Minggu ini menjadi salah satu pekan paling padat untuk pecinta game indie. Enam judul baru sekaligus dirilis, mulai dari remake klasik petualangan Myst dan Riven yang akhirnya menyentuh PlayStation, hingga kebangkitan Bubsy 4D dalam format 3D setelah tiga dekade absen. Berikut rangkuman lengkapnya.
Myst dan Riven Akhirnya Hadir di PS5 dan PS VR2
Bagi pengguna PlayStation, penantian panjang terhadap dua remake legendaris dari Cyan Worlds ini akhirnya berakhir. Myst sebelumnya telah hadir di Meta Quest (2020), PC/Mac/Xbox (2021), dan iOS (2022) — namun PlayStation selalu menjadi satu-satunya platform yang terlewat. Kini keduanya resmi tersedia.
Myst remake kini dapat diunduh di PS5 dan PS VR2 dengan harga $35 (sekitar Rp 568.750). Bagi pelanggan PS Plus, diskon 20% berlaku hingga 26 Mei, sehingga harga turun menjadi sekitar $28 (sekitar Rp 455.000). Riven, sekuel langsungnya, juga hadir bersamaan di PS5, PS VR2, Xbox Series X/S, dan Microsoft Store dengan harga yang sama, yakni $35 (sekitar Rp 568.750), disertai diskon peluncuran terbatas.
Pengguna PS5 Pro mendapat keistimewaan tambahan: menurut PlayStation Blog, versi Pro menghadirkan peningkatan pada jarak render, vegetasi, tekstur, post-process, dan shading. Secara teknis, kedua game mendukung ray-traced reflections di PS5 dan PS5 Pro — namun mengaktifkannya akan menurunkan frame rate ke 30 FPS. Menonaktifkannya memungkinkan permainan berjalan lebih mulus di 60 FPS. Upscaling menggunakan TSR dari Unreal Engine, dan tersedia mode Power Saver yang mengunci 30 FPS dengan resolusi dasar lebih rendah untuk efisiensi daya.
Perlu dicatat, versi PS VR2 didasarkan pada versi PC, bukan Quest — artinya fidelitas visual yang ditawarkan lebih tinggi dibanding versi headset Meta tersebut.
Bubsy 4D: Kembalinya Maskot Atari dalam Format 3D
Bubsy 4D adalah salah satu kejutan terbesar pekan ini. Dikembangkan oleh Fabraz (studio di balik Demon Tides) dan diterbitkan oleh Atari, ini merupakan game Bubsy pertama dalam format 3D sejak 30 tahun lalu — dan game Bubsy pertama sejak 2019.
Atari sendiri baru kembali memegang hak atas franchise ini pada 2023, dan Bubsy 4D diumumkan secara resmi pada Gamescom 2025. Premisnya: Bubsy harus merebut kembali "golden fleece" dari kawanan domba yang telah ditingkatkan secara teknologi.
Dari sisi struktur, game ini menawarkan tiga planet dengan masing-masing lima level. Fitur unggulannya adalah Hairball Mode, di mana Bubsy berubah menjadi bola berputar berkecepatan tinggi — mirip sensasi bermain Super Monkey Ball. Mode time trial dilengkapi data ghost dan papan peringkat online. Soundtrack ditangani oleh Fat Bard dengan nuansa jazz, big band, dan electro swing.
Harga standar dipatok $20 (sekitar Rp 325.000), dengan diskon peluncuran 10% di GOG. Platform yang didukung sangat luas: PC (Steam, GOG, Epic Games Store), PS4, PS5, Xbox One, Xbox Series X/S, Nintendo Switch, dan Nintendo Switch 2. Bagi yang menginginkan edisi fisik, atari.com menjual versi kolektor: Switch seharga $39,99 (sekitar Rp 649.800) dan Switch 2 seharga $49,99 (sekitar Rp 812.000).
Thick as Thieves, Fail Fail Succeed, dan Ferra
Thick as Thieves ($5 atau sekitar Rp 81.250 di Steam) adalah proyek yang menarik perhatian karena nama-nama besar di baliknya: Paul Neurath, yang terlibat dalam Thief dan System Shock 2, serta Warren Spector, kreator Deus Ex. Game ini awalnya dirancang sebagai heist multiplayer kompetitif berlatar tahun 1910-an, namun OtherSide Entertainment memutuskan bahwa mode solo dan kooperatif dua pemain terasa lebih menarik dibanding konsep PvP orisinalnya. Versi saat ini hadir dengan dua pencuri dan dua peta; pengembang menyebut kemungkinan penambahan mode PvPvE di masa mendatang.
Fail Fail Succeed ($10 atau sekitar Rp 162.500 di Steam) adalah puzzle platformer karya solo developer Martin Zetterman. Mekanisme intinya unik: setiap kali karakter mati, tubuhnya berubah menjadi blok yang membuka jalur baru. Zetterman mengungkapkan bahwa game ini lahir dari pengalamannya menghadapi siklus manik-depresif — konsep "mengubah kegagalan menjadi kemajuan secara harfiah" mencerminkan perjalanan pribadinya. Anjingnya, Eira, disebut sebagai sosok yang membantunya melewati masa-masa sulit, dan menjadi tujuan akhir dalam game ini.
Ferra dari EllipsisWorks adalah first-person shooter berlatar masa depan dengan estetika urban yang stylish. Pemain bergerak dengan parkour, menggunakan senjata api dan katana yang dapat di-upgrade, serta memiliki kemampuan transformasi menjadi sosok mirip rubah untuk menyerang dengan cakar — bahkan, menurut deskripsi halaman Steam-nya, dapat "menggigit tenggorokan musuh secara harfiah" menggunakan Bite System untuk memulihkan kesehatan. Engadget menyebutnya mengingatkan pada Doom Eternal, I Am Your Beast, dan Ghostrunner. Game ini dikembangkan oleh tim kecil dengan anggaran sangat terbatas.
Apa yang Perlu Diperhatikan Konsumen di Indonesia
Seluruh judul di atas tersedia secara digital melalui platform global seperti Steam, PlayStation Store, dan Xbox Store yang dapat diakses dari Indonesia. Harga dalam dolar AS berlaku langsung, sehingga nilai tukar rupiah menjadi faktor penting saat mempertimbangkan pembelian.
Bagi pengguna PS5 yang belum pernah memainkan Myst atau Riven, diskon 20% untuk PS Plus hingga 26 Mei adalah momentum yang sayang dilewatkan — harga efektifnya turun menjadi sekitar Rp 455.000 per judul. Bubsy 4D dengan harga sekitar Rp 325.000 dan dukungan Nintendo Switch 2 bisa menjadi pilihan menarik bagi yang baru saja beralih ke konsol terbaru Nintendo. Sementara Thick as Thieves di kisaran Rp 81.250 menawarkan titik masuk yang sangat rendah untuk karya dari nama-nama legendaris industri game.
Informasi rilis fisik untuk pasar Indonesia belum diumumkan secara resmi.
