Sebuah dokumen internal Disney yang bocor mengungkap rencana penutupan aplikasi Hulu setelah seluruh konten dan penggunanya bermigrasi ke Disney+. Proyek ini disebut "Project Gemini" dan kabarnya sudah berjalan di divisi streaming Disney, sebagaimana dilaporkan oleh Business Insider dan dikutip oleh 9to5Mac.

Apa Itu "Project Gemini" dan Apa yang Dibocorkan?

Berdasarkan laporan Business Insider yang ditulis oleh James Faris, sebuah tangkapan layar dokumen internal Disney memperlihatkan rencana bertahap untuk memindahkan seluruh konten dan fitur Hulu ke dalam platform Disney+. Setelah proses migrasi pengguna selesai sepenuhnya, aplikasi Hulu beserta infrastruktur teknisnya akan dihentikan.

Dokumen tersebut dikutip memuat pernyataan berikut:

Infrastruktur teknis dan aplikasi Hulu akan dihentikan setelah seluruh pengguna menyelesaikan perpindahan ke Disney+.

Laporan ini diperkuat oleh kesaksian dua karyawan divisi streaming Disney. Integrasi pengalaman pengguna secara menyeluruh diperkirakan rampung dalam tahun ini, meski Disney secara resmi belum mengonfirmasi jadwal tersebut.

Perlu dicatat bahwa Disney secara resmi menyatakan "tidak ada rencana saat ini untuk menutup aplikasi Hulu." Namun, Business Insider juga mengutip tiga karyawan senior divisi teknologi Disney yang menyebut bahwa pengembangan aktif pada aplikasi Hulu sudah berhenti. Salah satu karyawan yang telah lama mengerjakan produk Hulu menyatakan:

Hulu saat ini berada dalam kondisi perawatan minimal — tidak ada pengembangan aktif yang sedang berlangsung.

Kesenjangan antara pernyataan resmi dan kondisi internal inilah yang menjadi sorotan utama laporan Business Insider.

Fitur Baru yang Sudah Diluncurkan: Sinyal Integrasi Semakin Nyata

Terlepas dari kontroversi bocoran tersebut, Disney sudah mengumumkan sejumlah fitur integrasi konkret per 19 Mei 2026. Langkah-langkah ini memperkuat narasi bahwa konsolidasi ke Disney+ memang sedang berjalan:

  • Profile Linking: Pelanggan Hulu dapat menautkan profil mereka ke Disney+ sehingga riwayat tontonan, daftar pantauan, dan rekomendasi konten berpindah ke Disney+.
  • Akses konten Hulu via Disney+: Pelanggan Hulu yang belum memiliki akun Disney+ tetap bisa menonton konten Hulu melalui aplikasi Disney+ menggunakan login MyDisney yang terpadu.
  • Avatar Hulu di Disney+: Profil Disney+ kini mendukung avatar bergaya Hulu.

Disney+ juga berencana menguji fitur "Live Guide" yang terinspirasi dari antarmuka Hulu. Meski demikian, fitur-fitur utama Hulu seperti Live TV dan add-on masih tersedia di aplikasi Hulu dan belum dipindahkan ke Disney+.

Strategi "Super App" Disney dan Logika Bisnisnya

Langkah ini bukan sekadar penyederhanaan teknis. CEO Disney Bob Iger dalam pertemuan investor awal 2026 menyebut rencana peluncuran "one app experience" — gabungan Disney+ dan Hulu — pada akhir tahun 2026, sembari tetap mempertahankan opsi berlangganan masing-masing layanan secara terpisah. CFO Hugh Johnston bahkan menyinggung ambisi yang lebih besar: sebuah super app yang menyatukan streaming, taman hiburan, hingga layanan kapal pesiar Disney.

Angka-angka berikut menjelaskan mengapa konsolidasi ini masuk akal secara bisnis:

IndikatorData
Jumlah pelanggan Disney+ global (Q4 2025)131,6 juta
Penurunan tingkat churn pelanggan bundel vs. pelanggan tunggal59% lebih rendah
Prediksi pertumbuhan pelanggan SVOD 2026 yang berasal dari bundel100%

Menurut prediksi Parks Associates, seluruh pertumbuhan pelanggan layanan video on demand berbayar (SVOD) pada 2026 akan datang dari paket bundel. Dengan kata lain, mengintegrasikan Hulu ke Disney+ adalah langkah strategis untuk menekan angka pembatalan langganan sekaligus memaksimalkan pendapatan.

Apa Artinya Bagi Pengguna Hulu Saat Ini?

Bagi pelanggan Hulu yang berlangganan secara bundel bersama Disney+, perubahan ini kemungkinan tidak akan terasa drastis dalam waktu dekat. Konten Hulu secara bertahap sudah bisa diakses melalui Disney+, dan fitur-fitur baru terus ditambahkan di sisi Disney+.

Bagi pelanggan Hulu yang berlangganan secara mandiri, situasinya lebih tidak pasti. Disney belum mengumumkan skema transisi khusus untuk segmen ini. Yang jelas, berdasarkan bocoran dokumen internal, pada akhirnya seluruh pengguna diharapkan berpindah ke Disney+ sebelum aplikasi Hulu resmi dihentikan.

Bagi konsumen di Indonesia, Hulu memang tidak tersedia secara resmi di pasar lokal. Namun tren konsolidasi platform streaming global ini relevan untuk dicermati — langkah serupa berpotensi dilakukan oleh layanan streaming lain yang beroperasi di Indonesia, seperti Disney+ Hotstar yang juga merupakan bagian dari ekosistem Disney. Perkembangan strategi Disney di tingkat global dapat memengaruhi arah layanan Disney+ Hotstar di kawasan Asia Tenggara ke depannya.

Sumber