Sebuah bocoran mengejutkan muncul dari media Brasil, Tecnoblog: kontroler Xbox generasi baru yang dirancang khusus untuk cloud gaming, dilengkapi Wi-Fi 6 internal dan baterai 500 mAh. Jika informasi ini akurat, kontroler ini bisa terhubung langsung ke jaringan tanpa memerlukan konsol, PC, atau perangkat perantara lainnya — sebuah lompatan signifikan untuk pengalaman Xbox Cloud Gaming.
Spesifikasi yang Bocor: Wi-Fi 6, Cortex-A7, dan Desain Lebih Kompak
Berdasarkan dokumen yang diperoleh Tecnoblog dan dikutip oleh Windows Central, berikut spesifikasi yang disebut dalam materi bocoran tersebut:
| Komponen | Detail |
|---|---|
| Baterai | 500 mAh (built-in, dapat diisi ulang) |
| Konektivitas nirkabel | Bluetooth 5.3 / Wi-Fi 6 (terbatas pada pita 20 MHz) |
| Chip nirkabel | Realtek RTL8730E |
| CPU | ARM Cortex-A7 dual-core, 1,2 GHz |
| Port | USB-C |
| Warna (prototipe) | Hitam dan Putih |
Kontroler ini disebut menggunakan kode model "Microsoft controller model 2147" dan mempertahankan tata letak tombol Xbox yang sudah dikenal: stik analog asimetris, tombol ABXY, trigger, bumper, serta D-pad. Secara fisik, bentuknya diklaim lebih kecil dan lebih tipis dibanding kontroler Xbox standar saat ini.
Perlu dicatat bahwa seluruh informasi ini bersumber dari dokumen bocoran, bukan pengumuman resmi. Spesifikasi final produk sangat mungkin berbeda.
Mengapa Wi-Fi 6 di Dalam Kontroler Itu Penting
Pada kontroler konvensional, sinyal input dari pemain harus melewati perangkat perantara — konsol, PC, atau ponsel — sebelum dikirim ke server cloud. Setiap lompatan tambahan berpotensi menambah latensi.
Dengan Wi-Fi 6 yang tertanam langsung di kontroler, perangkat ini dapat berkomunikasi langsung dengan jaringan tanpa perantara. Windows Central menyebut beberapa potensi manfaatnya:
- Pengurangan latensi input yang selama ini muncul akibat jalur Bluetooth
- Perpindahan antar perangkat lebih mudah — dari TV ke ponsel ke PC tanpa perlu konfigurasi ulang
- Peningkatan pengalaman cloud gaming secara keseluruhan, terutama untuk game yang sensitif terhadap respons waktu
Arah pengembangan ini sebenarnya sudah disinggung oleh jurnalis Jez Corden dari Windows Central dalam laporan "Xbox in 2026" sebelumnya, yang menyebut Microsoft tengah mengeksplorasi koneksi Wi-Fi langsung untuk menghilangkan latensi berbasis Bluetooth pada kontroler generasi berikutnya. Bocoran terbaru ini dinilai sejalan dengan laporan tersebut.
Elite 3 Juga Bocor di Hari yang Sama
Menariknya, pada tanggal yang sama (14 Mei), bocoran kontroler lain juga muncul dari jalur berbeda. Menurut 9to5Toys, dokumen Anatel (lembaga regulasi Brasil) memuat informasi tentang kontroler yang diduga merupakan generasi berikutnya dari Xbox Elite Series — disebut "Elite 3".
Beberapa poin yang disebutkan dalam bocoran Elite 3:
- Baterai 1.528 mAh yang dapat dilepas (turun dari 2.050 mAh pada Elite 2)
- Terdapat mekanisme tombol pairing baru yang diduga memungkinkan peralihan antara mode lokal dan Xbox Cloud Gaming
Kemunculan dua bocoran sekaligus — satu untuk segmen mainstream cloud gaming, satu lagi untuk segmen premium — mengindikasikan bahwa Microsoft sedang mempersiapkan pembaruan lini kontroler secara menyeluruh dengan fokus pada cloud gaming.
Status Resmi: Belum Ada Konfirmasi, Belum Ada Registrasi FCC
Hingga artikel ini ditulis, Microsoft belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kontroler ini. Yang lebih signifikan, penulis artikel Windows Central, Adam Hales, menyebut bahwa belum ada registrasi ke FCC (Federal Communications Commission, lembaga regulasi komunikasi Amerika Serikat) yang dapat dikonfirmasi — sebuah langkah wajib sebelum produk elektronik nirkabel dipasarkan di banyak negara.
Absennya registrasi FCC ini mengisyaratkan bahwa produk tersebut kemungkinan masih dalam tahap pengembangan awal atau prototipe, dan peluncuran ke pasar masih membutuhkan waktu.
Sebagai konteks, Hales juga menyinggung "Project Keystone" — perangkat streaming Xbox berbentuk set-top box kecil yang pernah dirumorkan bertahun-tahun lalu namun akhirnya tidak pernah dirilis. Kontroler cloud gaming ini, menurutnya, idealnya sudah hadir bersamaan dengan Keystone jika proyek itu berhasil terwujud.
Layanan Xbox Cloud Gaming Sendiri Terus Berkembang
Terlepas dari status bocoran kontroler ini, ekosistem Xbox Cloud Gaming memang sedang dalam fase ekspansi aktif. Beberapa perkembangan terbaru yang telah dikonfirmasi:
- Februari 2026: Xbox Game Pass Ultimate menghadirkan streaming 1440p dengan bitrate tinggi untuk Xbox Series X|S, Xbox One, PC, handheld PC, browser, serta smart TV Samsung dan LG
- April 2026: Microsoft menurunkan harga Xbox Game Pass Ultimate dari $29,99 menjadi $22,99 per bulan (sekitar Rp 373.000 per bulan) setelah sempat menaikkannya
- Ekspansi TV: Aplikasi Xbox kini hadir di smart TV Hisense dan Vizio dengan Home OS, memungkinkan bermain langsung dari TV tanpa konsol — sama seperti yang sudah tersedia di Samsung TV
Tren ini memperjelas konteks di mana kontroler dengan Wi-Fi 6 built-in menjadi masuk akal: semakin banyak layar yang bisa menjadi "konsol", semakin dibutuhkan kontroler yang bisa berpindah antar perangkat dengan mulus.
Bagi pengguna Xbox Cloud Gaming di Indonesia — yang mengakses layanan ini melalui browser, aplikasi Android, atau smart TV — perkembangan ini patut diikuti. Informasi ketersediaan kontroler baru untuk pasar Indonesia belum diumumkan, namun mengingat Xbox Game Pass Ultimate sudah dapat diakses di Indonesia, peluang distribusi resmi tetap terbuka.
Sumber
- Windows Central — Meet the Xbox Cloud Gaming Controller — New controller leaks online, and it has built-in Wi-Fi that should greatly reduce latency
- eTeknix — Xbox Cloud Gaming Controller Images and Details Leak Online
- Windows Report — A Compact Xbox Controller with Wi-Fi 6 for Cloud Gaming May Have Just Leaked
