Membagi tagihan setelah makan bersama teman bisa menjadi jauh lebih sederhana di iPhone. Menjelang WWDC 2026 yang tinggal sekitar satu minggu lagi, Bloomberg — dikutip oleh Tom's Guide — melaporkan bahwa Apple Wallet di iOS 27 akan dibekali kemampuan memindai struk dan langsung mengirim permintaan pembayaran melalui Apple Cash. Jika benar-benar dirilis, proses "siapa makan apa" tidak lagi memerlukan aplikasi pihak ketiga.

Apa yang Dilaporkan Bloomberg Soal Fitur Split Bill di iOS 27

Menurut laporan Bloomberg, fitur baru ini memungkinkan pengguna memotret struk, lalu menetapkan setiap item ke orang yang berbeda. Sistem kemudian menghitung total per orang, termasuk porsi pajak dan tip. Tom's Guide mencatat bahwa logika perhitungan tersebut dirancang dengan asumsi kebiasaan pembayaran di Amerika Serikat, sehingga relevansi pembagian tip di luar AS — termasuk di Indonesia — akan lebih rendah.

Karena ini masih berupa bocoran, nama final, daftar perangkat yang didukung, dan tanggal rilis belum dikonfirmasi Apple. Kepastian baru bisa didapat saat keynote WWDC 2026.

Alur Penggunaan: Dari Foto Struk ke Permintaan Apple Cash

Tom's Guide merangkum cara kerja fitur ini sebagai berikut:

  1. Pengguna memotret struk menggunakan kamera iPhone.
  2. Setiap item pada struk ditetapkan ke kontak tertentu (teman, kolega, anggota keluarga).
  3. Sistem menghitung total per orang, termasuk pajak dan tip.
  4. Permintaan pembayaran dibuat otomatis melalui Apple Cash.
  5. Permintaan dapat disetujui langsung dari Apple Watch.

Karena terintegrasi dengan Apple Cash, penerima permintaan tinggal menyetujuinya seperti transaksi Apple Cash biasa. Sebenarnya, fitur scan struk untuk patungan sudah ada di aplikasi pihak ketiga, tetapi Tom's Guide menilai keunggulan Apple ada pada integrasi native di Wallet dan jaminan keamanan ekosistem Apple sendiri.

Perlu dicatat, Apple Cash hanya tersedia untuk pengguna di Amerika Serikat. Artinya, walau fitur ini menarik secara konsep, pengguna iPhone di Indonesia kemungkinan besar belum bisa memanfaatkannya langsung kecuali Apple memperluas dukungan layanan keuangannya ke kawasan Asia Tenggara.

Bocoran Tambahan: Digitalisasi Kartu Fisik di Wallet

Selain fitur split bill, terdapat laporan terpisah yang menyebut iOS 27 akan memperluas kemampuan Apple Wallet untuk mendigitalkan kartu fisik — mulai dari kartu loyalitas, kartu anggota, hingga tiket acara. Fitur serupa sebenarnya sudah tersedia di Google Wallet dan sejumlah aplikasi pihak ketiga, sehingga Tom's Guide menyebut Apple sedang "mengejar ketertinggalan" pada area ini.

Bagi pengguna di Indonesia, kemampuan menyimpan kartu loyalitas atau tiket konser ke Apple Wallet berpotensi jauh lebih relevan dibanding fitur split bill, karena tidak bergantung pada Apple Cash.

Konteks: Perjalanan Apple di Dunia Pembayaran Sejak 2014

Apple resmi masuk ke ranah finansial pada tahun 2014 lewat peluncuran Apple Pay. Sejak itu, perusahaan terus memperluas layanan keuangannya — termasuk Apple Cash dan fitur Tap to Cash yang diperkenalkan di iOS 18, yang memungkinkan pengiriman dana antar-iPhone dengan saling menempelkan perangkat. Tom's Guide menilai fitur split bill yang dikabarkan ini bisa menjadi "kepingan terakhir" untuk menyempurnakan pengalaman pembayaran antar-teman, sekitar 12 tahun setelah debut Apple Pay.

WWDC 2026 telah dijadwalkan berlangsung pada 8–12 Juni 2026, dengan keynote dimulai pukul 10.00 waktu Pasifik (atau sekitar pukul 00.00 WIB tanggal 9 Juni). Acara akan disiarkan langsung melalui Apple.com, aplikasi Apple TV, dan kanal YouTube resmi Apple. Macworld memperkirakan iOS 27 versi final akan dirilis pada September 2026.

Bukan Hanya Wallet: Siri Disebut Akan Dirombak Total

MacRumors melaporkan bahwa iOS 27 juga akan memperkenalkan desain ulang besar-besaran untuk Siri. Asisten virtual ini dikabarkan menjadi aplikasi mandiri dengan antarmuka chat di dalam Dynamic Island, yang dapat dipanggil melalui gesture swipe ke bawah dari tengah-atas layar. Riwayat percakapan disebut bisa diakses kembali oleh pengguna.

Yang lebih mengejutkan, Apple dilaporkan melisensikan model Gemini milik Google sebagai backend Siri baru, karena model AI internal Apple dinilai belum mencukupi. Jika benar, ini akan menjadi salah satu kolaborasi AI paling signifikan antara dua raksasa teknologi tersebut.

Tekanan ke Splitwise, Venmo, dan Cash App

Menurut MacDailyNews dan The Next Web, fitur split bill bawaan Apple ini akan menjadi tantangan langsung bagi layanan seperti Splitwise, Venmo, dan Cash App.

LayananKarakteristik Utama
SplitwisePengguna harus membuka aplikasi dan mengelola saldo secara manual
Venmo / Cash AppPlatform pembayaran dengan fitur sosial feed
Apple Cash (iOS 27)Terintegrasi langsung di Wallet dan Messages, tanpa unduhan tambahan

GuruFocus menilai langkah Apple ini menyasar segmen anak muda yang mengelola keuangan via smartphone. Fitur ini juga dilaporkan bisa diakses langsung dari aplikasi Messages, sehingga kekuatan distribusi sebagai bagian standar iPhone menjadi keunggulan kompetitif utama Apple. Versi watchOS 27 juga disebut akan mendukung fitur tersebut.

Implikasi untuk Pengguna di Indonesia

Bagi pengguna iPhone di Indonesia, fitur split bill ini lebih layak dipantau sebagai indikator arah strategi Apple ketimbang fitur yang langsung bisa dipakai. Apple Cash belum tersedia di pasar Asia Tenggara, sehingga skenario patungan setelah makan masih akan mengandalkan aplikasi populer lokal seperti GoPay, OVO, DANA, atau ShopeePay. Yang lebih realistis untuk dinantikan justru perbaikan Siri dan kemampuan digitalisasi kartu di Apple Wallet — keduanya tidak bergantung pada infrastruktur pembayaran khusus negara tertentu.

Kepastian fitur ini, termasuk perangkat yang didukung dan tanggal rilis resmi, baru akan terkonfirmasi pada keynote WWDC 2026.

Sumber