  • Melihat pratinjau melalui hover card saat kursor diarahkan ke file
  • Mengganti nama folder baru secara inline sebelum dibuat

Setelah semuanya dikonfirmasi, pengguna cukup menekan tombol Move files dan Drive akan memindahkan seluruh file sekaligus. Sebagai lapisan keamanan tambahan, sistem juga akan menampilkan layar konfirmasi apabila proses pemindahan berpotensi mengubah hak akses berbagi file.

Tidak Gratis: Hanya untuk Pelanggan Workspace dan AI Pro

Sayangnya, Organize My Files belum dibuka untuk pengguna akun Google gratis. Saat ini fitur tersebut hanya tersedia bagi pelanggan paket berbayar berikut:

PaketSegmen
Google WorkspaceBisnis dan organisasi
Google AI UltraKonsumen premium
Google AI ProKonsumen reguler
Google AI Pro for EducationInstitusi pendidikan
AI Expanded AccessAkses perluasan

Sebagai gambaran harga, paket Google AI Pro dipatok sekitar US$19,99 per bulan atau setara Rp 325.000, sementara Google AI Ultra berada di kisaran US$249,99 per bulan atau sekitar Rp 4.062.000 per bulan. Untuk pengguna di Indonesia, harga ini tergolong premium dan umumnya lebih masuk akal bagi profesional, content creator, atau tim kerja yang memang sudah mengandalkan ekosistem Google Workspace untuk produktivitas harian.

Hingga 15 Juli 2026, Google memberlakukan periode promosi higher limits, di mana pelanggan paket terkait dapat menggunakan Organize My Files tanpa batas pemakaian standar. Setelah tanggal tersebut, akan diberlakukan kuota per pengguna yang detailnya diumumkan menyusul di Help Center.

Bagian dari Gelombang Fitur Gemini di Drive Sepanjang 2026

Organize My Files bukan satu-satunya peningkatan berbasis AI yang masuk ke Drive tahun ini. Sepanjang 2026, Google telah merilis beberapa fitur Gemini ke status ketersediaan umum (GA):

FiturWaktu Rilis Umum
AI Overviews in DriveApril 2026
Ask Gemini in DriveApril – Mei 2026
Organize My FilesJuni 2026

Ask Gemini in Drive misalnya, mulai digulirkan di Rapid Release domain pada 22 April 2026 dan Scheduled Release domain pada 6 Mei 2026. Fitur ini memungkinkan percakapan multi-turn yang mencakup konten dari Drive, Gmail, Calendar, hingga Chat — sekaligus menyimpan file referensi sebagai "project" yang bisa dibagikan ke rekan kerja.

Catatan untuk Pengguna di Indonesia

Perlu diperhatikan, perluasan Organize My Files saat ini ditujukan untuk lingkungan berbahasa Inggris. Belum ada konfirmasi resmi apakah fitur ini akan mendukung antarmuka Bahasa Indonesia atau seberapa akurat AI dalam mengenali nama file berbahasa Indonesia. Pengguna di Tanah Air yang ingin mencobanya kemungkinan perlu mengganti pengaturan bahasa akun Google ke English terlebih dahulu, lalu memastikan paket Workspace atau AI Pro mereka aktif.

Bagi pelaku UMKM atau tim startup di Indonesia yang sudah menggunakan Workspace, fitur ini berpotensi memangkas waktu yang biasanya terbuang untuk membereskan dokumen klien atau aset desain yang menumpuk. Namun bagi pengguna individual yang mengandalkan akun gratis, alternatif sementara masih berupa rapi-rapi manual atau memanfaatkan fitur pencarian Drive yang sudah diperkuat AI.

Sumber