Amazon Fire TV dilaporkan mulai menampilkan iklan layar penuh tepat saat perangkat dinyalakan. Sebelum bisa mengakses beranda atau aplikasi apa pun, pengguna diwajibkan menutup pop-up tersebut secara manual. Perubahan ini menuai kritik karena dianggap mengganggu pengalaman menonton yang seharusnya bersifat pasif dan nyaman.
Iklan Muncul Sebelum Beranda, Pengguna Tidak Bisa Langsung Masuk
Berdasarkan laporan Android Authority, begitu Fire TV dinyalakan, layar tidak langsung menampilkan beranda seperti biasa. Sebagai gantinya, muncul iklan layar penuh yang mendorong pengguna untuk mengunduh aplikasi mobile Fire TV yang baru dirancang ulang oleh Amazon.
Selama iklan tersebut belum ditutup, pengguna tidak dapat mengakses daftar konten, aplikasi, maupun menu navigasi apa pun. Artinya, setiap kali menyalakan televisi, ada satu langkah ekstra yang harus dilakukan sebelum bisa mulai menonton.
Perlu dicatat bahwa pop-up saat startup sebenarnya bukan hal baru di Fire TV. Sebelumnya, fitur ini hanya digunakan untuk keperluan sistem, seperti peringatan ketika remote tidak terdeteksi atau notifikasi pembaruan perangkat lunak. Kini, fungsi yang sama dimanfaatkan untuk mempromosikan aplikasi milik Amazon sendiri — sebuah pergeseran yang oleh Android Authority dinilai telah melampaui batas wajar notifikasi sistem.
Aplikasi Fire TV yang Dipromosikan: Apa Isinya?
Iklan startup tersebut mengarahkan pengguna untuk mengunduh versi terbaru aplikasi mobile Fire TV. Menurut laporan TechCrunch, aplikasi yang dirancang ulang ini bukan sekadar remote cadangan seperti versi sebelumnya.
Fitur-fitur barunya mencakup kemampuan menjelajahi konten langsung dari smartphone, mengelola daftar tontonan (watchlist), hingga menginstruksikan pemutaran konten dari ponsel ke layar televisi. Dengan kata lain, aplikasi ini diposisikan sebagai pusat kendali pengalaman menonton, bukan lagi alat bantu semata.
Satu hal yang menarik: meskipun televisi menampilkan iklan agresif untuk mendorong unduhan, aplikasi mobile itu sendiri tidak mengandung iklan. Amazon tampaknya memisahkan peran secara tegas — televisi sebagai ruang iklan, ponsel sebagai ruang fungsi.
Aplikasi ini sedang diluncurkan secara bertahap di 11 negara, termasuk Amerika Serikat, Brasil, Kanada, Prancis, Jerman, India, Italia, Meksiko, Spanyol, Inggris, dan Jepang. Informasi rilis untuk pasar Indonesia belum diumumkan.
Strategi Iklan CTV Amazon di Balik Perubahan Ini
Langkah ini bukan kebijakan yang berdiri sendiri. Menurut eMarketer, iklan startup layar penuh merupakan bagian dari desain ulang antarmuka Fire TV terbesar sejak tahun 2020, yang secara eksplisit bertujuan memperluas bisnis iklan CTV (Connected TV) Amazon.
Sebagai gambaran, Fire OS saat ini menguasai 36% pangsa pasar perangkat streaming di Amerika Serikat pada kuartal pertama 2025, menempatkannya di posisi kedua setelah Roku. Dengan basis pengguna sebesar itu, Amazon rupanya ingin mengoptimalkan setiap titik kontak dengan pengguna sebagai inventaris iklan.
Analisis dari situs aftvnews mengungkap bahwa pada beranda baru Fire TV, pengguna yang menggerakkan kursor satu langkah ke bawah dari menu navigasi akan langsung mendarat di area iklan besar bernama Feature Rotator. Untuk mencapai daftar aplikasi, pengguna harus melewati area iklan tersebut terlebih dahulu. Seluruh inventaris iklan ini dapat dibeli secara programatik melalui Amazon DSP (Demand-Side Platform).
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Pangsa pasar Fire OS (Q1 2025, AS) | 36%, peringkat ke-2 setelah Roku |
| Platform transaksi iklan | Amazon DSP (pembelian programatik) |
| Skala desain ulang UI | Terbesar sejak 2020 |
Yang Perlu Diketahui Pengguna Fire TV Saat Ini
Bagi pengguna yang sudah memiliki Fire TV, beberapa hal penting perlu dipahami:
- Belum ada cara resmi untuk menonaktifkan iklan startup ini. Satu-satunya opsi saat ini adalah menutupnya secara manual setiap kali perangkat dinyalakan.
- Cakupan model yang terdampak belum diumumkan. Amazon belum merinci generasi atau tipe Fire TV mana saja yang sudah menerima pembaruan ini.
- Setelah iklan ditutup, perangkat berfungsi normal seperti biasa.
Pertanyaan yang belum terjawab adalah apakah ke depannya slot iklan startup ini akan dibuka untuk pengiklan pihak ketiga, atau tetap terbatas pada promosi produk Amazon sendiri. Jika dibuka untuk pihak ketiga, dampaknya terhadap pengalaman pengguna bisa jauh lebih signifikan.
Bagi konsumen di Indonesia yang sedang mempertimbangkan pembelian Fire TV — baik melalui importir maupun platform e-commerce — perubahan kebijakan iklan semacam ini layak menjadi salah satu faktor pertimbangan, terutama jika kenyamanan pengalaman startup menjadi prioritas. Sebagai alternatif, perangkat streaming seperti Google TV Stick atau Xiaomi TV Stick yang tersedia di pasar lokal bisa menjadi pembanding yang relevan.
Sumber
- Android Authority — Fire TVs get new startup ad that takes over the entire screen
- TechCrunch — Amazon is rolling out a redesigned Fire TV app
- EMARKETER — Amazon redesigns Fire TV to expand CTV ad ambitions
